Harapan Mahasiswa Unpad Mengenai Permasalahan UKT Semester Mendatang

0
45

ilustrasi pembayaran ukt (sumber : fundyourcollege.com)

Dua bulan sudah kegiatan perkuliahan terpaksa harus dialihkan menjadi kuliah daring akibat pandemi COVID-19. Pandemi ini tentunya sangat berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, termasuk bagi mahasiswa yang memiliki kewajiban untuk memenuhi pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Merosotnya ekonomi ini membuat banyak mahasiswa Unpad yang mengharapkan adanya keringanan UKT semester depan. Hal ini dikarenakan pandemi yang sangat besar pengaruhnya terhadap kondisi finansial.

Beberapa waktu lalu BEM Kema Unpad melakukan survei untuk mengetahui pengaruh kondisi ekonomi mahasiwa terhadap pembayaran UKT. Warta Kema Unpad juga melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa mengenai hal tersebut, untuk mengetahui harapan mahasiswa Unpad tentang UKT semester depan.

Survei BEM Kema Unpad

Dalam rangka mengadvokasikan kebijakan UKT Unpad semester depan, BEM Kema Unpad melakukan survei pada 9 Mei lalu mengenai Pengaruh Kondisi Ekonomi Mahasiswa dalam Pemenuhan Pembayaran UKT, yang nantinya juga akan dijadikan kajian oleh Departemen Kajian Strategis BEM Kema Unpad. Hasil survei tersebut kemudian diunggah di akun Instagram @datakemaunpad pada Senin (18/5) lalu.

Para responden dalam survei tersebut berasal dari berbagai kampus Unpad yaitu Jatinangor, Garut, dan Pangandaran. Sebanyak 2.249 responden berasal dari Kampus Unpad Jatinangor, 86 responden berasal dari Kampus Unpad Garut, dan 273 responden berasal dari Kampus Unpad Pangandaran.

Sekitar 1.721 responden dari Kampus Unpad Jatinangor mengharapkan adanya pemotongan UKT, 233 responden menginginkan adanya bebas UKT, 92 responden berharap adanya penyesuaian ulang, dan 44 lainnya mengharapkan adanya peringanan bagi mahasiswa semester akhir.

Sementara responden dari Kampus Unpad Garut dengan hasil survei tersebut menunjukan bahwa 47 responden mengharapkan penurunan UKT, 26 responden berharap adanya penyesuaian ulang, 6 responden menginginkan UKT digratiskan, 7 responden lainnya menginginkan hal lain.

Sedangkan responden dari Kampus Unpad Pangandaran 112 diantaranya mengharapkan adanya penurunan UKT, 79 responden berharap adanya penyesuaian kembali UKT, dan sisanya berharap hal lain.

Alasan utama dari responden yang menginginkan keringanan UKT tersebut adalah masalah finansial di tengah pandemi. Hasil survei menunjukan bahwa alasan  finansial menjadi faktor utama dalam harapan keringanan UKT semester depan. Hampir seluruh responden dalam survei tersebut mengatakan pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap ekonomi keluarga.

Harapan Kema Unpad

Selain hasil survei BEM Kema Unpad yang menunjukan mahasiswa Unpad berharap tentang keringanan UKT semester depan, Warta Kema juga melakukan wawancara untuk mengetahui harapan mahasiswa Unpad tentang UKT semester depan. Beberapa narasumber yang diwawancarai adalah Suherman mahasiswa jurusan Statistika Unpad dan Mila mahasiswi Peternakan Unpad. Mereka mengharapkan adanya keringanan UKT dari pihak Unpad.

Suherman berpendapat UKT semester depan harus diturunkan bagi mahasiswa yang kurang mampu. Namun apabila UKT semester depan tetap seperti biasanya, perlu adanya alokasi dana untuk kuota internet. 

“Menurut saya UKT harus diturunkan bagi mahasiswa yang kurang mampu. Bisa saja tetap diadakan tetapi untuk kuota internet dialokasikan dari UKT.” Ujarnya ketika dihubungi via pesan daring.

Namun, Suherman tidak menginginkan UKT semester depan dibebaskan. “Kalo untuk UKT ditiadakan saya tidak setuju, karena menurut saya masih banyak dosen yang bekerja totalitas untuk memenuhi jadwal mata kuliah.” Tambahnya.

Bagi Mila, ia merasa keberatan atas pembayaran UKT di semester depan dikarenakan masalah finansial akibat pandemi. “Berhubung masalah pandemi ini semuanya jadi masalah. UKT yang cuman segitu aja (UKT golongan 1) jadi bikin bingung.” Jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Peternakan ini juga mengatakan bahwa orang tuanya berhenti bekerja saat pandemi berlangsung. Sehingga hal tersebut membuatnya cukup keberatan dalam menghadapi pembayaran UKT di semester mendatang.

Kemudian dia berpendapat perlu adanya kebijakan pengurangan UKT dari pihak Unpad sendiri. “Maunya sih penangguhan atau pengurangan biaya UKT. Harusnya Unpad juga paham, di masa-masa sekarang keadaan engga akan cepet membaik.” Harapnya di tengah keadaan ini.

Dia juga sangat berharap adanya bantuan kuota internet dari pihak Unpad. “Sebulan seratus ribu perkepala rasanya engga akan tiba-tiba membuat Unpad bangkrut. Maksudnya bener-bener harus ngerti juga gitu, engga semua mahasiswa berasal dari keluarga mampu, yang engga Bidikmisi bukan berarti hidupnya aman-aman aja”. Pungkasnya.

Reporter : Raka Putra Pratama

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here