Apa Itu Teori Konspirasi dan Mengapa Banyak Pengikutnya?

0
26
Ilustrasi iluminati (sumber : geotimes.co.id)

Belakangan ini kita kerap kali melihat berbagai pemberitaan maupun utas di media sosial mengenai teori konspirasi, termasuk teori konspirasi mengenai COVID-19 dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka mengatakan bahwa virus corona ini merupakan sebatas konspirasi belaka yang dibuat oleh para elit dunia. Ada pula yang mengatakan bahwa virus corona merupakan virus yang dibuat oleh Bill Gates yang takut karena Microsoft akan tersaingi oleh Apple, dan masih banyak teori konspirasi lain yang lalu lalang di media.

Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan teori bahwa bumi itu datar dan matahari sebenarnya berada di dalam Mall Kubah seperti yang dicetuskan oleh Robbie Davidson, salah seorang penggagas Konferensi Bumi Datar di Amerika Serikat. Ia meyakini jika bumi, matahari, bulan dan bintang-bintang berada di semacam kubah, teori yang banyak diamini oleh penganut Bumi datar. Adapun foto-foto Bumi bulat disebutnya hanyalah rekayasa aplikasi Photoshop.

Di Indonesia sendiri, teori konspirasi yang cukup sering  terdengar ialah bahwa Soerharto merupakan dalang di balik hilangnya aktivis 98. Berbagai teori konspirasi tersebut sudah tak asing lagi di telinga kita, bahkan menjadi sulit dibedakan antara konspirasi dengan fakta sebenarnya.

Saya disini tidak akan membicarakan benar salahnya teori-teori tersebut karena saya tidak mau mengambil resiko tiba- tiba dapat Direct Message dari Jerinx ataupun tiba-tiba ada tukang Nasi Goreng (((dengan walkie talkie))) di depan rumah saya. Saya disini akan membahas apa itu teori konspirasi dan mengapa banyak sekali orang yang mempercayainya.

Menurut Cambridge Dictionary, Teori konspirasi adalah “a belief that an event or situation is the result of a secret plan made by powerful people” atau sebuah keyakinan bahwa suatu peristiwa atau situasi adalah hasil dari rencana rahasia yang dibuat oleh orang-orang yang berkuasa. Bisa disebut juga bahwa teori konspirasi adalah teori yang menjelaskan fenomena dengan jawaban yang out of the box.

Ciri-ciri Teori Konspirasi

Teori konspirasi biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri pertama, pandangannya Hitam-Putih. Biasanya, para pembuat teori konspirasi ini melihat dunia dalam sudut pandang yang kompleks.

Ciri kedua, teori konspirasi berputar pada persekongkolan beberapa orang yang punya kekuatan mengatur seisi dunia. Seperti pada definisi dari Cambridge Dictionary tadi, biasanya para pembuat teori konspirasi percaya bahwa semua peristiwa adalah setting-an dari penguasa. Contohnya, kita pasti sering mendengar teori konspirasi yang dihubungkan dengan orang atau negara yang memiliki kekuatan seperti Konoha Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia.

Ciri ketiga, teori konspirasi punya sifat apokaliptik. Contohnya Korea Utara yang mengambangkan Nuklir, dianggap Kiamat. Penyakit baru ditemukan, dianggap Kiamat. Liverpool juara EPL, dianggap kiamat. Segala hal dianggap sebagai akhrir dari dunia.

Kenapa ya Banyak Orang Percaya Teori Konspirasi?

Lalu mengapa banyak sekali orang yang mempercayai teori konspirasi? Menurut Karen M. Douglas, Robbie M. Sutton, dan Aleksandra Cichocka, ada tiga motif yang mempengaruhi orang orang untuk mempercayai teori konspirasi.

Alasan pertama adalah motif sosial, biasanya orang – orang yang mempercayai teori konspirasi adalah orang orang yang merasa citra positif dirinya terancam. Orang – orang seperti ini biasanya mempercayai teori konspirasi dengan ciri kedua yaitu percaya bahwa dunia diatur oleh persekongkolan orang yang memiliki kuasa.

Pada dasarnya mereka lebih menginginkan fokus orang-orang yang ‘mengancam’ citra positifnya berpindah ke orang lain. Para ahli telah percaya bahwa teori konspirasi dapat meningkatkan harga diri pribadi maupun kelompok dengan cara menyalahkan hasil negatif yang terjadi menempel pada diri orang lain.

Mudahnya, motif sosial membuat orang yang percaya ingin menjadi sosok Ranger Merah Pahlawan di mata orang lain. Cara untuk menjadi pahlawan yaitu dengan menjadikan orang lain sebagai penjahatnya.

Kedua adalah motif Epistemik, atau keinginan untuk memperoleh kepastian dan pemahaman. Seperti halnya hubungan, informasi atas sesuatu pun ingin ada kepastian. Percayalah, hubungan yang digantung itu rasanya ga enak!

Motif inilah yang biasanya muncul di tengah pandemi saat ini, orang-orang menginginkan kepastian akan informasi yang mereka dapatkan. Dengan percaya teori konspirasi, seseorang jadi bisa membangun pemahaman yang konsisten, stabil, dan jelas akan suatu permasalahan.

Lalu yang ketiga adalah motif Eksistensial, yaitu orang yang percaya bahwa Pacar teori konspirasi dapat membuat mereka merasa aman dan nyaman. Penelitian menyatakan bahwa orang-orang mempercayai teori konspirasi saat mereka merasa cemas dan merasa power-less. Hal ini seperti yang tertulis dalam buku “Beliefs in Conspiracies Political Psychology” karya M Abalakina-Paap dan kawan-kawannya.

Nah itu dia beberapa penjelasan mengenai Teori konspirasi. Berbicara mengenai sudut pandang Sobat Warta sebagai mahasiswa, kamu akan lebih percaya mengenai teori konspirasi yang berlandaskan cocoklogi, atau jurnal ilmiah yang ‘mungkin’ terdapat indikasi campur tangan dari para penguasa?

Reporter : Muhammad Diaz Afdal

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here