Kelas Inisiator: Ide dan Proyek untuk Lingkungan Lebih Baik

0
443
Ketua BEM Kema Universitas Padjadjaran (Unpad), Izmu Tamami ketika memberikan sambutan diacara Kelas Inisiator di gedung 5 Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. (Anastasia Aulia/ Warta Kema)

Departemen Sosial dan Lingkungan BEM Kema Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar pertemuan pertama Kelas Inisiator pada Minggu, 16 September di Aula Gedung 5 Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Kelas Inisiator merupakan program kelas pengusung para inisiator muda yang dirancang oleh BEM Kema Unpad. Nantinya, program ini akan menampung beragam ide dan merealisasikan ide-ide tersebut menjadi proyek sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prasetyo Budiman, Ketua Pelaksana Kelas Inisiator menjelaskan, ada tiga aspek yang menjadi fokus program kali ini. “Kelas Inisiator 2018 ini ke depannya akan berfokus pada proyek-proyek di tiga aspek, yaitu ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.” Menurut Prasetyo, fokus itu diambil berdasarkan pengamatan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat dan pendidikan sebagai penyokong ekonomi. “Socio-preneur sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Prasetyo Budiman ketika ditemui sebagai Project Officer Kelas Inisiator pada Minggu (16/9/2018) di gedung 5 Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. (Anastasia Aulia/Warta Kema)

Sebagai Ketua Pelaksana, Prasetyo berharap Kelas Inisiator bisa menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. “Menurut hasil riset Nelson, kegiatan relawan sosial di Indonesia cenderung mendapat profit. Jadi, bukan hanya murni kerjaan sosial,” katanya. Kelas Inisiator diharapkan akan menghasilkan proyek-proyek sosial yang bermanfaat seperti Taman Ilmu dan Matahari Kecil di bidang pendidikan, serta start-up di bidang ekonomi kreatif.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini “Kelas Inisiator” mengusung tema Social Movement. Dalam pertemuan pertama kemarin, hadir tiga orang mentor untuk memberi materi tentang pergerakan sosial kepada para peserta. Ahmad Syarrif, pembicara sekaligus praktisi pengabdian kepada masyarakat, menjelaskan metode-metode yang bisa dipakai oleh peserta. Ia juga menjelaskan langkah-langkah yang bisa dilakukan saat menjalankan pengabdian, seperti social mapping. Selain itu, ia menerangkan cara-cara menganalisis seperti parciptory rural appraised, stakeholder analysis, dan sebagainya.

Pertemuan pertama Kelas Inisiator ditutup dengan Forum Group Discussion (FGD) peserta. Program ini masih akan berjalan hingga tiga minggu ke depan dengan kegiatan yang berbeda setiap minggunya. Pemetaan masalah, rencana perbaikan masalah, dan proyek sosial di lingkungan masyarakat akan menjadi bahasan untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.

(Dina J)

Editor: Lia Elita

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here