Apa Kata Kema Unpad Mengenai Karantina Selama Pandemi Berlangsung?

0
171

Pihak Universitas Padjadjaran membatasi akses masuk kampus dan mengalihkan kegiatan tatap muka pada perkuliahan menjadi metode kuliah daring atas dampak dari pandemi Covid-19. (foto : Anastasia)

SUKABUMI, Warta Kema – COVID-19 atau Corona Virus Disease-2019 telah ditetapkan sebagai pandemi atau wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas oleh organisasi kesehatan dunia WHO (11/3).

Pihak Universitas Padjadjaran sendiri langsung melakukan tindakan cepat melalui Surat Edaran Rektor mengenai Tindak Lanjut Kesiapsiagaan Menghadapi Ekskalasi Covid-19, terhitung dari 18 Maret 2020 hingga semester genap ini berakhir.

Bagi Athaya, mahasiswi FMIPA Unpad 2018 asal Cimahi yang memilih untuk pulang ke rumahnya sejak minggu pertama perkuliahan daring dilakukan. Ketika ditanya mengenai kondisinya di rumah, ia mengatakan bahwa dirinya dan keluarga berada dalam keadaan yang baik-baik saja.

“Alhamdulillah aman, tapi mungkin pas awal-awal wabah ini masuk ke Indonesia keluarga aku sempet agak parno dan sedikit panik.” ujar Athaya ketika diwawancarai via aplikasi daring Twitter.

Berbeda dengan Tyas, mahasiswi farmasi 2016 yang sedang menyelesaikan skripsinya dan memilih untuk menetap di Jatinangor. Tyas sendiri berasal dari Banten, namun karena pandemi ini ia lebih memilih untuk menetap di indekosnya yang berada di Hegarmanah, Jatinangor ketimbang untuk kembali ke kampung halamannya.

“Awalnya karena emang rencana mau mulai penelitian tanggal 18 Maret itu kan, taunya pas hari Sabtu atau Minggu ada himbauan buat gak ke kampus. Jadinya nunggu kabar selanjutnya dari kampus.” papar Tyas ketika ditanya mengenai alasannya menetap di Jatinangor.

Di wilayah Jatinangor sendiri, masih ada beberapa mahasiswa yang memilih menetap dengan berbagai alasan tertentu. Kendala seperti jarak rumahnya yang jauh, tidak sempat pulang, masalah keluarga, hingga menyelesaikan penelitian secara daring menjadi alasan tersendiri untuk menetap di perantauan. Pihak Unpad sendiri sudah memberikan bala bantuan, salah satunya seperti menempatkan beberapa mahasiswanya di Asrama Unpad agar berbagai kebutuhan pangan dapat tetap terpenuhi.

Karena pandemi ini, kegiatan perkuliahan terpaksa dilakukan secara daring oleh mahasiswa Unpad menggunakan berbagai platform. Namun sisi positifnya, mahasiswa menjadi memiliki waktu luang untuk melakukan berbagai kegiatan selama karantina di rumah. Seperti halnya Athaya, ia memilih untuk belajar memasak berbagai menu makanan dan membantu orang tuanya.

Berbeda halnya dengan Tyas yang masih bertahan di Jatinangor, ia lebih memilih untuk fokus terhadap tugas akhirnya. Hal ini dikarenakan dosen pembimbingnya memberikan keringanan dengan menunda lini masa penelitian skripsi dengan article review.

Di akhir wawancara, mahasiswi asal Banten ini menitip salam semangat pada mahasiswa-mahasiswi tingkat akhir Unpad yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Ia berharap teman-teman mahasiswa tingkat akhir dapat semangat menyelesaikan skripsinya meskipun masih “digantungin” oleh berbagai macam pihak.

Selain itu, ia juga berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar Kema Unpad bisa kembali menjalani aktivitasnya sehari-hari di kampus sebagaimana mestinya dan dapat bertemu kembali dengan teman-teman di kampus tercinta.

Reporter : Erfransdo

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here