Kemelut Pemilihan Rektor Unpad: MWA-WM Memilih Tiga Nama

0
139
Suasana musyawarah mahasiswa untuk menentukan suara dalam pemilihan rektor Unpad. (Foto: Kenraras)

Jatinangor, Warta Kema  Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setiap fakultas serta BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Kema Unpad) melangsungkan musyawarah mahasiswa untuk menentukan suara Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM)  dalam pemilihan rektor Unpad mendatang. Musyawarah itu dilangsungkan pada Jumat (4/10) di di Selasar Cisral, Jatinangor, Sumedang.

Musyawarah dipimpin oleh Ketua BEM Kema Unpad Imam Syahid, serta perwakilan MWA-WM yang akan ikut memilih pada 6 Oktober mendatang di Kampus Unpad Dipatiukur. Dari 17 MWA yang memiliki hak suara, mahasiswa hanya memiliki 1 suara.

Hasil musyawarah mahasiswa menghasilkan tiga nama calon rektor yang sama untuk menjadi prioritas pilihan MWA-WM. Hal itu berdasarkan hasil voting sementara di bulan lalu, di mana mahasiswa memilih Prof. Arief, senat akademik memilih Prof. Dr.  Rina, dan tenaga pendidik memilih Prof. Hendarmawan.

Sebelum dilaksanakan voting, ada enam calon rektor yang bisa dipilih, di antaranya:

1.Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D.
2. Dr. Arry Bainus, M.A.
3. Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc.
4. Dr. Keri Lestari, Apt., M.Si.
5. Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., MSIE.
6. Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si.

Tiga nama calon rektor dipilih atas indikator hasil voting sementara, integritas, dan sosialisasi pada Kema Unpad. Sementara indikator lain seperti rekam jejak serta track record atau curriculum vitae baru bisa dilihat saat hari pemilihan nanti.

Awalnya, Imam kurang setuju dengan adanya urutan prioritas calon rektor untuk dipilih. Menurutnya, hasil musyawarah mahasiswa lebih untuk mencari kriteria rektor berkompeten, bukan memilih orang semata karena keadaan bisa berubah saat hari pemilihan. Namun, beberapa pihak segera menyanggah.

“Kalau nentuin pilihan utama rektor langsung di tanggal enam setelah lihat presentasi dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan, itu bisa sangat subjektif karena cuma diketahui Kang Imam sendiri.  Mumpung sekarang sedang forum, lebih baik tentukan saat ini urutan prioritas yang harus Kang Imam pilih, biar kalau nanti di tanggal enam prioritas utama kita jawabannya tidak memungkinkan, masih ada calon prioritas lain,” kata Rizki, perwakilan dari BEM FISIP.

Sementara itu, ada beberapa pertanyaan yang mewakili suara hati mahasiswa untuk ditanyakan pada calon rektor melalui MWA-WM, di antaranya:

  1. Bagaimana kejelasan dan apa harapannya mengenai Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU), Kampus Pangandaran dan Arjasari? Apakah jenjang D4 semua akan difokuskan ke sana?
  2. Apakah sistem pengelolaan keuangan Unpad desentralisasi atau sentralisasi?
  3. Siap atau tidak menjamin pembangunan pemerataan fasilitas infrakstruktur di setiap kampus agar tidak ada ketimpangan?
  4. Siap atau tidak memberikan kebebasan berpendapat mahasiswa tanpa memberikan sanksi dari menteri?
  5. Mengapa Rumah Sakit Pendidikan perlu dibuat? Apa tujuannya?

Dari beberapa pertanyaan yang didiskusikan itu, hanya dua yang nantinya akan ditanyakan kepada masing-masing carektor pada tanggal enam.

 

Penulis: Kenraras Vadma dan Chika Auliana

Editor: Lia Elita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here