Coronavirus Lockdown: How It Impacts Jatinangor

By: Anas

Menyikapi perkembangan kasus Covid-19 atau Coronavirus di Indonesia, beberapa institusi pendidikan di Jatinangor membatasi kegiatan di lingkungan kampus. Salah satunya adalah Unpad. Pada pertengahan Maret, pihak rektorat Unpad menerbitkan surat edaran yang berisi peralihan sistem kuliah di kampus menjadi kuliah daring. Selanjutnya, pihak rektorat Unpad juga menghimbau mahasiswa untuk pulang ke daerah masing-masing karena kuliah daring akan berlangsung hingga akhir semester genap 2020. Lantas, bagaimanakah nasib Jatinangor kini yang biasanya dipenuhi hiruk pikuk kehidupan mahasiswa?

Salah satu gerbang masuk Unpad, yakni Gerbang Lama (Gerlam) ditutup mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai batas waktu yang tak tertentu. Pembatasan akses masuk ke wilayah kampus ini berlaku untuk civitas dan umum. Akibatnya, seluruh wilayah kampus Unpad Jatinangor terlihat sangat lengang.

Bisa dilihat bahwa jalan utama Jatinangor arah Sumedang masih dilewati sejumlah kendaraan. Namun, jalan ini tetaplah sepi apabila dibandingkan dengan waktu pandemi Covid-19 belum mengancam seperti sekarang.

Suasana sepi menyelimuti berbagai wilayah di Jatinangor. Salah satunya adalah Caringin. Daerah ini biasanya macet dan ramai dengan mahasiswa, kini sangat sunyi.

Berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Jatinangor turut berperan menahan laju Coronavirus di Kabupaten Sumedang. Salah satunya adalah Puskesmas Jatinangor. Puskesmas Jatinangor memberlakukan pemberdayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan menyediakan hand sanitizer bagi umum.

Puskesmas Jatinangor mengalihkan tempat pelayanan warga dengan gejala Covid-19 seperti batuk dan demam di luar gedung. Namun, langkanya Alat Pelindung Diri (APD) tidak menghentikan pelayanan petugas puskesmas. Sebagai ganti dari gaun pelindung, mereka menggunakan jas hujan plastik, yang tentunya kurang efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here