Kema Unpad Ikuti Aksi #TolakOmnibusLaw di Gedung DPR/MPR

0
48
Kema Unpad mengikuti aksi #TolakOmnibusLaw di Gedung Dpr/Mpr pada jumat (14/8) kemarin. (foto : Georgius Benny)

JAKARTA, Warta KemaGelombang penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja semakin masif disuarakan, salah satunya oleh BEM Kema Unpad. Pada hari Jumat (14/8) lalu BEM Kema Unpad mengikuti aksi dalam rangka penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja bersama kawan-kawan aliansi buruh. LBH, mahasiswa, pelajar, dan banyak lainnya yang tergabung dalam aliansi FRI (Fraksi Rakyat Indonesia).

Pada hari sebelumnya yaitu Kamis (13/8) BEM Kema Unpad menyerukan seruan aksi secara daring dan luring. Untuk aksi daring dipersiapkan beberapa poster yang bisa diposting di sosial media. Sementara untuk aksi luring dibuka pendaftaran bagi Kema Unpad yang ingin membersamai keberangkatan aksi ke Jakarta.

Formulir pendaftaran yang disebar oleh BEM Kema Unpad diisi oleh sekitar 20 orang. Di tengah pandemi seperti saat ini ternyata tidak menyurutkan semangat Kema Unpad untuk terus bergerak.

Pendataan massa aksi luring ini dilakukan oleh Departemen Propaganda dan Aksi BEM Kema Unpad dan titik keberangkatan akhirnya dibagi dua yaitu Jatinangor dan wilayah Jabodetabek. Untuk keberangkatan dari Jatinangor BEM Kema Unpad menyediakan transportasi bersama yaitu mobil, sementara keberangkatan dari wilayah Jabodetabek dilakukan secara mandiri oleh Kema Unpad.

“Kema Unpad dari Jatinangor berangkat pukul 09.30 WIB. Perjalanan memakan waktu lebih lama karena kami sempat istirahat untuk shalat Jumat terlebih dahulu di rest area. Akhirnya kami sampai di Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB” jelas Erlingga Agustiana, Wakil Kepala Departemen Propaganda dan Aksi.

Di Jakarta sendiri titik kumpul berada di Gelora Bung Karno. Akhirnya setelah massa aksi Kema Unpad sudah berkumpul setelah berdoa dan briefing massa aksi langsung melakukan longmarch menuju depan Gedung DPR/MPR.

Massa aksi Kema Unpad melakukan longmarch bersama mahasiswa dari UI dan ITB. Perjalanan sempat dihadang aparat kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan namun setelah itu tidak ada hambatan lain bagi massa aksi.

Aksi berjalan kondusif dan berakhir dengan damai sekitar pukul 19.20 WIB. Namun yang disayangkan adalah sikap represif aparat kepolisian kepada massa aksi sebelum aksi dilaksanakan. Aparat kepolisian seakan sudah “mengepung” daerah Senayan dan sekitarnya.

Bahkan aparat kepolisian melakukan penggeledahan di tempat umum seperti Stasiun Palmerah dan di depan Plaza Senayan. Puluhan massa aksi yang baru sampai ada yang ditangkap dan dibawa ke Kantor Polda Metro Jaya dan dilakukan penyitaan barang-barang seperti pilox.

Kedepannya, masih akan ada eskalasi lanjutan dalam mengawal isu ini. Berbagai elemen masyarakat akan terus menyuarakan aspirasi penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja hingga DPR dan pemerintah berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.

Reporter : Georgius Benny

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here