Meningitis, si Marabahaya yang Samar

0
55
Meringitis merupakan penyakit di balik meninggalnya sosok Glenn Fredly, lalu apa itu meringitis ? ( sumber : John Hopkins Medicine )

Awal April ini, Indonesia kehilangan sosok musisi melegenda yang selalu membekaskan karyanya dalam hati para penggemarnya, Glenn Fredly. Si pelantun “Januari” ini menutup usianya pada pukul 18.47 WIB di RS Setia Mitra Fatmawati akibat adanya komplikasi meningitis.

Secara kronologis, dijelaskan oleh kerabat Glenn bahwa Penyanyi kelahiran Jakarta ini sudah dirawat inap di rumah sakit sejak hari Senin yang lalu sebelum kondisi kesehatannya menurun. Di tahun dimana dunia sedang diguncang oleh pandemi membuat banyak orang berspekulasi mengenai penyebab lain perginya sosok Glenn Fredly, namun pihak keluarga dan rumah sakit dengan sigap menjawab bahwa meningitis merupakan penyebab utama sang musisi mengalami penurunan kesehatan.

Apa itu Meningitis?

Mengutip dari Alodokter.com, Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada daerah meningen; lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri, jamur, virus, atau parasit. Meningitis juga rentan terjadi jika sistem imun tubuh mengalami kelemahan.

Meningitis merupakan penyakit yang sulit dikenali dari gejala awal, karena memiliki persamaan dengan orang yang memiliki gejala flu, demam, dan sakit kepala. Umumnya, orang yang terindikasi Meningitis memiliki benjolan di kepala, dan pada tahap yang parah dapat menimbulkan kejang atau kaku di leher dan gagal ginjal..

dr. Yusi Amalia Sp. S, dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Awal Bros, lewat Kompas.com mengatakan bahwa penyakit Meningitis terbagi menjadi dua golongan. Pertama adalah Meningitis Serosa, terjadi karena adanya pembengkakan selaput yang disertai cairan jernih, disebabkan oleh kuman TBC dan virus.

Kemudian, yang kedua adalah Meningitis Purulenta, atau Meningitis bakteri yang sifatnya akut, dikarenakan meningitis yang disebabkan oleh bakteri memiliki tingkat kefatalan yang lebih tinggi.

Gejala Meningitis

Dilansir dari Healthline, gejala yang ditunjukan memiliki perbedaan yang tidak begitu jauh. Pasien yang mengidap Meningitis Serosa (virus) cenderung memiliki keluhan berupa sakit kepala, muntah, sakit tenggorokan, nyeri otot, demam, dan munculnya ruam tidak gatal di sekujur tubuh.

Sementara pasien yang mengidap Meningitis Purulenta (bakteri) cenderung mengalami panas tinggi, mual, muntah, gangguan pernafasan, kejang, berkurangnya nafsu makan, dehidrasi, dan sembelit.

Penyebaran Meningitis

Dalam penyebarannya, seseorang cenderung mudah tertular jika ia berada di satu tempat padat yang sama dengan seorang pasien Meningitis. Saluran nafas merupakan tempat masuk utama dari penularan penyakit meningitis. Bakteri-bakteri berpindah lewat pertukaran udara dari pernafasan ataupun hasil keluarnya nafas dari tenggorokan.

Kondisi penularan meningitis umumnya terjadi di wilayah dengan sosio-ekonomi rendah, lingkungan padat seperti asrama, rumah susun, kamp jemaah haji dan tentara, dll, dan orang yang memiliki riwayat ISPA. Hal inilah yang menyebabkan meningitis rentan terjadi di negara berkembang dibandingkan negara maju. Sebagian kasus meningitis memuncak ketika memasuki musim panas, sehingga negara dengan iklim tropis memiliki angka pengidap yang lebih tinggi.

Bagaimana mengatasinya?

Tiap penyakit tentunya memiliki cara untuk dicegah lewat tindakan preventif, ataupun pertolongan lewat perawatan secara medis. Untuk mencegah timbulnya gejala-gejala resiko indikasi terkena penyakit Meningitis dapat dimulai lewat tindakan mengurangi kemungkinan penyebaran. Diantaranya:

  1. Cuci tangan yang bersih sebelum makan dan sesudah dari toilet
  2. Menjaga jarak dengan orang yang terinfeksi
  3. Menggunakan masker jika sedang sakit
  4. Rutin berolahraga
  5. Memilih makanan yang telah dipasteurisasi
  6. Istirahat yang cukup
  7. Pemberian vaksin atau imunisasi untuk melindungi dari bakteri dan virus

Untuk pertolongan perawatan secara medis, berkonsultasi dengan dokter jika merasakan adanya gejala merupakan langkah awal yang baik. Deteksi dini sangat membantu tenaga medis untuk melawan Meningitis sebelum pasien yang mengidap gejala berlanjut ke stadium yang lebih tinggi. Meningitis virus cenderung lebih jinak dan dapat sembuh dengan sendirinya, walau begitu berkonsultasi dengan dokter agar mendapat arahan mengenai tindakan yang harus dilakukan tetap diperlukan.

Menurut WHO, terdapat sekitar 1,2 juta kasus meningitis di dunia setiap tahunnya, bahkan angka kematian dapat mencapai 135.000 jiwa pertahun. Oleh karena itu, meningitis bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh. Tak hanya Glenn Fredly, terdapat pula public figur lain yang gugur berjuang melawan meningitis, diantaranya adalah Olga Syahputra dan Giska Putri Agustina Sahetapy.

Penulis: Malika Ade Arintya
Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here