Keluh-Kesah Kuliah Daring : Dari Tugas Hingga Proker

0
121
Ilustrasi perkuliahan daring (sumber : glints.com)

Jatinangor, Warta Kema – Universitas Padjadjaran sejak 18 Maret lalu telah melaksanakan perkuliahan daring dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Hal ini sesuai dengan surat  edaran nomor 75/UN6.WR/TU/2020. Berdasarkan surat tersebut proses perkuliahan daring akan  dilaksanakan hingga 19 Juni 2020.

Dengan diadadakannya perkulihan daring tersebut membuat sebagian besar mahasiswa Unpad mengeluh karena kurangnya efektivitas pembelajaran, terhambatnya program kerja  hingga kerinduan dengan teman perkuliahan. Hal ini diucapkan oleh beberapa mahasiswa, salah satunya Yuriga Salsya mahasiswi Fakultas Teknologi Industri Pertanian.

Menurutnya, perkuliahan dengan metode daring ini dirasa kurang efektif karena terdapat kesulitan ketika harus menyerap materi yang disampaikan. Selain itu batas antara tugas-tugas yang diberikan dengan waktu pengumpulan tugas menurutnya kurang sesuai.

 “Menurut aku pribadi jujur kurang efektif dan kurang nyampe ilmunya, apalagi ditambah dengan tugas-tugasnya.” ujar mahasiswi semester dua ini.

Hal lain juga disampai oleh mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi yang tidak mau disebutkan namanya. Beberapa mata kuliah praktikum yang diberikan secara daring menurutnya tidak efektif untuk pembelajaran. Selain itu, ia juga merasa keberatan dikarenakan kurangnya waktu istirahat saat kuliah daring.

“Kayak engga dikasih waktu buat istirahat, udah selesai kuis atau tugas terus UTS terus pretest.” ujarnya saat diwawancarai via pesan singkat.

Selaras dengan mereka bagi Dini Fitriani, mahasiswi Fakultas Peternakan mengeluhkan apa yang terjadi saat kuliah daring, utamanya tentang program kerja organisasinya. Baginya, karena kegiatan terpaksa dilakukan secara daring tentu membuatnya harus memutar otak untuk menyusun ulang program kerja dan menyesuaikannya dengan kondisi seperti sekarang ini.

“Namun saya dan teman-teman di organisasi berinisiatif tetap melaksanakan kegiatan dengan mengubah metode menjadi online menyesuaikan dengan kondisi saat ini,, yaa contohnya diklat online.” terangnya ketika dihubungi via Twitter.

Selain itu, ia juga telah mempersiapkan  program kerja pengganti akibat beberapa program kerjanya tak dapat terlaksana dengan baik karena pandemi. Dimulai dengan mematangkan konsep, membuat kembali jadwal dan memperbaikinya kembali. Memang cukup ribet, tapi hal ini menjadi tantangan sendiri dalam pelaksanaan program kerja di tengah pandemi.

“Saya dan teman selaku pengurus harus siap dengan membuat kembali jadwal kegiatan serta konsep yang nantinya akan dilaksanakan dan menyesuaikan dengan proker agar tidak bentrok di semester depan,” Jelasnya ketika disinggung perihal langkah yang akan diambil organisasinya dalam masalah ini.

“Harapannya walaupun kondisi seperti ini, proker yang telah direncanakan pada pengurusan 2020 tetap bisa mendapatkan output setiap kegiatan serta dapat terlaksana dengan baik” pungkasnya.

Perkuliahan daring menjadi sorotan saat masa pandemi Covid-19. Sebagian besar mahasiswa merasa kurang nyaman atas perkuliahan daring, terutama perihal mekanisme yang terhambat oleh berbagai aspek hingga pemberian tugas-tugas yang dirasa memberatkan.

Meski begitu, pihak terkait telah memberikan intruksi agar tugas yang diberikan kepada para mahasiswa tidak terlalu berat. Aktvitas  perkuliahan maupun kegiatan non akademik di perkuliahan juga  menjadi terhambat saat masa pandemi Covid-19 ini. Tetapi, semua pihak seharusnya dapat bersinergi dengan baik dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Reporter : Raka Putra Pratama

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here