Polemik Sikap BEM Kema Unpad di Munas BEM SI, Begini Tanggapan Koorwil Jabar

0
92
BEM SI menggelar Munas XIV pada Minggu (28/03) di Universitas Andalas, Sumatera Barat. (sumber: detik.com)

Bandung, WARTA KEMA – Pada 30 Maret kemarin, terjadi kericuhan pada Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI yang digelar di Universitas Andalas, Padang. Menurut pernyataan dari akun Instagram resmi Munas BEM SI ke-XIV, konflik dipicu oleh hadirnya 11 delegasi kampus yang memaksa bergabung ke dalam Auditorium Unand untuk berpartisipasi di Munas.

Mereka disebut memaksa masuk walau terlambat melakukan pendaftaran sementara panitia membatasi kuota peserta sebanyak 150 orang. 

“Hal ini (administrasi pendaftaran) sudah disepakati oleh PI (Pengurus Inti) bahwa untuk teman-teman BEM yang registrasinya bermasalah bisa diselesaikan, tapi panitia tetap menolak,” keluh Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Barat, Gema Dzaki pada Kamis (01/04) kemarin melalui perwakilannya kepada Warta Kema.

Masalah administrasi itu merupakan muasal dari sejumlah anggota BEM SI Jabar yang walk-out (WO) dari Munas BEM SI.

“Hal itu (walk-out) sebagai sikap solidaritas dan untuk menolak aksi panitia yg sewenang-wenang,” 

Tak hanya BEM SI Jabar, mayoritas anggota BEM SI lainnya pun satu suara untuk WO. Alasannya karena delegasi BEM yang tidak boleh masuk merupakan anggota BEM SI yang punya hak & kewajiban untuk hadir di Munas.

Namun, langkah berbeda dilakukan oleh BEM Kema Unpad yang terus bertahan di Munas BEM SI. Berdasarkan unggahan Instagram Story Ketua BEM Rizky Maulana beberapa  waktu lalu, ia mengaku BEM Kema Unpad baru WO pada pukul 5 sore. 

“Kami, BEM se-Jabar, WO bersama dengan wilayah-wilayah lain dan ketika sudah WO kami ingin berkomunikasi dengan BEM Kema Unpad yang masih di dalam untuk bergabung bersama BEM se-Jabar. Tetapi, dari BEM Kema Unpad menolak untuk komunikasi. Kami juga belum tahu pasti apakah BEM Unpad benar-benar WO pada jam 5 sore karena belum ada komunikasi lagi,” jelas Gema 

“Itu keinginan dari Ketua BEM Kema Unpad sendiri karena kami sudah menunggu dan mengajak untuk WO dari luar. Tetapi, dari panitia juga tidak memberikan kami izin masuk ke dalam untuk menjemput langsung,” tambahnya 

Tidak seperti anggota aliansi BEM SI Jabar lainnya, Gema mengaku BEM Kema Unpad belum pernah berkoordinasi atau bahkan sekadar berkomunikasi dengan BEM SI Jabar. 

“Belum pernah ada komunikasi dengan Kabem Unpad. Koordinasinya bisa dibilang cukup kurang karena koordinasi dalam bentuk komunikasi saja belum pernah,” 

“Alhamdulillah kalau itu (komunikasi dengan anggota BEM SI Jabar lain) baik, karena kita sewaktu di Bandung sering ketemu juga dan bahkan sebelum Munas ada silaturahmi dulu untuk koordinasi keberangkatan,” 

“Kalau sebelum Munas ada (koordinasi dengan BEM Kema Unpad) tapi dengan Kabem sebelumnya. Waktu Munas kami dari teman-teman Jabar sudah mencoba untuk mengajak koordinasi tapi tidak dibalas. Di grup Jabar juga ada kok dari Unpad,” papar Gema.

Sampai saat ini, BEM Kema Unpad belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa yang terjadi di Munas BEM SI. Hal ini menjadi tanda tanya karena menurut Gema sendiri kegiatan Munas tidak terlalu padat.

“Kegiatan Munas sebenarnya tidak begitu sibuk karena masih ada waktu kosong, seperti di waktu ishoma dan malam hari,” 

“Harapan kami adanya itikad baik dari BEM Kema Unpad untuk membangun komunikasi lagi dengan BEM SI se-Jabar. Serta, BEM Unpad diharapkan ketika membuat suatu keputusan seperti WO waktu munas harusnya melakukan koordinasi dulu dengan BEM-BEM lain di jabar karena Unpad merupakan anggota BEM SI Jabar. Terakhir, kami ingin Kabem Unpad ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi secara langsung di depan BEM SI Jabar,” tegas Gema.

Warta Kema telah mencoba menghubungi Ketua, Wakil Ketua, Kepala Bidang DKKP, Kepala Departemen Kajian Strategis, dan Kepala Departemen Propaganda dan Aksi BEM Kema Unpad untuk mengonfirmasi dan mendapat klarifikasi langsung terkait hal ini. Namun hingga berita ini rampung, belum ada tanggapan sama sekali.

Reporter: Disma Alfinisa

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here