Sehat Bersama-sama: Menjauhi Toxic Relationship dalam Hubungan

0
22

Ilustrasi sebuah hubungan (sumber : elitedaily.com)

Toxic relationship merupakan kalimat yang cukup lumrah di kalangan para remaja, kalimat tersebut cukup horror didengar terutama bagi mereka yang sedang menjalani kisah cintanya.

Dilansir dari get-kalm.com, toxic relationship dasarnya merupakan bentuk hubungan yang tidak menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan dalam kasus ini dapat berupa apa saja, namun lebih sering diasosiasikan pada hubungan yang bersifat romantis.

Hal yang cukup mencengangkan iahal berdasarkan data dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, pada tahun 2018 dari 10.847 kasus kekerasan psikologis maupun seksual pada perempuan, 2.090 kasus diantaranya dilakukan oleh pasangan (pacar) sendiri.

Bentuk dari toxic relationship umumnya dikaitkan dengan bentuk kekerasan fisik, nyatanya selain kekerasan, tindakan-tindakan yang menyerang batin dan mental pun termasuk pula dalam kategori toxic relationship. Kadang tindakan semacam ini kerap tidak disadari baik oleh pelaku maupun korban, disisi lain kadang korban sudah menemukan tanda-tanda hubungan yang mulai menjadi racun, namun tak memiliki tempat untuk mencari perlindungan.

Memang tak bisa dipungkiri lagi bahwasanya pada masa pandemi ini membuat orang-orang merasa jenuh karena lama tidak bertemu dengan teman dan orang-orang terdekatnya. Hal ini yang kemudian menjadi alasan bagaimana aplikasi kencan secara daring mulai banyak dilirik sebagai pengisi waktu dan kekosongan semasa diam di rumah.

Masyarakat dari berbagai kalangan berupaya sebisa mungkin untuk tetap terhubung dengan orang di sekitarnya sekaligus mencari afeksi, agar dapat menunjang kesehatan mental untuk tetap dalam kondisi baik. Sayangnya, hal ini pun membuka kloter baru untuk kasus toxic relationship.

Tidak jarang orang-orang mulai menyuarakan keresahan dan kekhawatiran mereka akan pasangan yang tidak mereka temui dalam jangka waktu yang lama, hal ini kemudian menimbulkan adanya sikap penuh curiga dan berakhir menjadi sifat posesif yang menyakiti salah satu pihak.

Contoh nyata kasus toxic relationship yang banyak terjadi di kalangan remaja (sumber : Tiktok @phlumburn)

Kenapa Toxic Relationship dapat terjadi?

Awamnya, dalam berhubungan harusnya tiap pasangan saling mengasihi dan menjaga satu sama lain. Sehingga tentu rasanya cukup aneh bagaimana bisa seorang pelaku memperlakukan korban (dalam konteks ini pasangannya) semena-mena dan berujung menyakitinya.

Mengutip dari kalcare.com dan kumparan.com, hubungan menjadi beracun karena hal-hal yang sebenarnya cukup sepele.

  1. Merasa pasangan harus melakukan apa yang diinginkan

Mengharapkan pasangan untuk ‘peka’ dan selalu ada disisi bukanlah hal yang buruk, namun keinginan tersebut dapat berujung menjadi destruktif ketika hanya satu belah  pihak yang dituntut untuk melakukannya, sementara pihak yang lain abai dan bahkan tidak memperhatikan pasangannya. Egoisme sederhana seperti inilah yang umumnya menjadi penyebab suatu hubungan berjalan keranah yang destruktif.

  • Penuh cemburu dan curiga

Tidak suka melihat pasangan senang dengan orang lain, tidak suka melihat pasangan berkumpul dengan lawan jenis, tidak suka melihat pasangan menikmati waktu sendirinya. Rasa dari cemburu ini yang kemudian berlanjut menjadi adanya indikasi mengekang pasangan, menimbulkan sifat posesif.

  • Ingin memiliki pasangan seutuhnya

Hubungan dapat menjadi rapuh ketika salah tau pihak berusaha mendominasi pasangannya, dalam arti lain pelaku seakan yang menjadi penentu kemana arah hubungan dibawa, tanpa memperhatikan perasaan pasangannya. Tak jarang adanya kasus dimana intimidasi dan ancaman dirasakan oleh salah satu pihak yang menjadi korban.

Bagaimana Cara Menghindari Toxic Relationship?

Dasarnya, sekadar menjalin hubungan dan saling memberi afeksi taklah cukup untuk tetap menjaga hubungan tetap sehat. Terdapat beberapa hal-hal kecil yang perlu dilakukan, tentunya melibatkan pasangan, untuk tetap menjaga hubungan yang terjalin tetap sehat dan terhindar menjadi toxic relationship.

  1. Selalu pastikan komunikasi dengan pasangan terjalin dengan baik

Tentunya komunikasi adalah pondasi dasar dari suatu hubungan. Hal ini memang sangatlah sepele, namun memegang peran yang penting. Usahakan untuk tidak memiliki rahasia dari pasangan yang justru seharusnya melibatkan mereka, selalu suarakan isi pikiran tentang pasangan dengan baik dan sopan, dan tumbuhkanlah rasa hormat.

  • Cari pasangan yang memberikan rasa kebebasan dalam berekspresi

Penting memiliki chemistry dengan pasangan agar suatu hubungan dapat berjalan dengan baik. Walau begitu, tidak ada pasangan yang benar-benar sempurna, sehingga chemistry yang dicari pun tidak semestinya harus benar-benar serupa dengan apa yang diinginkan.

Tumbuhkanlah rasa saling menghargai antara satu sama lain, sehingga kenyamanan untuk berekspresi dengan leluasa dapat tercipta. Jika hubungan yang sedang dijalani justru terasa mengekang dan malah membuat salah satu diantara pihak merasa ‘bukan dirinya lagi,’ maka sudah sebaiknya mulai memperbaiki dengan komunikasi yang baik. Jik memang sudah tak bisa dibicarakan lagi, mulailah perlahan pergi menjauh demi kesehatanmu.

  • Jangan terburu-buru memulai suatu hubungan

Sebelum benar-benar terjun dalam dunia percintaan, ada baiknya seseorang mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu secara dalam. Berkaca, dan temukan baik kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki, agar nantinya lebih mudah dalam beradaptasi dengan orang baru.

Kenali pula calon orang yang akan diajak untuk menjalani hidup bersama, bagaimana sikapnya selama berada disekitarmu maupun di publik, bagaimana cara ia berbicara, dan apakah kalian melihat nilai-nilai yang sama dalam kehidupan?

  • Selalu terbuka dengan masukan dari orang lain

Saran dan masukan dari teman merupakan hal yang sangat penting. Sebagai seseorang yang akrab denganmu, sekaligus ‘penonton’ dari sudut pandang orang ketiga, tentunya mereka akan lebih netral dalam melihat situasi yang sedang kamu alami dan nantinya mungkin dapat memberikan saran yang masuk akal mengenai tindakan apa yang harus kamu ambil.

Jadi Sobat Warta, yuk mulai kenali tanda-tanda toxic relationship di sekitarmu ya! Semisal kamu sudah mulai terjebak di dalamnya, beranikan dirimu untuk segera menyudahi hal itu. Karena, kamu harus mencintai dirimu sendiri lebih besar dibandingkan kamu mencintai orang lain ya.

Penulis         : Malika Ade Arintya

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here