Bagaimana Pendapat Kema Unpad Mengenai Wisuda Online?

0
75
Ilustrasi wisuda (sumber : LLDIKTI Wilayah III)

SUKABUMI, Warta Kema – Sudah lebih dari dua bulan pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Dua bulan pula mahasiswa Unpad melakukan aktivitas perkuliahannya secara daring di rumah masing-masing maupun di indekos bagi yang tidak pulang ke rumah. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang harus rela tidak pergi mudik ke kampung halamannya untuk mencegah penularan COVID-19 lebih luas lagi sesuai anjuran pemerintah.

Sebagai upaya untuk mengurangi korban yang terjangkit virus mematikan ini, pemerintah pun menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah yang cukup rawan. Hal ini tentu berdampak pada aktivitas masyarakat yang kian terganggu.

Pandemi ini berdampak pula terhadap mahasiswa akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir maupun yang sudah mendapatkan titel sarjana namun belum wisuda. Bagaimana tidak, jika pandemi ini masih terus berlangsung, wisuda online akan menghantui para mahasiswa Unpad maupun mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Terlebih, sudah ada perguruan tinggi yang melaksanakan prosesi wisudanya secara daring tersebut.

Ujang Cahya Perkasa mahasiswa Fakultas Peternakan angkatan 2016 asal Sukabumi ini pun turut mengkhawatirkan hal ini. Ketika diwawancarai melalui aplikasi WhatsApp, ia tidak ingin jika wisuda dilaksanakan secara online.

“Ya bener sih itu tadi salah satu pencapaian kuliah itu selain dapet ilmu, dapet gelar, juga bisa ngerasain wisuda gitu lho atas apa yang selama ini dilakuin. Bukan wisuda online tapinya. Entah itu sampe kapan pandemi ini ya lebih baik menunggu semua keadaan bener-bener baik.” Papar Ujang Cahya ketika ditanya mengenai kesediannya melakukan wisuda online.

Ia menambahkan, saat ini sedang melakukan bimbingan daring bersama dosen pembimbingnya di kampung halaman. Bahkan sebenarnya bulan Mei adalah targetnya untuk di wisuda, namun apa boleh buat prosesi wisuda itu harus tertunda.

“Sebenernya sekarang juga udah ngeganggu jadwal wisuda sih, karena saya juga target wisuda itu bulan Mei tapi ditiadakan. Saya berharap sih jangan online, tapi harus diundur atau ditunda.” Tegasnya.

Berbeda halnya dengan mahasiswi Fakultas Pertanian 2016 asal Majalaya bernama Novi Arni Nurmades yang bertentangan dengan pendapat Ujang Cahya. Ketika ditanya mengenai wisuda online, ia menyatakan kesediaannya.

“Kalau menurut aku disesuaikan aja sama kondisi sekarang. Setahu aku kalau di Unpad sendiri dapet ijazahnya pas wisuda kan ya? Jadi daripada nunggu kejelasan yang nggak pasti, sementara kita butuh ijazah, ya mending wisuda online aja demi kebaikan bersama.” Paparnya ketika diwawancara melalui aplikasi WhatsApp.

Saat ini, Novi pun harus rela penelitiannya tertunda karena belum bisa menuju kampus tempat di mana penelitiannya dilakukan. Namun rencananya bulan Juni nanti ia akan mencoba ke kampus untuk melanjutkan penelitiannya.

“Tapi insya Allah bulan Juni mau maksain ke laboratorium di kampus supaya bisa jalan langsung. Soalnya aku nggak mau kalau harus bayar UKT lagi.” Jelas Novi.

Terakhir, baik Ujang Cahya maupun Novi berharap bahwa perlu adanya kejelasan mengenai wisuda ini, apakah akan tetap dilaksanakan secara online ataupun ditunda dalam waktu tertentu sehingga para mahasiswa akhir lainnya dapat mengerti akan hal ini.

Reporter : Erfransdo

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here