MEMPERINGATI HARI PUISI: KUMPULAN PUISI ‘HARAPAN JUANG’

0
34

Dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional, Warta Kema melakukan penerimaan terbuka karya puisi untuk berbagai tema. Berikut adalah kumpulan puisi yang telah Warta Kema himpun dari Sobat Warta dalam tajuk ‘Harapan Juang’.

Tulang Punggung

Oleh: Kriscahyani, Universitas Padjadjaran

Setiap Hari,

seorang Bapak berpakaian lusuh

yang rutin bepergian dengan kuda besi

dan tumpukkan barang dagang di belakangnya

tak melihat kawanan burung

yang bertengger di atas kabel-kabel telepon

tak memperhatikan pohon besar

yang berdiri di sela-sela bangunan

tak pula menyadari tajuk bunga

yang melambai di tepi jalan

ia sibuk mengejar waktu

menorehkan pandangan ke kanan kiri sekilas

di tengah pergantian lampu lalu lintas

membayangkan wajah anak-anaknya yang tertawa lepas

sambil melafazkan doa penghilang kerisauan

pikirnya dapat meringankan rumit kehidupan

suatu hari di tengah perjalanan,

Ia luput mengawas laju kencang dari arah seberang

badannya terseret dan punggungnya

membentur pembatas di sisi jalan

dagangannya menghambur berserakan

kawanan burung terbang ke Selatan

daun-daun pohon berguguran

dan bunga liar memandangnya lirih dari ujung jalan

sayup-sayup ia melihat bayangan anak-anaknya menahan isak dan kerinduan.

Seorang Bapak berpakaian lusuh

yang rutin bepergian dengan kuda besi itu

dan tumpukkan barang dagang di belakangnya

dicintai dan dibanggakan,

oleh keluarganya

oleh penduduk langit

sehabis ini ia akan rehat di Surga.

***

Aceh-ku Pulau Kedamaian Syariat

Oleh: Putri Nabila, Universitas Padjadjaran

Di sebelah barat Indonesia, sebuah pulau terdiam khitmat

Pulau Aceh di ujung Sumatera

Tanah suci menyelimuti aqidah dan ibadat

Laksana berlabuh syariat Islam di lautan Samudra Hindia

Masa kelam sudah berlalu

Tetesan darah pahlawan menyerbu bumi Aceh

Butir-butir darah menari di atas tanah

Pedang dan tombak berlari mengejar lawan, menusuk hingga menutup mata selamanya

Demi mempertahankan Aceh kembali menari dan tertawa

Sembari hidup tenang, damai nan setausa

Kini…

Pulau Aceh-ku Pulau Pariwisata

Tempat nuasa indah, permai, sejuk senantiasa

Gunung-gunung berbaris rapi mengikuti arus perbukitan

Air terjun dari bukit tergelicir dan berkumpul bersama

Laut dihiasi gelombang bergulung tinggi, turun melebah jatuh ke bawah

Sungguh menawan alam Aceh

Menyejukkan hati setiap kali berkedip akan indahnya alam semesta

Bangkitlah Aceh-ku!!

Keadaanmu mulai menerawang akan perubahan

Kedamaian akan menyertaimu hingga akhir masa

Perluaskan syariat Islam sebarkan ke ujung dunia

Menggenggam akan persatuan yang bersahaja menaklukkan bangsa

Sadarlah..

Syariat Islam setia hidup bersama di Tanah Suci Aceh

Hapuskan noda noda hitam keangkuhan, sebarkan peradaban di jiwa

Menempuh ke’arifan dalam bumi Aceh

Sampai akhir waktu di Akhirat nanti.

Penyunting: Allisa Salsabilla Waskita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here