Review His House: Horror Segar Memukau dari Sutradara Debutan

0
27
(sumber: Aidan Monaghan/NETFLIX)

Memulai hidup sebagai seorang imigran memang jadi sebuah tantangan tersendiri. Proses adaptasi mesti dijalankan guna menyesuaikan diri serta menata kehidupan baru di lingkungan berbeda. Apalagi jika tempat bersangkutan memiliki gap budaya yang cukup berjarak dengan tempat terdahulu.

Tapi bagaimana jika permasalahan utama yang dihadapi bukanlah hal tersebut, melainkan sesuatu berbau supranatural dampak dari dosa di masa lalu? Itulah yang dialami Bol (Sope Dirisu) dan Rial (Wunmi Mosaku), pasangan suami-istri pencari suaka asal Sudan di dataran Inggris.

Selain mesti beradaptasi dengan kondisi sosial, mereka juga berhadapan dengan berbagai “gangguan” yang bersemayam di dalam dinding rumah tempat mereka tinggal sementara. Bol dan Rial diharuskan menetap di rumah tersebut dalam rangka menjalani masa percobaan untuk menentukan layak atau tidaknya mereka memperoleh status sebagai warga negara Inggris.

Dilihat dari premisnya, ada potensi munculnya rasa skeptis akan konsep teror rumah berhantu yang digunakan. Pasalnya, gagasan semacam ini sudah jadi sub-genre yang amat menjamur sehingga terkesan usang. Namun, His House mampu menjawab rasa skeptis itu dengan memoles konsep usang tersebut melalui pendekatan yang terbilang cerdas.

Setelah tiga menit awal yang memicu rasa penasaran, His House berjalan dengan pace yang lambat. Sang Sutradara, Remi Weekes begitu telaten dalam membangun fondasi alur. Ia nampaknya mengerti bagaimana cara membangun cerita yang baik.

(sumber: Aidan Monaghan/NETFLIX)

Dengan tempo yang demikian, Remi tak lupa menyebarkan kepingan puzzle di sepanjang film. Seiring berjalannya durasi, puzzle yang terkumpul membuat jalan cerita jadi terasa semakin kompleks sehingga membuat kita bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Kendati demikian, berkat petunjuk-petunjuk yang telah tersusun, kebingungan tersebut terbayarkan oleh kejutan besar yang hadir pada termin resolusi, sehingga klimaks film ini terasa begitu megah. Hal itu juga mengubah penilaian terhadap Bol dan Remi bahwasannya mereka tidaklah se-innocent saat babak awal.

Sebagai sebuah film horror, His House menghadirkan adegan seram yang sukses bikin bulu kuduk berdiri dengan mengambil sisi gejolak psikologis dan trauma kedua lakon utama tanpa perlu menghadirkan jump scare gampangan.

Salah satu adegan yang berkesan adalah ketika sejumlah pasang mata memandang Rial dari lubang dinding. Disamping itu, His House tidak serta merta kalap dalam mengeluarkan adegan horrornya. Remi tetap memberi ruang pada durasi untuk mendalami perkembangan plot cerita.

(sumber: hitc)

Naskah garapan Felicity Evans, Toby Venables, serta sang sutradara sendiri juga mengeksplorasi segelintir hal yang dialami para imigran di negara maju mengenai bagaimana mereka mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari masyarakat sekitar. Salah satunya digambarkan lewat adegan tatkala Rial mendapat olokan dari sejumlah pemuda lokal ketika ia menanyakan arah alamat yang sedang ditujunya.

Sentilan sosial dari kacamata imigran juga mendapatkan posinya disini. Contohnya ketika Bol berusaha menyesuaikan diri dengan budaya kota London. Hal tersebut dilakukannya dengan ikut menyanyikan yel-yel ‘Peter Crouch’ bersama para fans bola, bersantap menggunakan pisau dan garpu, hingga menggunakan pakaian yang sama dengan ada di poster toko.

Secara keseluruhan, His House berhasil mencuri perhatian dengan menjajaki sesuatu yang unik. Perpaduan dari modifikasi segar konsep haunted house, alur kisah rapi nan solid, serta pendalaman karakter yang apik membentuk sebuah harmoni yang begitu ciamik dalam kemasan film horror.

Tidak heran karya dari sutradara debutan Remi Weekes ini bisa eksis di ajang prestisius seperti Sundance Film Festival. Melihat sisa dua bulan di tahun 2020, tidaklah berlebihan rasanya jika menyebut His House sebagai salah satu kreasi horror terbaik tahun ini.

His House bisa Sobat Warta saksikan melalui layanan streaming Netflix, ya!

Reporter : Mohammad Hatta

Penyunting : Karina Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here