Kenali Komunitas Sehat Mental di Sekitar Kita, Yuk!

0
201
Foto: Ilustrasi

Menjaga kesehatan mental tidak kalah penting daripada menjaga kesehatan fisik. Kesehatan mental memegang peranan sangat besar dalam kehidupan manusia, termasuk kehidupan remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, berbagai perubahan terjadi di fase ini, termasuk perubahan fisik, kognitif, hormonal, emosi, perilaku, dan lainnya. Terlebih lagi, kecanggihan teknologi serta tuntutan hidup yang tinggi menyebabkan anak muda rentan berada di bawah tekanan dan mengalami depresi. Fakta menunjukkan, meskipun tingkat gangguan kesehatan mental cukup tinggi,  kesadaran masyarakat terhadap hal ini ternyata masih sangat rendah.

Berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan Journal of Abnormal Psychology, melonjaknya angka gangguan kesehatan mental terlihat pada anak muda berusia 20-an tahun. Sementara itu, Kementerian Kesehatan dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pernah mengungkapkan prevalensi depresi di Indonesia adalah 6% dari total penduduk pada tahun 2018 lalu. Peningkatan proporsi gangguan jiwa juga terjadi cukup signifikan, yaitu pada 2013 angkanya 1,7 %, naik menjadi 7% pada 2018. Usia depresi cukup banyak terjadi di kalangan anak muda berusia 15-24 tahun.

Sayangnya, sebagian besar remaja tidak tahu harus ke mana mencari pertolongan saat mengalami gangguan kesehatan mental. Padahal saat ini pemerintah, komunitas, maupun lembaga kesehatan sedang gencar mengampanyekan gerakan sehat mental, terutama bagi remaja. Pihak-pihak yang fokus terhadap permasalahan kesehatan mental ini bekerja sama mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian mereka.

Kabar baiknya, saat seseorang mengalami tekanan atau kesedihan mendalam namun masih bingung harus melakukan apa, sejumlah komunitas di Indonesia bersedia membantu. Komunitas-komunitas ini peduli dengan orang-orang yang sedang mengalami stres atau butuh bantuan untuk bisa kembali menjadi diri mereka yang sehat. Jika belum ingin menemui psikolog atau psikiater, berbagai komunitas ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berbagi cerita dan berusaha mencari jalan keluar dari masalahnya. Ada komunitas apa saja sih? Berikut beberapa yang sudah Warta Kema rangkum dari berbagai sumber:

Get Happy

Get Happy adalah gerakan non-profit yang didirikan oleh Andreas Adianto dan Caecilia Dee. Tujuannya sebagai wadah edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan mental di Indonesia. Komunitas ini juga menyediakan fasilitas untuk penderita gangguan kesehatan mental dan caregiver untuk berbagi pengalaman sehingga anggota komunitas tidak merasa sendirian. Selain itu, Get Happy juga sering mengadakan aktivitas untuk anggota maupun masyarakat umum berupa terapi seni, music, dan peran. Dalam akun instagramnya @Gethappy.id, sering dibagikan pesan positif, tips self healing, dan berbagai informasi lainnya/

Into The light

Into The Light Indonesia adalah komunitas yang dibentuk Benny Prawira pada Mei 2013 lalu. Komunitas ini berfokus pada kesehatan jiwa, terutama upaya pencegahan bunuh diri pada remaja. Aktivitas  yang dilakukan komunitas Into The Light Indonesia di antaranya melakukan pemutaran dan diskusi film tentang bunuh diri, sharing story, lingkar studi suicidologi, dan lain-lain. Memiliki motto “Hapus Stigma, Peduli Sesama, Sayangi Jiwa”, Into The Light Indonesia terus berusaha mengedukasi masyarakat mengenai stigma bunuh diri dan kesehatan jiwa. Untuk informasi lebih lanjut, yuk kepoin media sosialnya di @intothelightid!

Sehat Mental Indonesia

Komunitas ini merupakan gerakan sosial yang juga menjadi start up sosial di bidang kesehatan mental yang didirikan oleh aktivis sosial, pekerja kreatif, dan seorang yang peduli kesehatan mental, yaitu Ade Binarko. Sehat Mental Indonesia sering mengadakan aktivitas-aktivitas seperti workshop, support group, cek kesehatan mental gratis, dan masih banyak lagi. Terdapat juga berbagai artikel seputar kesehatan mental di situs mereka www.sehatmental.id dan di akun Instagram @sehatmental.id.

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI)

KPSI bertujuan untuk mengajak masyarakat peduli terhadap skizofrenia dan kesehatan jiwa. Komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia untuk memberi informasi mengenai skizofrenia maupun gangguan kesehatan jiwa lainnya. Bagi yang tertarik untuk curhat atau menggali informasi lebih dalam, dapat mengunjungi laman www.skizofrenia.org dan mengisi form di sana. Dapat juga dengan mengecek Facebook atau Twitter mereka di @KPSI_pusat.

Depression Warriors Indonesia

Bertujuan untuk menghilangkan stigma buruk akan depresi, Maya Asmara bersama beberapa temannya mendirikan komunitas kesehatan mental ini. Bersama kampanye #IAmWarrior, komunitas Depression Warriors Indonesia percaya setiap penderita depresi adalah pejuang yang tangguh. DWI terus berusaha untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa depresi bukan hal yang tabu dan mendorong penderitanya untuk mencari pertolongan pada psikolog atau psikiater. Untuk informasi lebih lanjut mengenai komunitas ini dapat dilihat melalui akun Instagramnya @depressionwarriors.id.

Bipolar Care Indonesia

Komunitas kesehatan mental ini berupaya untuk mewadahi penderita, caregiver, dan siapa pun yang peduli dengan gangguan bipolar. Bipolar Care Indonesia memberikan edukasi mengenai gangguan bipolar secara khusus dan dukungan kepada penderita serta caregiver agar dapat berkegiatan positif sebagai bagian terapi agar hidup yang dijalani menjadi optimal. Komunitas ini bekerja melalui program psikoterapi, psikoedukasi, dan art therapy. Informasi lain dapat dicari dalam situs www.bipolarcareindonesia.org atau akun Instagram @bipolarcare.indonesia.

Nah itu dia beberapa komunitas kesehatan mental yang bisa ditemukan di sekitar kita. Cukup banyak juga ya? Tentu masih ada banyak lagi komunitas sejenis di luar sana. Ini berarti, gangguan kesehatan mental sebenarnya dapat diminimalisir dan penderitanya bisa mendapatkan berbagai bantuan dari berbaagi pihak. Satu hal yang pasti adalah jangan pernah malu untuk meminta bantuan jika memang membutuhkan. Temani juga keluarga atau teman dekat Sobat Warta jika ada yang mengalami kasus gangguan kesehatan mental. So, speak up for yourself today or never!

Penulis: Kiky

Editor: Lia Elita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here