Earth Day 2018: Upaya Merawat Bumi

0
491
Acara Unpad Poek di Jatinangor ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu "Heal The World" karya Michael Jackson sembari menyalakan lampu gawai oleh masing-masing pengunjung. Sabtu (24/3/208). (Warta Kema/Ihsan Kurnia)

 

Departemen Sosial Lingkungan BEM Kema Universitas Padjadjaran (Unpad) berusaha meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan melalui kegiatan Earth Day 2018. Kegiatan yang telah terlaksana selama tiga tahun itu dibuka dengan acara “Unpad Poek” yang diadakan pada Sabtu, 24 Maret 2018, di Bale Pabukon,  Jatinangor.

Unpad Poek merupakan acara yang mengampanyekan hemat energi. Kegiatan diisi oleh penampilan dari klub teater Fakultas Psikologi, pendoa musikalisasi puisi, serta renungan. Selama rangkaian acara, lampu dimatikan sebagai bentuk simbolis upaya penghematan energi listrik.

Salah satu penampil di Acara Unpad Poek di Jatinangor, menampilkan musikalisasi puisi pada Sabtu (24/3/2018).
(Warta Kema/Ihsan Kurnia)

Arif Saiful, mahasiswa Ilmu Sejarah 2016 yang menghadiri perhelatan Unpad Poek, mengaku termasuk salah satu yang peduli pada lingkungan. “Kegiatan ini cukup untuk mengajar orang-orang agar selalu peduli pada lingkungan. Kita hidup di dunia ini juga kan tidak lepas dan jauh dari lingkungan,” ujarnya.

Setelah Unpad Poek, rangkaian Earth Day 2018 akan dilanjutkan dengan Earthducare pada 7 April, penanaman pohon, dan pemetaan masalah pencemaran di hulu sungai Citarum, Situ Cisanti.

Cipto Tri Utomo, Ketua Pelaksana Earth Day 2018 saat ditemui Warta Kema menjelaskan, konsep tahun ini adalah connect to earth, membawa bumi kembali kepada masa awalnya, kembali kepada bumi.

“Kegiatan penanaman pohon akan dilakukan dengan menginap selama tiga hari di KM 0 Citarum, yang sekaligus merupakan puncak dari Earth Day 2018. Kita bakal edukasi ke beberapa SMA di sana terkait masalah alam, penanaman, maping masalah warga tentang lingkungan dan mengajukan penyelesaian dari masalah tersebut,” tambahnya.

Isu tentang sungai Citarum yang bertahun-tahun dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia memang selalu muncul. Hal ini bermula sejak dua bersaudara asal Prancis, Gary dan Sam Bencheghib, mempublikasikan film dokumenter tentang kotornya sungai Citarum lewat media sosial. Selain menjadi sumber mata air bagi penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta, sungai Citarum pun menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air di pulau Jawa dan Bali.

Acara Unpad Poek di Jatinangor membuka pula stand-stand yang menjual berbagai barang dan makanan pada Sabtu (24/3/2018).
(Warta Kema/Ihsan Kurnia)

Ketua BEM Kema Unpad, Izmu Tamami menjelaskan, terkait Earth Day 2018, Unpad punya tanggung jawab lebih sebagai perguruan tinggi di Jawa Barat, untuk ikut serta mengawal isu kotornya sungai Citarum. Selain itu, mahasiswa Unpad diharapkan dapat melakukan upaya lain dalam menghemat energi. “Earth Day ini sebagai momentum saja, kita (seharusnya) tersadar secara sendirinya di luar kegiatan Earth Day.

Sebanyak lima puluh mahasiswa akan berangkat ke Situ Cisanti pada 20-22 April mendatang. Mahasiswa Unpad yang akan menjadi relawan pada kegiatan Earthducare berjumlah seratus lima puluh  orang. Anak-anak kelas 1-6 Sekolah Dasar akan diajarkan mengenai vertical garden, pemilahan sampah, serta pengolahan limbah.

(Nisrina Hanifah)

Editor: Rini Ria Agustiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here