Pesan dan Kesan Wisudawan Unpad Mengenai Pelaksanaan Wisuda Daring 2020

0
69
Pada Rabu (5/8) Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan wisuda secara virtual. (sumber : rctiplus.com)

Wisuda merupakan salah satu momen sakral dalam bangku perkuliahan. Kegiatan wisuda sendiri merupakan hal yang paling dinanti oleh seluruh mahasiswa. Bagaimana tidak, karena dalam kegiatan ini seluruh mahasiswa mendapatkan gelar yang telah didamba-damba. Sekaligus menjadi sebuah penanda dari akhir perjalanan berliku di bangku perkuliahan.

Namun sayang seribu sayang, pelaksanaan momentum sakral ini tak bisa dilaksanakan di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata bagi mahasiswa Unpad. Pandemi yang belum menemukan titik akhir perjalanan memaksa wisudawan dan wisudawati harus berlapang dada karena kegiatan wisuda terpaksa dilaksanakan secara virtual.

“Perasaan sih pasti kecewa sedikit karena wisuda ini momen yang ditunggu-tunggu sebelumnya. Cuman aku pribadi tetep seneng banget, karena menurut aku wisuda itu engga cuman upacara. Buat aku wisuda ini adalah pengingat bahwa aku udah kerja keras selama ini.” Terang Nadya Syafira, mahasiswa jurusan Sastra Jepang yang baru saja lulus dan melaksanakan wisuda secara daring.

Mahasiswa Sastra Jepang yang menyelesaikan sidang skripsi pada bulan Mei lalu ini merasa sedikit kecewa dengan wisuda daring namun dirinya tetap hikmat karena apa yang selama ini ditunggu-tunggu telah tercapai. Menurutnya yang terpenting dari perwisudaan adalah esensi wisuda itu sendiri.

Nadya merayakan wisuda daring berdua bersama ibunya di rumah. Meski ibunya merasa sedih karena tidak bisa melihat anaknya merayakan wisuda secara langsung seperti biasa, namun ibu Nadya berusaha membuat perayaan wisuda daring anak tunggalnya di rumah seistimewa mungkin.

“Orang tua aku berusaha ngebuat gimana caranya agar aku tetep seneng. Aku dibeliin bunga, kue, dan segala macam. Orang tua aku support banget supaya anaknya engga merasa sedih.” Ujar Nadya saat dihubungi via telepon.

Pihak Universitas Padjadjaran sendiri telah memberi pilihan untuk memilih gelombang perwisudaan kepada calon wisudawan namun Nadya memilih wisuda pada bulan Agustus 2020 yang dilaksanakan secara daring. Menurutnya, dia tidak bisa memprediksi kapan perwisudaan dapat kembali digelar seacara offline seperti biasanya.

“Jadi kemarin memang dari Unpad ada opsi untuk bisa nunggu gelombang berikutnya. Cuman ya aku pikir-pikir kitakan belum tau keadaan kembali normalnya kapan. Belum bisa diprediksi…. Jadi aku pikir-pikir sama aja sih. Jelasnya.

Berbeda dengan Nadya yang lebih merasakan esensi dan mengambil hikmah dari wisuda daring. Sarah Yurva mahasiswa Farmasi yang baru saja lulus lebih mengutamakan dan melihat aspek kesehatan dari wisuda daring yang diselenggarakan. Sarah berpendapat bahwa aspek kesehatan lebih penting.

“Karena aku dari fakultas kesehatan, tahu kalau misalnya ngadain acara rame-rame di masa pandemi ini bahaya bisa mengancam nyawa seseorang. Jadi ya mendingan wisudanya online aja.” Ujar Sarah, mahasiswa angkatan 2016 yang baru saja lulus.

Sarah menjelaskan bahwa perwisudaan yang diselenggarakan di Graha Sanusi sebagai simbolis dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sarah juga berpendapat bahwa wisuda daring merupakan pilhan terbaik untuk menyelenggarakan wisuda di masa pandemi.

Saat penyelenggaran wisuda daring di rumahnya, Sarah kedatangan banyak teman-teman lama ke rumah. Perihal wisuda daring yang dilaksanakan oleh Sarah, ia merasa seolah tidak ada yang berbeda mengenai seremoni yang terjadi kemarin.

Sarah masih tetap merasakan selebrasi walaupun penyelenggaran wisuda digelar di rumahnya. Menurutnya, walau teman perkuliahan yang bertempat tinggal jauh dari rumahnya tidak bisa datang akan tetapi teman lama dan teman kuliahan yang bertempat tinggal dekat dengan daerah rumahnya banyak yang datang untuk turut merayakan salah satu hari bahagianya.

“Temen deket SMA dan kuliah yang tempat tinggalnya di daerah Jabodetabek datang ke rumah…. Jadi tetep rame walaupun wisudannya di rumah.” Jelasnya riang.

Sama halnya dengan Nadya, orang tua Sarah turut merasakan sedih ketika anak pertamanya tidak bisa melaksanakan wisuda yang digelar secara offline seperti biasa. Meski begitu orangtuanya paham bahwa melaksanakan wisuda secara offline di masa pandemi cukup berisiko.

“Aku kan anak pertama ya, jadi emang pertama kali diwisudain. Cuman dari orang tua cukup paham kalau emang wisuda di sana (Graha Sanusi) risikonya tinggi. Untungnya juga Unpad ngirimin toga, jadi hal itu udah cukup membuat orang tua lebih bahagia.” Imbuhnya.

Wisuda daring merupakan alternatif baru dalam perwisudaan di tengah pandemi. Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang melaksanakan wisuda daring tidak seperti biasanya merayakan wisuda di Graha Sanusi, mereka kini merayakan wisuda secara daring di rumah masing-masing. Universitas Padjadjaran sendiri menyelenggarakan wisuda daring pada 5 Agustus 2020 kemarin.

Meski begitu, Sarah dan Nadya sebagai wisudawan Universitas Padjadjaran tetap  menerima dengan bijaksana mengenai wisuda yang diselenggarakan secara daring. Mereka juga memberikan pesan kepada pihak kampus agar prosesi wisuda daring lebih diefektifkan lagi. Karena saat mereka menyelenggarakan perwisudaan secara daring banyak sekali kendala yang terjadi.

“Soal teknis acara, kemaren servernya sempet down di awal-awal. Semoga hal itu bisa diperbaiki ke depannya kalau memang kondisinya masih pandemi dan wisuda daring tetap diselenggarakan.” Pesan Sarah.

Jika Sarah lebih menyoroti server yang terganggu, Nadya mendapati hal lain saat perwisudaannya digelar. Saat sesi pemanggilan nama wisudawan, ada ketidaksinkronan antara namanya dan nama fakultas.

“Jadi pas nama aku dibacain, itu udah masuk live shownya Fisip atau Psikologi (Fakultas Psikologi) gitu aku lupa. Padahal foto sama nama aku itu udah lewat duluan gitu. Ceritanya.

Nadya memberikan pesan agar pihak Universitas Padjadjaran lebih baik lagi dalam mempersiapkan wisuda daring. Dikarenakan saat proses wisuda daring banyak sekali kendala yang terjadi terutama perihal server yang mudah down. Namun hal ini dapat dianggap wajar, mengingat ini merupakan kali pertama Unpad melaksanakan wisuda daring.

Meskipun kegiatan wisuda dengan terpaksa harus diselenggarakan secara virtual, namun esensi dari seremoni pelepasan mahasiswa menuju samudera kehidupan sebenarnya tetap dapat tersampaikan. Selamat berlayar, semoga gelar yang telah susah payah diperjuangkan dapat menjadi berkah dalam kehidupan. Selamat wisuda!

Reporter : Raka Putra Pratama

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here