3 Bulan Kekosongan Jabatan, Kemelut Teka-Teki Ketua Koorda Pangandaran Akhirnya Menemui Titik Terang

0
67
sumber : Dokumentasi pribadi

Bandung, WARTA KEMA – Musyawarah Besar (Mubes) Aklamasi Ketua BEM Koorda PSDKU 2021 diselenggarakan pada Selasa (6/4) malam pukul 20.00 WIB melalui Zoom Meeting dan dihadiri lebih dari 100 peserta. Mubes ini merupakan babak akhir dari polemik kekosongan jabatan Koorda PSDKU setelah tiga bulan lamanya. 

Setelah melalui pemaparan visi misi dan diskusi bersama, sang calon tunggal, Ahyarul Fitriadin dari Ilmu Komunikasi akhirnya didaulat menjadi Ketua BEM Koorda PSDKU Pangandaran 2021.

Keputusan ini dicantumkan dalam SK No. 050/A-b/KABEM/BEM-KMUP/IV/2021 tentang pengesahan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran tahun 2021 dan dibacakan langsung oleh Ketua BEM Kema Unpad, Rizky Maulana pada akhir kegiatan.

Hendra Wijaya, Ketua Koorda PSDKU tahun 2020, mengatakan masih banyak yang harus dibenahi Ahyarul untuk lebih bisa merangkul Kema PSDKU.

“Jalannya diskusi kemarin dirasa kurang efektif karena kurangnya data-data yang dimiliki oleh calon Koorda sehingga pertanyaan-pertanyaan dari Kema PSDKU belum bisa terjawab dengan baik. Ini tidak bisa dibiarkan karena tidak akan baik bagi standardisasi ormawa di PSDKU ke depannya,” jelas Hendra kepada Warta Kema. 

Hendra sendiri menghargai keinginan serta keseriusan Ahyarul untuk maju menjadi Ketua Koorda tahun ini. Namun melihat dari diskusi semalam, menurutnya banyak hal yang belum terakomodir oleh visi dan misi Ahyarul, begitu pun langkah konkret implementasi dari gagasanya yang masih belum bisa dilihat.

“Saya lihat Ahyarul masih belum bisa memetakan landasan alur berpikirnya dalam menyusun gagasan yang dituangkan di visi-misi nya. Maka dari itu, penting bagi Ahyarul untuk segera memiliki tim guna bisa berbenah lagi terkait gagasan dan apa yang akan dia bawa untuk PSDKU,” paparnya

Hendra juga berharap adanya peran aktif dari Kema PSDKU dan BEM Kema Unpad untuk mendukung kinerja Ahyarul dan jajarannya kelak.

“Kema PSDKU pun harus turut andil baik itu dalam menyampaikan keresahan, kebutuhan, atau berkontribusi secara langsung di Koorda. BEM Kema Unpad pun harus turut andil dalam memastikan standarisasi ormawa khususnya Koorda agar bisa sama dengan yang ada di BEM Kema Unpad karena bagaimanapun, tahun ini Koorda masih bagian dari BEM Kema Unpad,” tutup Hendra

Sebelumnya, kekosongan jabatan Ketua Koorda ini ditenggarai oleh tidak adanya Kema PSDKU yang mendaftar menjadi calon Ketua dan Wakil Ketua Koorda PSDKU hingga pendaftaran ditutup pada 15 Desember 2020. 

Berdasarkan informasi dari unggahan akun Instagram Ad Hoc PSDKU, sudah beberapa kali Forum Komunikasi (Forkom) dan Mubes diadakan guna menemukan solusi dari masalah ini. Forkom diadakan pertama kali dengan Ketua Koorda PSDKU periode tahun lalu, Pansus, Koordinator Prodi/Himpunan, Koordinator Komunitas, serta Ketua Kelas pada 17 dan 18 Desember 2020. 

Mubes kembali diadakan pada 9 dan 16 Januari tetapi belum juga menghasilkan calon eksekutif sehingga disepakati adanya kekosongan jabatan sampai waktu yang tidak ditentukan. Tim Ad Hoc PSDKU juga sempat mengadakan kembali Forkom bersama Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad pada 19 Maret sebelum akhirnya sampai di Mubes Aklamasi kemarin.

Reporter: Disma Alfinisa, Aqshal Fazrullah, Hatta Muarabagja

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here