MEMPERINGATI HARI PUISI: KUMPULAN PUISI ‘KOMPARASI RASA’

0
46
(Illustrasi: catorze.cat)

Dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional, Warta Kema melakukan penerimaan terbuka karya puisi untuk berbagai tema. Berikut adalah kumpulan puisi yang telah Warta Kema himpun dari Sobat Warta dalam tajuk ‘Komparasi Rasa’.

Yang Dikelabui Akal

Oleh: Tatiana Ramadhina, Universitas Padjadjaran

Mulut-mulut itu seringkali begitu angkuh

Merasa bangga atas keberhasilannya

Merasa telah menjadi pemenang

Pemenang akan kuasa diri,

yang tak terbelenggu rasa, batin, emosi.

Mereka berpesta merayakan kehebatannya

Seakan sudah pahami buana

Semesta ini kejam, jangan bergantung pada hatimu.”

Lalu mereka memilih diperbudak akal

Memilih mengabdi, sepenuhnya, seluruhnya.

Sedang sesungguhnya tak ada yang lebih baik

Ketika ‘terlalu’ menjadi kuasanya

Apa guna dikendalikan akal, dan-

menolak ‘tuk meraba rasa sekali saja

hingga tanpa sadar

menaruh luka,

menanamnya,

sampai ia tumbuh subur

Di setiap kalbu, mereka yang teranggap ‘lemah’.

***

Untuk Rembulan

Oleh: Bella Ulin Nikmah, Universitas Gajah Mada

Kau terlihat sembab, rembulan

Nyatanya, tiada satu kelopakmu barbur

Kuterka sudah,

Kau pasti berbalah dengan surya!

Perihal apa?

Pilih malam atau pagi?

Pilih senja atau fajar?

yang benar saja, Rembulan!

Hingga sampai waktu surya ayun-temayun,

Bestarimu tiada tanding

Didedikasikan untuk setiap insan yang merasa insecure atas dirinya dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Sadarlah rembulan, kau dicinta! 

***

Untuk Sebuah Perjuangan

Oleh: Luciana Anjani, Universitas Padjadjaran

Menangislah jika merasa sedih

Menangislah jika merasa resah

Menangislah jika disakiti

Menangislah jika tak dapat mencapai ambisi

Tak ada syarat mutlak untuk menangis

Bahkan seorang tentara kuatpun boleh menangis jika menginjak linggis

Jangan pernah berdusta untuk sebuah kata bahagia,

jika sedih adalah anugrah juga.

Bagi ku, kau mampu bertahan hingga batas yang ditentukan

Bagi ku, kau punya dua kekuatan itu, hati dan pikiran

Keduanya bisa saling menyempurnakan untuk kau gunakan.

Semangat berjuang demi sebuah kemenangan!

Penyunting: Allisa Salsabilla Waskita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here