BEM Kema Unpad Adakan Diskusi Omnibus Law : “Perjuangan Sudah Dimulai”

0
163
Kegiatan Diskusik (Diskusi Asik) diselenggarakan BEM Kema Unpad di Gor Jati pada Kamis (27/02) mengangkat tajuk mengenai “Kacau Balau Omnibus Law”

JATINANGOR, Warta Kema –  Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Kema Unpad) mengadakan kegiatan Diskusik (Diskusi Asik) bertajuk “Kacau Balau Omnibus Law”. Diskusi yang terselenggara pada hari Kamis (27/02) di GOR Jati, Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini merupakan program kerja unggulan BEM Kema Unpad Kabinet Eksplorasi Makna khususnya Departemen Propaganda dan Aksi.

“Diskusi Asik hadir sebagai jawaban atas keresahan atas lesunya budaya diskusi dan dialektika dalam lingkup Unpad sekaligus sebagai pendobrak stigma bahwa diskusi hanyalah milik para petinggi BEM ataupun mereka yang pintar” Ujar Virdian Aurellio, Kepala Departemen Propaganda dan Aksi BEM Kema Unpad.

Kondisi kegiatan Diskusik sendiri pun senada dengan yang diucapkan oleh Virdian. Tidak ada segmentasi dalam kegiatan ini. Banyak sekali elemen yang hadir mulai dari Kema Unpad, Pers Mahasiswa, BEM se-Jawa Barat, organisasi ekstra kampus, hingga perwakilan buruh turut serta meramaikan kegiatan Diskusik kali ini.

Diskusik mengundang 3 pemantik diskusi yang datang dari 3 perspektif berbeda yakni Adi Fitriyadi (Mahasiswa S2 Ilmu Hukum FH Unpad) dari perspektif hukum, Luthfi Hamzah (Dosen Ilmu Politik FISIP Unpad) dari perspektif politik, dan Meiki Paendong (Walhi Jawa Barat) dari perspektif lingkungan. Ketiga pemantik ini sengaja diundang untuk memantik diskusi sekaligus memberikan pencerdasan mengenai Omnibus Law.

Isu Omnibus Law memang menjadi isu panas belakangan ini. Omnibus Law sendiri adalah konsep undang-undang yang menyasar satu isu besar dengan mencakup banyak undang-undang sekaligus sehingga menjadi lebih sederhana. Sejauh ini, draft Omnibus Law yang sudah selesai adalah Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Cilaka). Omnibus Law RUU Cilaka memang menyasar banyak sekali aspek mulai dari ketenagakerjaan, lingkungan, hingga pendidikan. Maka tak heran jika Omnibus Law dijuluki undang-undang sapu jagat.

Sementara itu hadirnya kegiatan Diskusik menuai respon positif dari para peserta diskusi, salah satunya dari Nitasya, mahasiswi FISIP Unpad yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik agar masyarakat lebih peduli dengan Omnibus Law tersebut.

 “Perihal diskusik kemarin, first impression ku adalah luar biasa, keren dan sangat menggugah. Sebagai pemantik awal tema yang mengangkat Omnibus Law untuk Kema Unpad, diskusi semalam bisa dikatakan cukup ‘menyulut’ jiwa-jiwa yang tergelitik untuk peduli bahwa RUU Cilaka tersebut memang benar-benar bisa ‘celaka’ jika kita memilih untuk abai” Terangnya.

Diskusik kemarin bukanlah yang terakhir, namun justru merupakan diskusi yang menjadi pembuka dari rangkaian Diskusik yang akan datang terutama tentang isu Omnibus Law. Episode-episode Diskusik selanjutnya kembali akan hadir sebagai bentuk eskalasi pengawalan isu Omnibus Law oleh Kema Unpad

Jatinangor, 28 Februari 2020
Penulis : Georgius Benny
Editor : Karina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here