Apa Kabar Kantin Terpusat Unpad?

0
1063
Rencana lokasi dilaksanakannya Penerimaan Mahasiswa Baru (Prabu) 2018 di lapangan merah Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. (Warta Kema/Lavira A.)

Proses pembangunan kantin terpusat Universitas Padjadjaran (Unpad) di Lapangan Merah, antara Laboratorium Centre dan Gedung PPBS, belum dimulai. Unpad membuat kantin terpusat agar mahasiswa antarfakultas bisa saling berinteraksi agar mendukung slogan Unpad, yaitu “Unpad ngahijiUnpad kahiji”. Pembangunannya sendiri direncanakan dimulai pada 2018.

Rektor Tri, dalam acara Satu Hari Bersama Bapak menyebutkan, kantin terpusat dibangun tidak hanya untuk tempat makan. Keberadaannya merupakan fasilitas akademik untuk membiasakan kewirausahaan dan menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Mensa merupakan istilah yang digunakan untuk kantin yang tidak hanya makanan saja,” tutur Tri menekankan istilah untuk kantin terpusat Unpad. “Mensa bertujuan untuk menjadi media tempat mahasiswa Unpad berkumpul dengan mahasiswa yang ada dan (Mensa ini) berstandar.”

Ilustrasi Kantin Mensa yang akan dibangun di lapangan merah Universitas Padjadjaran, Jatinangor. (Warta Kema)

Sementara itu, Direktur Sarana dan Prasarana Unpad Irwan Ary Dharmawan mengugkapkan, saat ini pembangunan Mensa masih dalam tahap perencanaan dan pencarian donatur. Kata Irwan, kantin akan dikerjakan jika donatur sudah ditemukan. Sedangkan rencana pembangunannya akan dibuat oleh tim manajer kerja sama yang berasal dari beberapa fakultas seperti Kedokteran, Ilmu Sosial dan Politik, serta Teknik Industri Pangan. “Sejauh ini tim baru sampai pendataan seluruh kantin fakultas.”

Ofiar Murwanti, Kepala Sub Bagian Administrasi Kerja Sama Luar Negeri dan Kantor Internasional mengatakan kepada Warta Kema di Gedung Rektorat, pada awal April 2018. “Kantin terpusat Unpad akan berkonsep kantin berbasis mandiri, dimana mahasiswanya diajari untuk melayani diri sendiri atau self-service. Penjaga kantin tetap diadakan, namun tidak banyak,” lanjut Ofiar.

Pedagang yang diutamakan berjualan di kantin terpusat adalah pedagang di kantin fakultas yang sebelumnya akan diberi pembinaan tentang standar makanan dan penyesuaian harga. “Setiap pedagang yang di fakultas (akan) mengisi Mensa. Tetapi jika ingin tetap di fakultas, mari diskusikan terkait standar-standar kantin tersebut,” ungkap Tri menekankan beberapa kali terkait standar kantin yang seharusnya.

Lapangan merah Universitas Padjadjaran Unpad, Jatinangor, akan dibangun kantin terpusat (Mensa).
(Warta Kema/Lavira A.)

Walau begitu, beberapa pedagang kantin di fakultas, merasa kurang setuju dengan kebijakan pendirian Mensa Unpad. Salah satu pedagang di kantin Fakultas Kedokteraan, Ade, menganggap pembentukan kantin terpusat tidak akan efektif. Katanya, kemungkinan yang datang ke kantin terpusat hanya mahasiswa yang fakultasnya dekat dengan kantin itu. “Di Fakultas Kedokteran saja istirahat kurang lebih satu jam, mana mau mahasiswa jalan ke atas. Jadi, tidak ada jaminan mahasiswa bakal jajan di kantin terpusat,” papar Ade.

Seperti Ade, salah satu pedagang di kantin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Junjun, tidak setuju jika kantin dijadikan terpusat. Jika disatukan akan ada banyak produk yang sama dan dikhawatirkan menimbulkan masalah baru antar sesama pedagang. Junjun menganggap kantin yang sekarang sudah ada di FPIK, posisinya sangat strategis dan didukung oleh pihak dekanat. “Kadang ada tamu dari dekanat pun, suguhan makanan dan minumannya berasal dari kantin. Kalau kantinnya jauh bakal menyita banyak waktu cuma untuk beli makanan dan minuman,” kata Junjun.

Evan, Kepala Bidang Dinamisasi Kampus dan Kebijakan Publik BEM Kema Unpad 2018 juga menganggap, selain pedagang, mahasiswa akan dirugikan dengan konsep kantin terpusat. “Setiap mahasiswa pasti mempunyai kesibukan yang berbeda-beda. Kalau kantin jauh pasti mahasiswa mager untuk jalan ke kantin karena tidak semua fakultas dekat dengan kantin terpusat.”

Berbeda dengan Evan, Hanif Arrazi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), memandang pembangunan kantin terpusat sebagai hal yang positif. Hanif berharap kantin terpusat bukan hanya menjadi sekadar kantin, namun dijadikan sebagai pusat kegiatan mahasiswa. Kantin terpusat bisa menjadi tempat silaturahmi antar mahasiswa Unpad yang berasal dari fakultas yang berbeda, menurut Hanif. “Kalau semua bersatu dalam satu titik ini akan menjadi batu loncatan dalam persatuan Unpad. Istilahnya, salam satu Unpadnya lebih terasa.”

(Hario Danang/Ulfah Oktarida Sihaloho)

Editor : Rini Ria Agustiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here