Unpad Mau Bangun Apa Lagi?

0
644
Salah satu konsep pembangunan Gedung Komunitas Unggulan Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, masih terbengkalai. (Sumber: Rencana Strategis Unpad 2015-2019)

Tiga tahun sudah Tri Hanggono Achmad menjabat sebagai Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia diundang kembali oleh ‘anak-anaknya’ untuk berjumpa dalam acara Satu Hari Bersama Bapak, pada Jumat, 20 April 2018, di Bale Santika Unpad. Sajak Pertemuan Mahasiswa karya W.S. Rendra menjadi suguhan tatkala ‘Bapak’ hendak memberikan sambutan.  “Lantas maksud baik saudara untuk siapa?” M.H. Dutama, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad membacakan sajaknya dengan lantang.

Izmu Tamami, Ketua BEM Kema Unpad 2018 menyebutkan, di awal masa kepemimpinan Tri, terdapat nota kesepahaman yang disepakati bersama Kema Unpad. Banyak perencanaan yang tertuang di sana dan perencanaan lain yang tersusun dalam Rencana Strategis (Renstra) Unpad 2015–2019, termasuk pembanguanan fisik Unpad dalam jangka lima tahun. “Nah ini ada rentang waktu dimana pokok-pokok pembangunan Unpad berstrategi. Bisa dilihat 2015, 2016 seperti itu, 2017 seperti itu,” tutur Izmu di depan forum.

Rencana pembangunan Unpad dalam Renstra 2015-2019, menurut Tri, dibuat berdasarkan visi Unpad menjadi universitas riset dan berdaya saing regional. Semua rencana strategis itu diterjemaahkan ke dalam beberapa pendekatan penting yang tertuang dalam Renstra 2015-2019, di antaranya mentransformasikan proses akademik yang berorientasi pada kemaslahatan pembangunan berkelanjutan, mewujudkan keunggulan akademik trandisipliner, serta  menerapkan nilai-nilai budaya pada kehidupan akademik.

Rencana pembangunan fisik Unpad pada 2017, di antaranya adalah Gedung Komunitas Unggulan dan Mensa (kantin terpusat) yang ternyata belum rampung hingga saat ini. Gedung Komunitas Unggulan yang terletak di dekat Bale Pabukon baru berdiri setengah jadi. Sedangkan terkait Mensa, menurut Direktur Sarana dan Prasarana Irwan Ary Dharmawan yang ditemui Warta Kema beberapa waktu lalu, masih dalam tahap perencanaan berupa blueprint (kerangka kerja terperinci).

Dalam acara Satu Hari Bersama Bapak, Dewangga dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, bertanya tentang mekanisme Unpad menentukan vendor Mensa dan meminta transparansi lini masa pendiriannya. Tri menjawab dengan menjanjikan forum lanjutan bersama mahasiswa.

Terkait beberapa rencana pembangunan fisik Unpad yang mengalami kendala eksekusi pembangunan, Tri berujar, pasca Unpad menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), Unpad masih berada dalam masa transisi perubahan status menjadi PTN BH. “Arah transisi ini mengharuskan kita sedikit menggeser pola tatanan hidup pembangunan jangka panjang 25 tahun. Periode kerja rektor itu empat tahun, maka nanti ketetapan PTN BH setiap rektor harus ikut pengembangan 25 tahun. Itu baru akan dijalankan pada tahun 2019. 25 tahun ke depan. Dibagi renstra tiap lima tahunan.”

Lalu, Warta Kema menemui Izmu di sekretariat BEM Kema Unpad, Senin, 30 April 2018. Terkait rencana pembangunan fisik, BEM Kema mengaku sudah meminta kejelasan mengapa ada pembangunan Unpad yang terbengkalai. Izmu berkata, “Rektor memberikan verifikasi bahwa yang sulit itu adalah soal izinnya. Izin membangun dari pemerintah Kabupaten Sumedang ya. Tapi kalau ditanya perlu diselesaikan tepat waktu, ya iya.”

2018 ini, Unpad mencanakan pembangunan lagi, yaitu pendirian Pusat Akuatik. Renstra Unpad 2015-2019 juga menjadwalkan Unpad membangun Rumah Sakit, Kampus III Arjasari, Student Center, dan satu blok asrama masih di 2018.

“Kalau kampus Arjasari udah terbangun ya, kalau nggak salah udah diresmikan juga. Kalau Pusat Akuatik yang direncanakan di sebelah utara Unpad Jatinangor, di belakang rektorat, itu belum kelihatan sama sekali. Kayaknya bakal sedikit mangkrak,” kata Izmu yang juga merupakan Majelis Wali Amanat (MWA) Wakil Mahasiswa. Ia juga mengatakan, setiap Unpad berencana melakukan pembangunan fisik, maka harus melalui persetujuan dan komunikasi dengan MWA.

2019 mendatang, di tahun terakhir Tri menjabat sebagai rektor, salah satu yang direncanakan adalah pembangunan Taman Sains dan Teknologi. Izmu menganggap, pembangunan itu tidak akan terkejar karena Tri akan turun secara definitif pada April 2019. Tri tidak mengatakan apakah dirinya akan mencalonkan lagi atau tidak untuk pemilihan rektor tahun depan saat ditanya dalam acara Satu Hari Bersama Bapak.

(Winda Rahma)

Editor: Rini Ria Agustiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here