Photostory: Suasana Puasa di Jatinangor Selama PSBB

0
25

Tak terasa sudah dua minggu lamanya umat Muslim berpuasa di bulan Ramadhan ini. Namun, puasa tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama di Jatinangor. Sebab, banyak dari Kema Unpad yang pulang ke kota asal pasca penularan COVID-19 yang semakin meluas. Akibatnya, puasa di Jatinangor terasa tidak begitu semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Walaupun begitu, kegiatan masyarakat selama masa puasa tetap berjalan di kecamatan kecil ini. Seperti apa sih suasana puasa di Jatinangor kali ini? Mari kita simak!

Tanggal pengambilan: Sabtu, 2 Mei 2020

Pada dini hari yang dingin, sejumlah pemuda membunyikan drum dan berseru-seru sepanjang jalan Sukawening demi mengingatkan seluruh warga untuk sahur.

Tanggal pengambilan: Sabtu, 2 Mei 2020

Bingung makan apa saat sahur? Bapak ini siap mengisi perutmu dengan semangkuk bakwan Malang yang hangat. Walaupun begitu, beliau sempat mengeluhkan penjualan yang menurun karena Jatinangor sepi dari mahasiswa.

Tanggal pengambilan: Kamis, 7 Mei 2020

Di siang hari, pelaksanaan PSBB tetap berjalan di Jatinangor. Untuk memastikan PSBB berjalan lancar, terdapat sejumlah posko pengamanan. Salah satunya terletak di Kantor Kecamatan Jatinangor.

Tanggal pengambilan: 7 Mei 2020

Dulu, banyak warga dan mahasiswa mengunjungi pasar Ramadhan di Bale Pabukon untuk ngabuburit dan mencari makanan berpuka puasa. Namun, tahun ini tidak demikian. Demi mencegah kerumunan massa, bazaar Ramadhan di Bale Pabukon harus ditiadakan.

Tanggal pengambilan: 7 Mei 2020

Untuk mengisi waktu luang sebelum buka puasa, terlihat sejumlah warga bersepeda bersama sambil menikmati sepinya jalanan Jatinangor.

Tanggal pengambilan: Minggu, 26 April 2020

Bukan hanya Bale Pabukon yang terlihat sepi, sepanjang jalan Ciseke pun demikian. Kepulangan banyak mahasiswa mengakibatkan jalan Ciseke yang biasanya ramai, menjadi begitu lenggang.

Tanggal pengambilan: Minggu, 26 April 2020

Meskipun jalanan Jatinangor lebih sepi dari biasanya, ibu ini tetap sabar berjualan es buah dan aneka takjil lainnya di jalan Ciseke.

Tanggal pengambilan: Minggu, 26 April 2020

Selain para pedagang takjil Jatinangor, bapak pedagang sate di depan kosan Jacopo juga merindukan hiruk-pikuk warga saat bulan Ramadhan. Walaupun begitu, ia tetap berdagang seperti biasa.

Tanggal pengambilan: Minggu, 26 April 2020

Banyak tempat makan di Jatinangor yang menuruti kebijakan PSBB Sumedang. Salah satunya adalah Warteg Sukawening yang mengharuskan pembeli untuk membungkus makanannnya ketimbang makan di tempat.

Tanggal pengambilan: Sabtu, 2 Mei 2020

Wabah COVID-19 ini kerap membuat masyarakat menjadi lebih kreatif. Terinspirasi dari kebijakan lockdown di berbagai wilayah, ibu ini menyelipkan kata “lockdown” sebagai nama dari dagangan makanannya.

Begitulah suasana puasa tahun ini di Jatinangor. Jalanan yang sunyi, para pedagang yang rindu keramaian pembeli, hingga pembatasan berbagai kegiatan menjadi bagian dari cerita di bulan Ramadhan kali ini. Walaupun demikian, masyarakat Jatinangor tetap optimis. Sebab, hal terpenting dari wabah ini adalah bisa tetap sehat meskipun COVID-19 merajalela di mana-mana. Semoga Kema Unpad juga senantiasa turut optimis ya. Tetaplah di rumah dan keluar seperlunya. Jaga kesehatan dan semangat menjalankan ibadah puasa, demi menyambut hari kemenangan.

Oleh : Anastasia Gabrielle

Penyunting : Allisa Salsabilla Waskita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here