Ada Makanan Ala Korea di Jatinangor, Bikin Suasana Kayak di Drakor!

0
31
makanan korea di jatinangor

Sobat Warta! Kalian merasa tidak, bahwa akhir-akhir ini kebudayaan Korea, khususnya drama dan musik sedang populer di kalangan anak muda? Eits, ternyata bukan hanya kebudayaannya saja loh yang populer, tetapi makanannya juga! Nah, artikel kali ini akan membahas salah satu warung jajanan Korea yang ada di Jatinangor. Kira-kira apa, ya?

Haus Tok Pok Ki, nama kedai yang menjual makanan khas Korea di Jalan Hegarmanah. Shim, sang pemilik kedai yang ternyata orang Korea ini, mulai menetap di Indonesia sejak tahun 2000 untuk menempuh pendidikan S2. Shim berkuliah S2 di program studi Manajemen Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia (UKI). Selain itu, Shim juga mengajar bahasa Korea di Fakultas Ilmu Budaya dan sering mengadakan acara memasak makanan korea bersama mahasiswanya.

Tak disangka, acara memasaknya memperoleh respons positif, membuat beberapa mahasiswa merekomendasikan Shim agar berjualan makanan korea. Akhirnya, pada tahun 2017 Shim menyulap satu kios kecil bekas toko kaset menjadi sebuah kedai makanan korea. Menu pertama yang dijual Shim adalah tteokbokki, makanan berbahan dasar tepung beras yang dimasak menggunakan bumbu khusus dengan rasa pedas dan manis.

Ternyata penjualannya sangat tinggi, ia dapat menjual 50 porsi tteokbokki dalam waktu tiga jam. Hal ini juga menambah motivasi Shim untuk menambahkan menu lainnya seperti odeng dan kimbab.

Hingga saat ini ada 26 jenis makanan yang dijual di Haus Tok Pok Ki. Ada menu makanan korea asli seperti tteokbokki, ramyun, kimbab, odeng, chajang bab, chajang myeon. Sedangkan, untuk makanan korea yang sudah dimodifikasi terdiri dari kimbab keju, kimbab tuna, kimbab kimchi, kimbab keju, dan lain-lain. Selain itu, Haus Tok Pok Ki juga menyediakan olahan mentah tteokbokki dan paket makanan korea dengan beragam menu.

Berbicara tentang harga, Haus Tok Pok Ki memasang harga terjangkau bagi kantong mahasiswa. Dengan harga Rp.15.000,00 kita sudah bisa menikmati odeng, dan tteobokki yang menjadi menu andalan dibandrol dengan harga Rp.16.000,00 saja. Kemudian, untuk menu paketan yang berisi beberapa jenis makanan berkisar antara Rp.45.000,00 sampai Rp.112.000,00.

Walaupun harganya terjangkau, kualitas cita rasa tidak perlu diragukan lagi, sebab kedainya selalu ramai pembeli, apalagi memasuki bulan Agustus sampai September. Hal itu dikarenakan perkuliahan semester ganjil baru dimulai dan adanya mahasiswa baru.

Namun sayangnya, karena adanya pandemi membuat kedai tidak seramai biasanya, bahkan jam operasional pun harus diubah. Jika sebelumnya, kedai Haus Tok Pok Ki buka mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 19.00 malam. Akan tetapi, sejak adanya pandemi kedai memiliki jam tutup yang berbeda, yaitu jam 17.00 sore untuk hari Senin – Jumat dan di hari Sabtu tutup pukul 16.00 sore. 

Meskipun jam operasionalnya berubah, kedai Haus Tok Pok Ki tetap menerima pesanan melalui Go-food atau Grab-food ‘loh! Harganya tidak jauh beda dan rasanya tetap sama.

“Kalau bahan-bahan kayak tteokbokki dari Jakarta, di sana ada orang korea yang jual jadi lebih gampang. Tetapi, kalau bahan lainnya dari supplier beda-beda kota,” tutur Shim ketika ditanya mengenai tempat ia mendapat bahan makanannya.

Larisnya makanan korea di kedai Tok Pok Ki membuat Shim membuka cabang yang berada di bagian bawah Jatinangor, yaitu Jatihandap. Cabang kedai Haus Tok Pok Ki itu hanya menjual tteobokki dan kimbab saja serta dikelola oleh saudara Shim. 

Kamu bisa banget nih ngemil makanan dari Haus Tok Pok Ki sambil nonton drakor kesukaanmu atau untuk nemenin kamu nugas. Bagaimana Sobat Warta, sudah ada keinginan untuk beli makanan korea di Haus Tok Pok Ki?

Penulis: Alya Fathinah

Editor: Malika Ade A.

Fotografer: Anastasia Gabrielle A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here