Yuk Ceritakan, Walau Hanya Satu Dongeng

0
69
Ilustrasi kegiatan mendongeng. (sumber : oceansbridge.com)

Hampir semua orang pasti pernah membaca sebuah dongeng ataupun didongengkan. Bahkan, dongeng menjadi salah satu teman favorit yang selalu menemani saat masih kecil. Dongeng sendiri biasanya menemani malam-malam hangat sebelum kita tidur dan pastinya dapat menjadi sebuah obat tatkala bosan tengah menyapa. Setidaknya dongeng pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita.

Pada 20 Maret, dunia menyepakatinya sebagai “Hari Dongeng Sedunia”. Mungkin masih terasa asing, atau bahkan tidak pernah terdengar di telinga kita mengenai salah satu hari bersejarah ini. Padahal, berbagai negara di penjuru dunia kerap kali memperingati hari ini lho!

Dilansir dari Kompas.com, hari Dongeng Sedunia atau “World Storytelling Day” ini sejatinya berawal dari Hari Mendongeng Nasional di Swedia. Para pendongeng di sana membuat suatu gerakan bernama All Storytellers Day atau  Alla Beratteres Dag  yang berarti Hari Pendongeng, sekitar tahun 1991 sampai 1992.

Beberapa tahun setelahnya, para pendongeng di Perth, Australia mengadakan peringatan serupa bernama Celebration of Story pada 20 Maret 1997. Hari tersebut juga biasanya dikenal sebagai International Day of Oral Narrators.

Pada waktu yang bersamaan, bertempat di  Meksiko dan beberapa negara di wilayah Amerika Selatan juga turut memperingati tanggal 20 Maret 1997 sebagai Hari Dongeng Nasional. Sejak saat itu dunia sepakat untuk memperingati 20 Maret sebagai Hari Dongeng Internasional.

Jauh sebelum manusia mengenal tulisan, manusia hidup terlebih dahulu dalam budaya oral. Mulai dari menuturkan ilmu, menyampaikan beragam informasi dan pengetahuan semua serba disalurkan melalui lisan. Maka secara garis besar dapat disimpulkan, peradaban yang ada sekarang merupakan bentukan dari cerita-cerita lampau yang dituturkan nenek moyang kita.

Apa Sebenarnya Tujuan Hari Mendongeng Sedunia?

Tujuan utama dari Hari Mendongeng Sedunia ini yaitu untuk mempererat hubungan antar pendongeng , serta menghargai eksistensi mereka yang seiring dengan berjalannya  waktu terus tergantikan oleh perangkat audio atau teknologi digital lainnya. Perayaan ini juga sangat penting dalam menarik perhatian publik dan media terhadap dongeng yang sejatinya merupakan perwujudan seni.

Hari Dongeng Sedunia menjadi sebuah “semprotan” bagi kita semua, terutama orang tua yang masih kurang aktif dalam mengenalkan dongeng kepada anak-anak. Pada hari ini, orang-orang dari seluruh dunia didorong untuk menuturkan ataupun mendengarkan sebanyak mungkin cerita atau dongeng. Hal ini dimaksudkan agar penduduk dunia bisa turut berbagi cerita juga inspirasi, serta belajar satu sama lain tanpa peduli batas regional, waktu, bahasa maupun budaya.

Ilustrasi bacaan dongeng. (sumber : writingcooperative.com)

Pentingkah Hari Dongeng Sedunia Diimplementasikan pada Era Digital?

Justru peringatan Hari Dongeng Sedunia dirasa penting untuk digalakan di era digital seperti sekarang. Hal ini karena menuturkan dan mendengarkan sebuah cerita secara lisan dengan tatap muka dapat mempengaruhi banyak aspek, terutama perkembangan bahkan kepribadian dari seorang anak di masa dewasanya kelak.

Selain itu, menuturkan dan mendengarkan sebuah cerita secara lisan bisa menciptakan suatu hubungan emosional dan psikologis antara pendongeng dan pendengar, sesuatu yang tentunya tidak akan bisa tergantikan melalui berbagi cerita dalam media digital.

Lebih dari itu, mendongeng dapat memancing daya pikir dan mengembangkan imajinasi. Dari dongeng, anak-anak dapat belajar mengenai karakter, sifat, kebiasaan, norma, serta nilai moral yang terdapat dalam dongeng, dan juga menambah wawasan anak. Dongeng mengembangkan daya kritis seseorang sehingga dapat melatih berpikir secara rasional, praktis, dan kreatif. Baik dalam proses pengambilan keputusan maupun penyelesaian masalah. 

Dengan dongeng, anak-anak diajarkan untuk tidak kehabisan akal. dari jalinan kisah yang didengarnya, dongeng menumbuhkan empati anak dan mengembangkan rasa sosial anak. Kata demi kata yang didengarnya juga akan menambah kosakata anak. Mendongeng juga dapat merangsang minat baca pada anak. Secara tidak langsung anak-anak didorong untuk bisa membaca.

Bagi remaja, membaca dongeng dapat menjadi sebuah wadah untuk bernostalgia juga mengistirahatkan diri sejenak dari penatnya bacaan romansa. Terutama saat tengah berada dalam lingkungan yang mengharuskan kita untuk self quarantine, pastinya dongeng dapat menjadi sebuah sarana rekreasi yang menyenangkan bagi otak kita.

Selaras dengan pengertian dongeng dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang mengartikan dongeng sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi atau perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar. Sebenarnya dongeng bermakna lebih dari itu.

Penulis : Echa Carissima

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here