UNPAD LAKUKAN SOSIALISASI PROGRAM PERMATA-SAKTI 2020

0
88
Unpad lakukan sosialisasi program Permata Sakti 2020, program ini merupakan salah satu bagian dari program Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (sumber : Tirto.id)

JATINANGOR, Warta Kema – Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan sosialisasi Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata-Sakti) 2020 pada Rabu (02/09), melalui platform Zoom Meeting.

Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Dr. med. Setiawan, dr., Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, sebagai narasumber dan dihadiri oleh beberapa dekan fakultas, ketua program studi, serta para ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat fakultas.

Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan bahwa Program Permata-Sakti 2020 merupakan program pertukaran mata kuliah sebagai bagian dari kebijakan Kampus Merdeka. Program ini dapat diambil oleh mahasiswa aktif semester 5 dan 7 yang berminat untuk mengikuti kelas di luar lingkup Unpad. Jumlah SKS yang dapat diambil adalah 6 sampai 20 SKS.

Bagi mahasisswa yang nantinya akan mengambil mata kuliah yang sama di perguruan tinggi lain, maka tidak perlu mengambil mata kuliah tersebut di Unpad. Setiawan selaku narasumber juga menambahkan bahwa mahasiswa Unpad hanya dapat mengambil mata kuliah yang disediakan oleh perguruan tinggi lain yang berada di wilayah timur dan tengah.

Untuk keterangan mengenai perguruan tinggi mana saja yang termasuk ke dalam wilayah barat, tengah, dan timur, dapat dilihat melalui tautan http://bit.ly/PanduanPermataSaktiUnpad2020.

“Sejauh ini, (Program Permata-Sakti 2020) sudah di tahap penghimpunan mata kuliah yang ada di wilayah timur dan tengah,” jelas Setiawan ketika ditanya perihal progres Program Permata-Sakti 2020 yang diselenggarakan oleh Unpad.

Setiawan juga menjelaskan bahwa para mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan diberi fasilitas uang binaan sebesar Rp600.000,00 serta pemberian kuota internet secara gratis. “Dan yang paling mnegasyikan, yakni mahasiswa bisa berkenalan dengan mahasiswa perguruan tinggi lainnya.” Tambahnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, muncul berbagai tanggapan dari para peserta. Wakil Ketua BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Muhammad Fakhri Rahman berpendapat bahwa masih terdapat kebingungan untuk mengikuti program ini. “Pemilihan mata kuliah sudah berjalan, nanti akses ikut perkuliahannya akan seperti apa?” Tanyanya. 

Pihak Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni pun menjawab bahwa akan ada link pemilihan mata kuliah yang nantinya akan disebar melalui laman Google Form.

Wakil Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya, Zaky Syarief Saputra juga mengajukan pertanyaan perihal teknis sistem pemasukan nilai dalam Program Permata-Sakti 2020. Menanggapi pertanyaan tersebut, Setiawan langsung menjelaskan bahwa mekanisme nilai nantinya akan dikomunikasikan antar universitas terkait.

Terakhir, terdapat pula masukan dari Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum, Anindya Saraswati Ardiwinata yang mengajukan agar alur pendaftaran dapat disosialisasikan kembali secara langsung kepada mahasiswa lainnya yang tidak mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Program Permata-Sakti 2020 atau pertukaran mata kuliah ini merupakan salah satu program dari rangkaian kebijakan Kampus Merdeka yang sudah menjadi topik perbincangan selama beberapa bulan belakangan.

Hal ini berawal dari inisiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makariem, yang pada bulan Januari 2020 lalu meluncurkan konsep kebijakan merdeka belajar atau yang sering kita kenal dengan ‘Kampus Merdeka’.

Kebijakan tersebut mendapat sambutan baik oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, salah satunya adalah Unpad yang sudah mulai menerapkan program-program Kampus Merdeka secara bertahap.

Reporter : Chantika Auliana & Allisa Salsabilla

Penyunting    : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here