Earth Day 2018: Semua Perubahan adalah Hasil Langsung Aktivitas Manusia

0
343
Sumber dokumentasi panitia Earth Day 2018

Dalam upacara pembukaan penandatangan Paris Agreement, Leonardo DiCaprio pernah mengatakan, “Sebagai utusan perdamaian PBB, saya telah bepergian ke seluruh dunia selama dua tahun terakhir untuk mendokumentasikan bagaimana krisis ini mengubah keseimbangan alam planet kita. Saya telah melihat kota-kota seperti Beijing tercekik oleh polusi industri, Hutan Boreal Kuno di Kanada yang telah ditebang habis, dan hutan hujan di Indonesia yang telah dibakar. Di India saya bertemu para petani yang hasil panennya benar-benar tersapu oleh banjir bersejarah. Di Amerika, saya menyaksikan kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya di California dan kenaikan permukaan laut membanjiri jalanan di Miami. Di Greenland dan di Artik, saya tercengang melihat bahwa gletser purba dengan cepat menghilang jauh sebelum prediksi ilmiah terjadi. Semua yang saya lihat dan pelajari dalam perjalanan ini telah membuat saya takut.“

Dalam ucapannya itu, Leonardo DiCaprio mencoba menjelaskan bagaimana dampak dari terjadinya perubahan iklim dunia. Sebuah ancaman yang nyata telah terlihat, namun manusia seakan enggan untuk memikirkan hal tersebut. Untuk itu, Departemen Sosial Lingkungan Bidang Kemasyarakatan BEM Kema Unpad melakukan tindakan nyata sebagai aksi peduli lingkungan pada 20-22 April 2018, di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Sumber dokumentasi panitia Earth Day 2018

Ketua pelaksana Earth Day 2018 Cipto Tri Utomo mengatakan, kegiatan pengabdian lingkungan itu sejatinya untuk menyelamatkan vonis rasa malu yang kelak akan didapatkan dari anak dan cucu kita, jika kita hanya membiarkan kehancuran ini semakin parah tanpa sedikit pun upaya penyelamatan. Selain itu, bentuk kegiatan ini bukan sebuah bentuk paksaan, namun berasaskan kesadaran karena pengabdian terlahir dari mereka–mereka yang peduli.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bumi itu dilakukan dengan penanaman pohon, penyemaian bibit, dan sosialisasi lingkungan kepada pelajar SMP Muhammadiyah 3 Kertasari. Sebanyak 2.500 bibit pohon ditanam di lima zona yang berbeda di sektor 1 Citarum Harum. Zona yang digeluti dalam kegiatan adalah lahan yang berada di kemiringan 40-80 derajat. Kontur tanahnya tidak rata, tetapi menyuguhkan tantangan menarik dalam melakukan penanaman. Selain itu, medan juga terbilang berat. Namun, peserta berantusias dalam melakukan pengabdian penanaman pohon. Hal itu dibuktikan dengan tertanamnya 2.500 bibit yang tersebar di lima zona pada 21 April 2018.

Masih di tanggal yang sama, kegiatan sosialisasi pun dilakukan untuk memberikan edukasi kepada agen–agen perubahan muda agar meningkatkan rasa peduli mereka terhadap lingkungan. Acara sosialisasi lingkungan ini dimulai dengan pemberian materi terkait lingkungan, kemudian  dilanjutkan dengan kegiatan forum group discussion. Sedangkan pada 22 April 2018, akhir dari kegiatan di hulu Sungai Citarum berupa penyemaian bibit di dua desa, Desa Cikembang dan Desa Tarumajaya.

Sumber dokumentasi panitia Earth Day 2018

Alasan pemilihan kawasan hulu Sungai Citarum dikarenakan deforestasi yang begitu luas terjadi di daerah itu. Selain itu, sekaligus membantu proyek Citarum Harum untuk mengeluarkan vonis Sungai Citarum yang menjadi sungai terkotor di dunia.

Cipto beranggapan lingkungan bukanlah sebuah telinga yang mampu mendengar sebuah kata. Namun, ia menanti hati–hati yang tergerak untuk peduli. Ia tak akan pernah menolak aksi–aksi yang kecil karena aksi kecil akan meneteskan aksi yang besar.

“Lingkungan adalah tanggung jawab kita sekarang. Anda adalah harapan terakhir Bumi yang terakhir. Kami meminta Anda untuk melindunginya. Atau kita – dan semua makhluk hidup yang kita dambakan – adalah sejarah.” – Leonardo DiCaprio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here