ASEAN Youth Initiative Conference : Meningkatkan Peran Pemuda dalam Penyelenggaraan SDGs di ASEAN

0
120
Pengelenggaraan kegiatan AYIC 2019 (9-12/9/2019) di Bandung (sumber : dokumentasi AYIC)

Sustainable Developtment Goals atau SDGs adalah program yang diinisiasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015. Program tersebut terdiri dari 17 target pembangunan dari berbagai bidang yang akan dicapai dalam jangka waktu 15 tahun kedepan pada tahun 2030. Negara-negara di dunia berkomitmen untuk mencapai semua target yang ada dalam program SDGs termasuk negara ASEAN. Para pemuda mampu memberikan kontribusinya dalam mencapai 17 tujuan pembangunan yang ada dalam program SDGs.

Peran pemuda dalam penyelenggaraan program SDGs khususnya di ASEAN dapat disalurkan dengan mengikuti ASEAN Youth Initiative Conference (AYIC). Konferensi AYIC dapat diikuti oleh peserta yang berusia 18 hingga 25 tahun dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun akademisi. AYIC membuka pendaftaran bagi peserta baik yang berasal dari seluruh Indonesia maupun peserta dari mancanegara.

“ASEAN Youth Initiative Conference adalah acara konferensi yang berfokus kepada isu-isu SDGs di wilayah ASEAN,” terang Milani Hartina Bawa, Project Officer dari AYIC 2020.

“AYIC merupakan wadah bagi para pemuda untuk menyampaikan gagasannya dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan isu SDGs di ASEAN.” Tambah Milani.

Milani menjelaskan bahwa peserta yang hendak mengikuti konferensi AYIC tak terbatas hanya berasal dari negara-negara di wilayah ASEAN saja. Bahkan pada rangkaian acara AYIC di tahun-tahun sebelumnya, terdapat pula kontingen dari negara di luar ASEAN yang turut hadir.

“Meskipun AYIC merupakan konferensi yang membahas isu-isu ASEAN namun untuk pesertanya tidak terbatas dari negara-negara ASEAN. Peserta dari luar ASEAN dapat ikut serta dalam rangkaian acara AYIC seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang pernah kedatangan peserta dari Inggris, Mali, dan Bangladesh.” Ujarnya.

AYIC sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 9 sampai 12 November 2020. Tanggal pelaksanaan AYIC sempat diundur dari yang semula akan diadakan pada bulan September 2020 disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Rangkaian acara AYIC akan mengemas konsep ‘Bandung as Diplomatic City’. AYIC merupakan konferensi tahunan yang digagas oleh BEM Kema Universitas Padjadjaran sejak tahun 2015 dan tahun ini menjadi tahun ke-5 digelarnya AYIC.

Pada acara AYIC 2020 tema yang diangkat adalah “Enhancing Access to Support Sustainable ASEAN Development”. Isu yang dibahas dalam AYIC tahun ini adalah akses terhadap edukasi, pelayanan kesehatan, informasi, dan sektor penting lainnya dalam mendukung pembangunan di ASEAN. Para peserta dapat menyampaikan ide dan gagasannya dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan ketersediaan akses terhadap berbagai sektor vital bagi masyarakat dan pengaruhnya bagi pembangunan di ASEAN.

“Saat ini dibeberapa wilayah ASEAN masih mengalami keterbatasan akses terhadap edukasi, informasi sehingga diperlukan action plan atau solusi yang tepat untuk menangani permasalahan tersebut. Isu ketersediaan akses di ASEAN sangat berhubungan dengan penyelenggaraan SDGs karena jika akses terhadap edukasi, informasi, dan pelayanan kesehatan dapat terjamin maka hal tersebut dapat membantu dalam mencapai target-target SDGs.” Jelas Milani.

Rangkaian acara AYIC terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi abstrak dimana para peserta yang telah mendaftar akan diminta untuk menyusun dan mengumpulkan abstrak jurnal ilmiah sesuai dengan tema yang telah ditentukan untuk diseleksi. Peserta yang lolos seleksi kemudian dapat menyelesaikan jurnal ilmiahnya untuk dipresentasikan pada tahap konferensi yang berlangsung pada 9 sampai 12 November 2020.

Rangkaian acara pada tahap konferensi terdiri dari Paper Presentation, yang mana para peserta akan mempresentasikan jurnal mereka, hingga pembuatan Action Plan on SDGs setelah hasil diskusi pada Initiative Forum Discussion (IFD).

Walaupun kegiatan diselenggarakan dengan virtual meeting, pada tahap akhir para peserta akan mempresentasikan hasil diskusi Action Plan on SDGs sebagai bentuk output bersama dari forum sebelumnya. Pada saat konferensi jurnal ilmiah dan presentasi peserta akan dinilai oleh para juri dan jurnal terbaik akan diterbitkan ke jurnal tingkat nasional.

Wabah COVID-19 yang menyebar di Indonesia sempat menghambat persiapan AYIC. Milani menjelaskan bahwa dampak dari COVID-19 mengakibatkan kegiatan panitia menjadi terhambat karena harus melakukan setiap kegiatan persiapan secara daring, selain itu tanggal pelaksanaan AYIC juga terpaksa diundur. Namun para panitia mampu menangani hambatan tersebut dan bekerja secara maksimal dalam mempersiapkan segala keperluan AYIC.

Dengan diselenggarakannya AYIC ini Milani berharap ide dan gagasan dari para peserta dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan akses di ASEAN dan dalam mencapai target program SDGs. Selain itu jurnal dari para peserta dapat memberikan gagasan baru bagi para pembuat kebijakan. Diakhir wawancara Milani berpesan kepada seluruh mahasiswa Unpad untuk tak tak mencoba dan mulai berpartisipasi.

“Untuk orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam AYIC jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru meskipun AYIC adalah konferensi tingkat internasional jangan pernah minder karena kalau kita minder tidak akan ada character development dalam diri kita.” Pungkasnya.

Reporter : Farhan Arda Nugraha

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here