Apa Kata Mahasiswa Jalur SMUP Pemegang Kartu KIP-K?

0
50
Kartu Indonesia Pintar (sumber : suluh.co)

BANDUNG, Warta Kema – Melansir dari laman resmi Unpad, pemegang kartu KIP-K (Kartu Indonesia Pintar-Kuliah) dapat mendaftar lewat jalur SMUP. Informasi ini disampaikan dalam rubrik Question and Answer SMUP 2020.

Dalam rubrik tersebut disampaikan bahwa “Bagi pemegang KIP-K, akan diajukan bila kuota KIP-K masih tersedia. Bila kuota tidak tersedia, anda mengajukan sesuai persyaratan KIP-K dan UKT akan menyesuaikan dengan kemampuan orang tua.”

Akan tetapi, mahasiswa baru pemegang kartu KIP-K yang diterima lewat jalur SMUP mengeluhkan kebijakan Unpad untuk membayar UKT senilai Rp. 2.500.000,. Hal ini dikarenakan pihak Unpad memberikan informasi secara mendadak, dan dengan tenggat waktu yang terbilang singkat. Hal ini diungkapkan oleh beberapa mahasiswa baru pemegang KIP-K yang lulus jalur SMUP.

“Unpad memberi tahu info mengenai Rp. 2.500.000 tersebut sangat medadak, dan dengan tenggang waktu untuk membayar sangat singkat. Banyak pendaftar KIP-K yang bingung mencari uang sebesar itu, termasuk aku. Banyak dari mereka sana sini untuk mencari uang tersebut hingga harus mencari pinjaman, aku pun sempat mau mundur dari Unpad.” Ungkap V, mahasiswa pemegang KIP-K yang namanya disamarkan.

Selaras dengan V, kendala serupa mengenai status mahasiswa pendaftar SMUP pemegang kartu KIP-K yang mendadak terdaftar menjadi mahasiswa baru jalur reguler. Belum lagi mereka harus membayar sebesar Rp. 2.500.000 juga dirasakan oleh J, mahasiswa baru pemegang KIP-K yang namanya disamarkan.

“Kendala sih ada ya, soalnya memang dari tanggal 24 Agustus pengumuman SMUP sampai Jumat kemarin (4/9) regulasi tentang KIP-K jalur SMUP itu nggak ada. Akhirnya tanggal 4 September tuh, pihak Kabim Unpad mengklarifikasi kalau pelamar KIP-K jalur SMUP terdaftar sebagai mahasiswa baru reguler dan hasur membayar UKT semester 1 yang disamaratakan menjadi Rp.2.500.000.” Terang J saat diwawancarai via pesan singkat.

Wisnu Wiliyandi, mahasiswa FISIP Unpad menyampaikan tanggapannya terkait polemik ini. Menurutnya, Unpad dirasa kurang terbuka dalam menyampaikan informasi. Hal ini membuat banyak mahasiswa yang serupa dengannya merasa kelimpungan dan kesulitan untuk mencari informasi yang valid.

“Menurut saya, kebijakan dari Unpad untuk pemohon KIP-K jalur SMUP saya pikir kurang terbuka dalam memaparkan informasi. Kalau seandainya memang disuruh untuk membayar Rp. 2.500.000, dulu untuk pemohon KIP jalur SMUP, kenapa tidak disampaikan langsung kepada mahasiswa melalui media seperti laman Instagram Unpad?” Ujarnya.

Tanggapan lain diberikan oleh N, mahasiswa pemegang KIP-K yang tak ingin disebutkan namanya. Ia menyorot perihal kurang jelasnya informasi yang disampaikan oleh pihak Unpad.

“Setidaknya kalau mau ngejalanin suatu program itu regulasinya harus jelas, birokrasinya juga harus jelas, prosedurnya juga harus jelas, dan waktu tahapannya juga harus jelas. Kalau semuanya secara mendadak, jalannya suatu program juga nggak akan lancar. Hal itu juga akan menghambat pihak lain.” Keluhnya dalam pesan singkat.

Oleh karena itu, mahasiswa berharap agar pihak Unpad kedepannya dapat memberikan informasi resmi terkait program ini dengan baik dan jelas. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa tak kesulitan mencari informasi, dan tak menyulitkan kedua belah pihak.

Reporter : Fahmy Fauzy Muhammad

Penyunting : Karina Rahma 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here