Mencari Titik Temu Perkuliahan Semester Ganjil

0
90
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran, Jatinangor (sumber : wartakota.tribunnews.com)

Pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung mereda. Bahkan kini statistik harian menunjukkan bahwa pertambahan kasus positif hampir selalu menyentuh angka diatas 1000. Hal ini menyisakan pertanyaan: Kapan kehidupan normal dapat kembali berjalan? Tak terkecuali bagi mahasiswa Unpad.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memustuskan bahwa tahun ajaran baru bagi perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Namun dalam pelaksanaannya akan tetap melalui metode daring untuk mata kuliah teori sementara untuk mata kuliah dengan praktikum sebisa mungkin memakai metode daring.

Universitas Padjadjaran sendiri melalui surat Nomor 682/UN6.1.3/KM/2020 sudah menyatakan bahwa seluruh kegiatan kemahasiswaan akan dilaksanakan secara daring pada semester berikutnya. Hal ini menandakan bahwa program kerja seluruh lembaga kemahasiswaan akan menggunakan metode daring. Kegiatan mahasiswa dengan skala yang besar seperti Prabu, PEF, Big Force, dan lain sebagainya harus melakukan perencanaan ulang untuk menghadapi situasi ini.

Melansir dari notulensi audiensi BPM Kema Unpad bersama Direktur Sarana, Prasarana, dan Manajemen Aset  (12/6) menyatakan bahwa kampus Unpad hanya akan dibuka untuk kegiatan praktikum program eksakta dan akan menggunakan protokol kesehatan seperti penyediaan hand sanitizer, physical distancing, dan lain sebagainya. Rektorat Unpad bahkan menghimbau mahasiswa untuk tidak datang ke Jatinangor serta melarang keras berkegiatan di dalam kampus Unpad.

Dari berbagai sumber ini mengartikan bahwa kegiatan akademik dan kemahasiswaan tetap akan dilaksanakan melalui metode daring. Maka kini muncul pertanyaan: Apakah kebijakan ini terlalu prematur jika ditetapkan dari sekarang?

Pemerintah sendiri kini mulai mewacanakan serta menyiapkan tatanan kehidupan normal baru seperti pembukaan kembali fasilitas dan transportasi publik. Pasar, mall, perkantoran, terminal, stasiun, dan lain sebagainya sudah kembali beroperasi dengan beberapa protokol kesehatan.

Lalu kenapa perguruan tinggi tidak ikut mengalami wacana “relaksasi” terhadap wabah ini? Padahal perguruan tinggi masih kurang lebih dua bulan lagi memasuki tahun ajaran baru. Sementara tingkatan pendidikan lain mulai dari SD, SMP, dan SMA yang berada di zona hijau sudah boleh dibuka kembali pada bulan Juli nanti.

Apabila terpaksa kembali melakukan pembelajaran dengan metode daring apakah sudah ada evaluasi terhadap metode ini selama kurang lebih satu semester lalu? Karena mulai dari mahasiswa hingga dosen pun mengeluhkan metode daring ini. Terdapat beberapa kendala seperti jaringan internet yang tidak memadai, pengeluaran biaya untuk kuota yang besar, hingga keterbatasan dosen maupun mahasiswa dalam penggunaan teknologi. Hal-hal seperti ini harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan kebijakan mengenai metode perkuliahan di semester berikutnya.

Banyak mahasiswa pun mengeluhkan kebijakan ini karena menilai perkuliahan dengan metode daring sangat tidak efektif. Menurut Naya, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad ini menuturkan bahwa perlu adanya evaluasi dari model pembelajaran dengan metode daring untuk menjadi pertimbangan semester mendatang.

“Kegiatan pembelajaran melalui metode daring perlu dievaluasi terlebih dahulu supaya menjadi pertimbangan dalam memutuskan metode perkuliahan pada semester berikutnya. Dan kalaupun menggunakan metode daring semoga teknis pelaksanannya bisa diperbaiki” Terangnya.

Terkait perkuliahan dengan metode daring maka rentan menimbulkan permasalahan baru apabila dari pihak rektorat tidak memberikan transparansi informasi, utamanya soal UKT. Hingga kini permasalahan UKT menjadi keresahan seluruh mahasiswa di Indonesia, tak terkecuali bagi mahasiswa Unpad.

“Jika menggunakan metode daring maka fasilitas baik sarana maupun prasarana Unpad tidak dapat dirasakan oleh mahasiswa. Apalagi mahasiswa cenderung menggunakan fasilitas pribadi untuk menunjang kegiatan perkuliahan daring. Maka dari itu perlu ada penyesuaian UKT agar tidak membebani mahasiswa terlebih mahasiswa tidak dapat menikmati feedback dari UKT yang dibayarkan” jelas Tika, mahasiswi Fakultas Peternakan.

Perkuliahan dengan metode daring memang rentan menciptakan banyak permasalahan baru, apabila tidak disikapi dan dipersiapkan dengan baik oleh para pemangku kebijakan dan seluruh elemen yang terlibat. Maka dari itu perlu ada pertimbangan lebih mengenai hal ini dan perlu juga mendengarkan perspektif dari para dosen dan mahasiswa selaku pihak yang paling terdampak dari metode daring ini.

Reporter : Georgius Benny

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here