Mengenal Komunitas Unpad : Archery Unpad dan Girl Up Unpad

0
14
Ilustrasi Mengenal Komunitas Unpad (sumber : Warta Kema/Tasya Inayah Hasanah)

Hai Sobat Warta, masih ingat tidak dalam edisi sebelumnya rubrik Mengenal Komunitas Unpad memperkenalkan dua Badan Semi Otonom atau BSO keren yang ada di Unpad, yakni RadioMU dan Kopma Unpad. Kali ini, Warta Kema akan memperkenalkan dua komunitas yang pastinya tak kalah kerennya. Ada Archery Unpad dan Girl Up Unpad yang akan menyapa kamu nih! Berkenalan dengan Archery Unpad dan Girl Up Unpad lebih jauh, yuk.

Menjadi Pemanah Handal Bersama Archery Unpad

Kegiatan Archery Unpad (sumber : Instagram.com/unpad_archery)

Olahraga panahan merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak diminati oleh orang-orang tak terkecuali bagi para mahasiswa di Universitas Padjadjaran. Di Universitas Padjadjaran sendiri terdapat sebuah komunitas yang menjadi wadah bagi para mahasiswa yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga panahan, yaitu komunitas Archery Unpad.

Syifa selaku wakil ketua Archery Unpad menerangkan bahwa Archery Unpad merupakan sebuah komunitas panahan di Unpad. Namun, tak hanya panahan tetapi banyak pula aktivitas yang dilakukan di komunitas ini.

“Archery Unpad merupakan wadah bagi para mahasiswa di bidang panahan yang terdapat di Universitas Padjadjaran. Aktivitas yang dilakukan oleh komunitas Archery Unpad meliputi latihan menembak, latihan fisik, pengenalan alat-alat panahan, dan berbagai macam kegiatan lain yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan memanah”.

Komunitas Archery Unpad didirikan pada tahun 2015 yang diinisiasikan oleh Daru Ramadinoto dari FIKOM angkatan 2011 dan inisiator lainnya. Ide untuk mendirikan komunitas panahan di Unpad sendiri didasari oleh mulai digemarinya olahraga panahan oleh para mahasiswa dan maraknya komunitas panahan di perguruan tinggi lain.

Di Unpad sendiri peminat olahraga panahan cukup banyak namun dikarenakan belum adanya komunitas panahan di Unpad para mahasiswa tersebut bergabung dengan UKM panahan di universitas lain atau klub panahan diluar kampus. Dari situlah akhirnya para pendiri Archery Unpad berinisiatif untuk membentuk komunitas panahan yang mewadahi para mahasiswa Unpad yang berminat pada olahraga panahan.

Komunitas Archery UNPAD pernah mengadakan kegiatan yang berkolaborasi dengan Bandung Archery Club yaitu Workshop Pelatihan Dasar Panahan yang terbuka untuk umum. Karena adanya pandemi COVID-19 kegiatan Archery UNPAD dialihkan menjadi daring.

Kegiatan daring yang dilaksanakan oleh Archery UNPAD meliputi pematerian, diskusi interaktif, dan pemberian tugas. Pertemuan daring biasanya menggunakan aplikasi Line, Instagram, maupun Google Classroom dan untuk termin depan direncanakan untuk menggunakan aplikasi video conference seperti Google Meet atau Zoom.

Komunitas Archery UNPAD berhasil meraih prestasi diberbagai kompetisi panahan. Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Archery UNPAD yaitu mendapatkan 2 medali pada IPB Archery Open, 3 medali pada Great Archery Championship 2019, medali emas pada Archery Tag Putri Unisba 2019, menjadi juara umum 2 Ganesha Open 2019, dan meraih 6 medali pada Bumi Siliwangi Archery Open 2020.

Diakhir wawancara Syifa berpesan untuk tak perlu mengkhawatirkan peralatan jika ingin ikut komunitas Unpad Archery karena telah disediakan. Sobat Warta tinggal berkomitmen untuk mengikuti komunitas ini saja, ya!

“Olahraga panahan memiliki banyak manfaat dan bagi umat muslim panahan merupakan salah satu sunnah. Di komunitas Archery UNPAD kita belajar panah bareng-bareng dari dasar dan dilatih oleh pelatih yang sudah bersertifikat nasional. Tidak perlu khawatir soal peralatan karena sudah disediakan yang dibutuhkan cukup komitmen dan kemauan saja.”

Girl Up Unpad : Wadah Aspirasi Isu Kekerasan Seksual

Logo Girl Up (sumber : HuffPost.com)

Isu kekerasan seksual yang marak terjadi di lingkungan pendidikan cukup menyita perhatian publik. Menanggapi hal itu, berbagai pihak merespon secara cepat guna meminimalisasi terjadinya tindakan kekerasan seksual lebih lanjut. Salah satu komunitas yang sedang gencar melakukan kampanye mengenai hal ini adalah Girl Up.

Girl Up merupakan gerakan untuk menghadirkan kesetaraan gender melalui pelatihan kepemimpinan, menginspirasi, dan menghubungkan remaja perempuan secara global, serta membantu memposisikan mereka sebagai pembuat perubahan bagi diri sendiri, komunitas, dan lingkungan sekitar.

Kampanye yang dilakukan oleh Girl Up merupakan kampanye global yang disponsori oleh United Nations Foundation (UNF) yang merupakan yayasan charity PBB, berdedikasi pada isu seputar pemberdayaan remaja perempuan khususnya di negara berkembang. Tentu salah satunya ada di Indonesia.

Girl Up Indonesia rupanya membawahi beberapa komunitas Girl Up di beberapa kampus seperti Girl Up ITB, Girl Up UI, Girl Up UGM, Girl Up Unpad, dan masih banyak lagi, dimana setiap komunitas Girl Up yang ada di masing-masing kampus memiliki karakteristik yang berbeda. Girl Up Unpad yang berdiri pada 26 November 2019 memiliki fokus terhadap isu kekerasan seksual yang ada di kampus.

“Girl Up Unpad mencoba untuk raising awareness terhadap isu kekerasan seksual melalui kampanye online maupun offline yang sasarannya masyarakat Unpad.” tutur Nitasya selaku President of Girl Up Unpad.

Tetapi, meskipun berfokus pada isu kekerasan seksual, Girl Up Unpad juga membahas dan mengkaji isu lain seperti gender dalam pop culture dan pernah berkesempatan untuk membuat kajian seputar RUU PKS. 

Meskipun nama dari komunitas ini ialah Girp Up, tapi tak hanya perempuan saja yang boleh ikut serta lho, Sobat Warta. Saat ini, Girl Up Unpad memiliki 6 departemen dan 40 pengurus yang dipimpin oleh presiden dan wakil presiden. Girl Up Unpad melakukan kampanye yang difokuskan pada kampanye daring, dimana sepanjang tahun 2020 Girl Up Unpad fokus membuat konten di sosial media dan pernah melakukan diskusi bersama Kema Unpad.

Beberapa kegiatan yang berhasil terlaksana di antaranya yaitu diskusi internal, kerjasama dengan BEM Kema Unpad dalam membuat konten dengan Padjadjaran Care (Pacar) Unpad tentang toxic relationship, diskusi publik bersama BEM Kema Unpad dan Samahita Bandung tentang kekerasan berbasis gender, serta mengisi podcast pada kanal BEM Fakultas Hukum Unpad tentang kekerasan seksual.

Diakui oleh Nitasya, selama pandemi ini teknis semua program kerja berubah dengan beberapa penyesuain. Tetapi, untuk kegiatan campaign dapat tetap berjalan melalui sosial media. Setelah sebelumnya membuka perekrutan untuk pengurus departmen, kedepannya Girl Up Unpad akan membuka perekrutan untuk anggota yang rencananya akan dibuka pada akhir semester dengan tanggal yang belum ditentukan.

“Tidak ada persyaratan khusus, yang terpenting adalah komitmen karena Girl Up ingin menciptakan ruang aman bagi orang-orang yang peduli pada isu gender dengan prinsip non-diskriminatif dan menghargai keberagaman gender.” tutur Nitasya saat ditanya mengenai persyaratan khusus untuk menjadi anggota Girl Up.

“Setiap departemen mempunyai kriteria masing-masing untuk calon anggotanya, dan ada kualifikasinya seperti portofolio dan esai.” tambahnya.

“Jika kalian ingin mencari wadah terbuka bagi remaja atau mahasiswa tanpa memandang jenis kelamin, kelas, agama, etnis, fisik, pandangan politik, dan kemampuan fisik, Girl Up adalah tempatnya. Siapapun boleh belajar tentang isu kesetaraan gender dan Girl Up mempunyai cita-cita untuk menciptakan media belajar tentang isu gender untuk lingkup mahasiswa.” Pungkas Nitasya.

Nah, Sobat Warta, keren bukan komunitas-komunitas di atas? Nantikan edisi-edisi selanjutnya dari rubrik Mengenal Komunitas Unpad yang tak kalah kerennya, ya! Jangan lupa jaga kesehatan, Sobat Warta!

Reporter : Helfrida Mahendaputri dan Farhan Arda Nugraha

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here