Di Balik May Day 2021: Perbedaan Aliansi Aksi Kema Unpad

0
21
Serikat buruh melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Bandung pada Sabtu (1/5/2021). (foto: Ilyansyah Nashrul)

Peringatan Hari Buruh ditetapkan secara Internasional pada tanggal 1 Mei sejak 1886 silam. Berawal dari aksi demonstrasi besar-besaran para buruh di Amerika Serikat, peristiwa ini kemudian menjadi momentum perjuangan kaum buruh di seluruh dunia.

Di Indonesia, berbagai aliansi buruh tumpah ruah bak lautan manusia di depan gedung pemerintahan di berbagai daerah. Mulai dari long march, orasi, aksi teatrikal, hingga membawa spanduk dan bendera dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada para pemangku kebijakan.

Tak hanya kaum buruh, mahasiswa pun tak ketinggalan untuk ikut turun dalam aksi ini dalam rangka mengamalkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Kema Unpad tak melewatkan momentum ini untuk turut menyuarakan keresahannya. Titik aksi hari buruh kemarin terpusat di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Setiap aksi mahasiswa yang dilakukan biasanya memiliki afiliasi dengan kelompok serikat buruh yang ada. Hal itu dilatarbelakangi oleh kesamaan visi, misi, dan tuntutan yang akan diajukan saat aksi. Aksi yang dilakukan pun terpusat pada satu komando yang sama.

Aksi Dua Komando Mahasiswa Unpad


Ketua BEM Fisip Unpad, Virdian Aurellio tengah berorasi. (foto: Ilyansyah Nashrul)

Ada hal menarik pada aksi tahun ini. Terdapat dua komando yang mengkoordinir aksi Kema Unpad. Komando pertama dipegang oleh BEM Kema Unpad berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), sedangkan komando lainnya diinisisasi oleh aliansi BEM Fakultas yang terdiri dari BEM FISIP, BEM FAPERTA, BEM FPIK, dan BEM FAPET yang berafiliasi dengan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Menanggapi hal ini, Ketua BEM Kema Unpad, Rizky Maulana tak sepakat apabila aksi May Day kali ini disebut terpecah belah. 

“Sebenarnya kami sudah komunikasi dan koordinasi, saya nggak sepakat kalau aliansi ini dibilang terpecah belah karena kami sudah komunikasi bersama. Hanya saja dari pihak fakultas menghubunginya ke KASBI, dari BEM Kema menghubunginya ke KSPSI.” terang Rizky kepada Warta Kema.

Lain halnya dengan pemaparan Rizky, Ketua BEM FISIP Unpad, Virdian Aurellio  mengatakan bahwa koordinasi yang dilakukan dengan KASBI telah dilakukan sejak jauh-jauh hari dengan tuntutan yang lebih jelas. 

“BEM FISIP bakal menentukan aksi kemana kalau tuntutan, arah, dan dengan siapanya jelas. BEM FISIP Unpad sudah dari sebulan yang lalu makanya kita ajak temen-temen fakultas lain. BEM Kema Unpad baru komunikasi sekitar 5 hari lalu, dan itu pun aliansinya kita tidak tahu apa dan tuntutannya nggak jelas, jadi kita berpisah saja.” jelas Virdian.

Adanya dualisme komando ini menimbulkan tanda tanya bagi Kema Unpad. Pasalnya, aksi peringatan Hari Buruh ini bisa dibilang krusial mengingat tuntutan dan aspirasi yang diajukan mahasiswa seharusnya turut merepresentasikan almamater yang dibawa oleh mereka. Perbedaan koordinasi ini menimbulkan kesan ‘tak sepaham’ antara BEM Kema Unpad dengan BEM Fakultas.

Baik Rizky maupun Virdian sama-sama tak menganggap hal ini sebagai perkara yang berarti. Atribusi mahasiswa tetap terlihat karena sama-sama bergerak. Hanya saja menurut Virdian hal ini menimbulkan kesan miskoordinasi antara pihak BEM Kema Unpad dengan pihak BEM Fakultas.

Beda Afiliasi Serikat Buruh

Tolakan terhadap Omnibus Law masih menjadi tuntutan utama dalam momentum Hari Buruh 2021. (foto: Ilyansyah Nashrul

Berbicara mengenai afiliasi dengan serikat buruh tertentu, Komunikasi yang terjalin lebih intens jadi alasan utama BEM Kema Unpad dalam menggandeng KSPSI dalam aksi kemarin. 

“Kita lebih intens berkomunikasi dengan KSPSI. Dari KSPSI sangat open, jadi kami memilih KSPSI (saja).” ujar Rizky

Pihak aliansi BEM Fakultas memiliki argumentasinya sendiri terkait pemilihan KASBI sebagai afiliasi serikat buruh. Virdian mengatakan komunikasi yang dibangun baik dengan KASBI sudah terjalin sejak dua tahun lalu. Ia juga mengatakan bahwa KASBI merupakan aliansi buruh terbesar di Indonesia dengan tuntutan yang dirasa jelas.

“KASBI adalah aliansi buruh terbesar se-Indonesia dan KASBI itu tuntutannya clear, konkrit, dan tidak berkompromi dengan negara. Jadi kami memilih KASBI karena banyak benefit yang bisa kita ambil.” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Iyang tersebut.

Baik Rizky maupun Virdian sama-sama tak mempermasalahkan apabila kedepannya aksi yang dilakukan oleh Kema Unpad terbagi ke dalam dua koordinasi, karena yang terpenting adalah komunikasi yang lebih efektif dan efisien antara berbagai pihak yang terlibat serta tujuan yang jelas.

Reporter: Disma Alfinisa

Penulis: Karina Rahma

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here