Omnibus Law Masih Jadi Tuntutan Utama Peringatan Hari Buruh Tahun Ini

0
47
omnibus-law
Demonstran tengah melakukan aksi demonstrasi di halaman Gedung Sate, Bandung, pada Sabtu (1/5/2020) (foto: Ilyansyah Nashrul)

Bandung, WARTAKEMA ‒ Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kema Unpad kembali turun dalam aksi Hari Buruh atau May Day di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Tuntutan utama yang dibawa masih berfokus pada penolakan Omnibus Law.

“Kurang lebih sama, sama-sama menolak omnibus law. Paling yang baru adalah terkait turunan (UU) Cipta Kerja,” terang Koordinator Lapangan BEM FAPERTA Unpad, Danies Muhammad pada Sabtu (1/5).

Lebih jauh, Sajid Rahmallah selaku Koordinator Lapangan BEM Kema Unpad menerangkan tuntutan lanjutan yang dibawa dalam aksi kali ini. Tak hanya mengenai Omnibus Law saja, namun mencakup UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota), THR (Tunjangan Hari Raya), hingga pengusutan adanya dugaan korupsi.

“Karena kita afiliasi dengan KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), maka kita membawa empat tuntutan. Pertama, cabut Omnibus Law dan peraturan turunannya. Kedua, meminta gubernur untuk menetapkan UMSK bagi para buruh. Ketiga, meminta THR untuk dibayar full. Keempat, usut tuntas dugaan korupsi dari Jamsostek.” tegas Sajid.

Hal berbeda terjadi pada Kema Unpad dalam aksi kali ini. Itu terlihat dari perbedaan afiliasi federasi buruh dan perbedaan titik kumpul keberangkatan aksi. Di mana BEM KEMA Unpad menggandeng Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), sedangkan afiliasi BEM Fakultas yang terdiri dari BEM FAPERTA, BEM FISIP, BEM FPIK, dan BEM FAPET bergerak bersama Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Aksi kali ini merupakan simbolik untuk memperingati Hari Buruh. Demonstran melakukan orasi dan longmarch dari berbagai titik kumpul menuju Gedung Sate, Bandung untuk membacakan tuntutan. Banyak pula dari pihak demonstran yang membawa atribut seperti poster dan bendera sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Ketua BEM FISIP Unpad, Virdian Aurellio turut menyumbangkan orasinya dalam aksi kali ini. Fokus yang ia angkat bahwa keadaan negara saat ini tengah tidak baik-baik saja, hal ini mencakup berbagai aspek mulai dari buruh, petani, juga pendidikan.

“Intinya yang mau coba saya bilang adalah bahwa negara hari ini nggak baik-baik saja, mungkin semua belum membaca ribuan halaman UU Cipta Kerja. Tapi satu hal yang pasti, kita semua baca ataupun nggak, harus sama-sama sepakat bahwa negara sedang tidak baik-baik saja. Di dalamnya mencakup tentang buruh, petani, dan pendidikan itu sendiri. Maka di May day hari ini sejatinya bukan momen tentang buruh doang, tapi tentang segenap Rakyat Indonesia.” Jelasnya.

Baik BEM Kema Unpad maupun aliansi BEM Fakultas sama-sama berharap agar pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa bisa lebih memperhatikan kebijakan terkait para buruh, juga menghentikan Omnibus Law serta kebijakan turunannya.

Reporter: Disma Alfinisa, Karina Rahma, Erfransdo

Penyunting: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here