Pandemi Semakin Menjadi, Apakah Kebijakan Pemerintah di Bidang Pendidikan Sudah Tepat?

0
15
Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. selaku Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemendikbud RI ketika memaparkan program Akselerasi Pelaksanaan PJJ pada kegiatan Diskusi Kolaborasi Analitik yang dilaksanakan oleh BEM GAMA FIB Unpad melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings, Sabtu (3/10) (sumber : dokumentasi pribadi/Daffa Prasetia)

BEKASI, Warta Kema – Sudah sejak Maret 2020, proses Pembelajaran Jarak Jauh diberlakukan untuk menekan laju penyebaran kasus Covid-19. Pemerintah seakan tidak punya pilihan lain ketika penyebaran virus Corona di Indonesia mulai merebak. Pemerintah harus tetap menjalankan sistem pendidikan demi kebaikan masyarakat Indonesia, di sisi lain, pemerintah juga harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Berbagai kendala pun dialami, baik tenaga pengajar maupun pelajar pun mengalami kendala, seperti gangguan sinyal dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, pada tanggal 3 Oktober 2020, melalui platform Zoom Meetings Clouds, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Diskusi Kolaborasi Analitik mengenai kebijakan pemerintah pada masa pandemi khususnya dalam bidang pendidikan.

Harapannya diskusi ini bisa menjadi wadah analitis dalam menghadapi pandemik dan bisa bermanfaat bagi orang sekitar dan orang banyak, seperti yang diucapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa GAMA FIB sebagai sambutan pembuka diskusi tersebut. Dua narasumber pun dihadirkan pada diskusi kali ini, Antik Bintari, S.IP., MT sebagai Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan Unpad dan Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. dihadirkan sebagai Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemendikbud RI.

Pada masa pandemi seperti ini, sudah seharusnya pendidikan bertransformasi total dalam menghadapi pandemi. Seperti yang dijelaskan oleh Antik Bintari ketika diskusi berlangsung, “Pendidikan harus bertransformasi total dalam menghadapi pandemik ini” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa dampak yang ditimbulkan karena Covid-19 terhadap penyelenggaraan Pendidikan Tinggi, seperti penurunan perekonomian, mahasiswa yang keberatan karena berbagai faktor, dan mahasiswa yang sedang skripsi mengalami kesulitan untuk melakukan riset lapangan dan melakukan bimbingan.

Antik Bintari ketika memaparkan pendapatnya mengenai dampak Covid-19 terhadap pendidikan pada kegiatan Diskusi Kolaborasi Analitik yang dilaksanakan oleh BEM GAMA FIB Unpad melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings, Sabtu (3/10) (sumber : dokumentasi pribadi/Daffa Prasetia)

Ketika disinggung mengenai kebijakan pemerintahan, Antik Bintari mengatakan bahwa kebijakan pemerintah bagai dua mata pisau, ada positif dan negatifnya. Berbagai upaya pun sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Kemendikbud dalam mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh.

 Prof. Aris Junaidi memaparkan bahwa Kemendikbud sudah meluncurkan berbagai platform untuk mengatasi permasalahan PJJ, seperti SPADA Indonesia dan Kuliah Daring. Kemudian Kemendikbud juga menyarankan untuk memanfaatkan platform MOOC’s (Massive Open Online Courses) seperti : Coursera, edX, dan online course yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia.

Kemudian, Prof. Aris Junaidi mengatakan bahwa sudah 98% institusi pendidikan  melakukan pembelajaran daring. Beliau juga menilai bahwa dalam hal efektivitas sudah cukup positif seperti pemberian bantuan pulsa untuk mendukung proses pembelajaran.

Reaksi dari Audience diskusi pun berbeda-beda, ada yang mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai masih kurang. Selain itu ada pula yang mempertanyakan bagaiman rencana jangka panjang pemerintah dalam mengahadapi pandemi ini khususnya dalam bidang pendidikan.

Di akhir diskusi, Antik Bintari mengajak seluruh pihak untuk mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menangani pandemi ini. Sementara Prof. Aries berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu beliau pula mengatakan bahwa akan melakukan pengoptimalan pada berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh Kemendikbud, juga akan melakukan kerja sama dengan pihak lain.

Reporter : Daffa Prasetia

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here