Aksi Teatrikal Kema Unpad Mengawal Isu Omnibus Law

0
110

Perwakilan BEM Kema Unpad dan BEM Fakultas lakukan aksi teatrikal dalam rangka mengawal Isu Omnibus Law dalam kegiatan Diskusi Ilmiah yang dilakukan di Graha Sanusi, Unpad Dipatiukur, Bandung pada Kamis (5/3).

Pergerakan Kema Unpad dalam rangka pengawalan isu Omnibus Law masih terus berlanjut. Setelah mengadakan kegiatan Diskusik (Diskusi Asik), langkah pengawalan selanjutnya dilakukan dalam bentuk penyampaian aspirasi dalam acara Diskusi Ilmiah yang diadakan Universitas Padjadjaran di Graha Sanusi Hardjadinata, Unpad Dipatiukur, Bandung pada Kamis (5/3). Diskusi ini mengangkat judul Unpad Memberi Manfaat: Aspirasi Untuk Omnibus Law Cipta Kerja.

Ketua BEM Kema Unpad, Riezal Ilham Pratama hadir sebagai salah satu narasumber bersama enam narasumber lain dari berbagai elemen. Selain itu turut hadir juga Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M. SIE dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sebagai keynote speaker.

Bidang Dinamisasi dan Kebijakan Publik BEM Kema Unpad terutama Departemen Propaganda Aksi dan Departemen Kajian Strategis bekerjasama dengan Departemen Kajian Stategis BEM Fakultas sepakat mengawal diskusi ini dengan mengadakan aksi teatrikal sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa. Teknis penyampaiannya adalah dengan pembacaan puisi, orasi, pemasangan spanduk dan poster, serta menyanyikan lagu Totalitas Perjuangan.

Diskusi ini terbagi ke dalam tiga sesi yakni penyampaian materi oleh keynote speaker, sesi kedua merupakan penyampaian materi oleh narasumber, lalu sesi terakhir adalah penyampaian aspirasi dari masing-masing elemen yang hadir. Pada sesi ini mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi lewat aksi teatrikal. Diawali dengan pembacaan puisi oleh Daffarel (Kepala Bidang Kemahasiswaan BEM kema Unpad) dilakukan mulai dari selasar lantai 2 Graha Sanusi dan mengitari ruangan diskusi tersebut. Selagi pembacaan puisi dilaksanakan, spanduk dan poster aspirasi dipasang sebagai simbolis penyampaian aspirasi.

Setelah puisi selesai dibacakan, aksi teatrikal ditutup dengan menyanyikan lagu totalitas perjuangan. Secara keseluruhan penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa ada represifitas, walaupun sempat sedikit dipermasalahkan oleh beberapa orang pihak panitia. Aksi teatrikal kali ini adalah rangkaian “pemanasan” sebelum pernyataan sikap oleh BEM Kema Unpad.

“Pernyataan sikap BEM Kema Unpad akan dilakukan sekitar tanggal 18 Maret ketika kegiatan Diskusi Intensif yang diadakan oleh Kastrat (Kajian Strategis) BEM Kema Unpad. Sebelum menuju pernyataan sikap kami merumuskan bagaimana kami akan bersikap lewat kajian dan diskusi. Sejauh ini akan condong ke arah penolakan terhadap Omnibus Law” ujar Virdian Aurellio, Kepala Departemen Propaganda Aksi dan Kajian Strategis BEM Kema Unpad.

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here