Dari Kontingen Garuda untuk Dunia: Perayaan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

0
18
(Kontingen Garuda. sumber: goodnewsfromindonesia.id)

Tanggal 29 Mei selalu menjadi momentum yang memiliki arti penting bagi perdamaian dunia. Bagaimana tidak, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Internasional Pasukan Perdamaian PBB. Pasukan ini dibentuk sebagai itikad baik PBB untuk membantu negara-negara yang dilanda konflik agar kembali mendapat perdamaian yang abadi. 

Sesuai dengan bunyi Alinea ke-4 pembukaan UUD 1945, sebagai negara yang menjunjung tinggi ketertiban dunia dan perdamaian abadi, Indonesia turut berpartisipasi dalam mengirim pasukannya sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Pasukan Indonesia ini dikenal dengan sebutan Kontingen Garuda yang disingkat dengan KONGA.  

Kontingen Garuda pada dasarnya memiliki tugas utama untuk menjaga perdamaian di negara lain. Dalam menjalankan tugasnya, tidak sedikit aksi-aksi heroik dari KONGA yang diakui dunia dan patut untuk menjadi kebanggaan kita. 

Penasaran dengan kehebatan dari KONGA? Yuk, Sobat Warta simak aksi-aksi dari Kontingen Garuda untuk dunia di bawah ini!

Kepak Sayap Garuda dalam Menjaga Perdamaian di Perbatasan Lebanon dan Israel

Aksi heroik dari Kontingen Garuda lainnya yang patut diacungi jempol terjadi pada akhir tahun 2013 lalu, di perbatasan Israel dan Lebanon, tepatnya pada 20 Desember 2013, ketika areal blue line atau batas netral kedua negara tersebut sempat mengalami ketegangan akibat ada pohon yang tumbang di perbatasan tersebut. 

Kondisi menjadi semakin mencekam ketika pasukan Israel Defence Force (IDF) berniat untuk memotong sebuah pohon tumbang, yang dimana tindakan ini akan menimpa pagar perbatasan. Sementara itu, pasukan dari Lebanese Armed Force (LAF) tidak sependapat dengan niat IDF ini. Situasi yang berpotensi menimbulkan bentrok antara pasukan IDF dan LAF ini membuat Pasukan Garuda XXIII bergerak cepat ke tempat kejadian dan berusaha sekuat tenaga untuk menahan bentrokan yang ada. Bahkan, salah satu personel Garuda menjadikan tubuhnya, dengan rompi dan helm biru khas Pasukan Perdamaian PBB yang berjarak sekitar 20 meter dari tank pembunuh jenis Markeva milik Israel, sebagai pertanda ada tentara UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di antara mereka guna menahan laju keduanya. 

(Sumber: merdeka.com)

Berkat aksi cekatan dari Kontingen Garuda, alat tempur milik kedua negara tersebut pun dapat dihentikan. Kemudian, seorang tentara IDF memotong pohon tumbang tersebut dengan 2 orang tentara lainnya berjaga dan mengarahkan senjatanya ke arah LAF. Begitu juga dengan tentara LAF yang sudah siap dengan senjata M-16 mereka.

Seusai memotong pohon dan memperbaiki pagar yang rusak akibat tertimpa pohon, pasukan IDF mengemas peralatan mereka dan meninggalkan lokasi. Hal serupa juga dilakukan oleh pasukan LAF yang kembali ke markasnya. Aksi cekatan yang dilakukan oleh KONGO berhasil menyelesaikan insiden ini tanpa adanya pertumpahan darah. 

Kehangatan dari Kontingen Garuda yang Berhasil Meluluhkan Sudan

Catatan sejarah menyatakan konflik berdarah yang terjadi di Sudan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Konflik pertama pecah pada tahun 2003, dimana pemberontak mengangkat senjata untuk melawan pemerintahan Khartoum. Mereka menuntut pembagian yang lebih besar atas penguasaan sumber daya dan kekuasaan lainnya. Keganasan dari pemberontakan ini berbuntut pada tewasnya 300.000 orang saat konflik berlangsung.

Sejak 2007, misi Uni Afrika dan PBB (UNAMID) dilancarkan untuk menghadirkan perdamaian di wilayah Sudan. Kontingen Garuda ikut serta dalam menjalankan misi perdamaian tersebut. Di bawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, Indonesian Battalion (Indobatt) 03 menjalankan tugas-tugasnya. 

(Sumber: Merdeka.com)

Salah satu tugas mereka yang beresiko adalah menggelar patroli rutin dan mengawal logistik milik PBB. Berkat keramahan dari kontingen ini, tugas berat ini berhasil dijalankan tanpa hambatan, dan kehadiran mereka disambut hangat oleh warga setempat. Salah satu KONGO yang berhasil meluluhkan warga setempat adalah dengan memberikan baju Muslim dan Alquran untuk warga yang beragama Islam.

“Para personel dari Kontingen Garuda berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Misi PBB di Darfur, Sudan, Afrika Utara agar tidak membuat kesalahan. Sebab pelanggaran sekecil apapun dapat merugikan diri sendiri dan nama baik Bangsa Indonesia,” ucap Letkol Inf Singgih. 

Upaya untuk menarik hati warga setempat yang dilakukan oleh Kontingen Garuda patut diapresiasi. Selain menghadirkan kesan damai, upaya tersebut ikut mengharumkan citra bangsa Indonesia.

Kehebatan Kontingen Garuda Taklukan Kongo

Keberhasilan Kontingen Garuda dalam melaksanakan misi-misi yang ditugaskan padanya memang telah diakui dunia. Salah seorang komandan pasukan asal Tiongkok tidak dapat menyembunyikan kekagumannya atas keberhasilan KONGA dalam membangun jalur pacu bandara Mavivi di Kongo.

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni Konga XX-M atau dikenal dengan MONUSCO (Misi PBB untuk Stabilisasi di Republik Demokratik Kongo) menjalankan tugasnya dalam membangun Base Course Runway Bandara Mavivi dengan kinerja yang sangat memuaskan. Pernyataan yang disampaikan oleh komandan asal negeri tirai bambu tersebut terlontar karena pemahamannya terhadap hambatan-hambatan dan kendala yang dihadapi saat membangun jalur pacu tersebut. 

Pada awalnya, pasukan Garuda diberi alokasi waktu selama 130 hari untuk membantu jalur pacu tersebut. Akan tetapi, pasukan tersebut berhasil merampungkan pekerjaan tersebut hanya dalam kurun waktu sekitar 90 hari.

(Sumber: merdeka.com)

Selain itu, pada awal 2020 lalu, Kontingen Garuda XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) berhasil membuat 112 milisi Perci Aigle yang dipimpin oleh Daniel Kikudji menyerahkan diri. 

Adapun penyerahan diri yang dilakukan oleh ratusan milisi tersebut tidak dapat dipisahkan dengan ketekunan pasukan Garuda dalam melakukan patrol dan kegiatan Civil and Military Coordination (CIMIC) lainnya. Selama berpatroli, pasukan melakukan pendekatan secara halus dengan para milisi lewat berbagai macam dialog yang dapat diterima dengan baik.

Nah, itulah beberapa aksi-aksi hebat dari Kontingen Garuda dalam menjalankan kiprahnya sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB yang juga telah diakui dunia. Berkat dedikasinya, pasukan ini beberapa kali memperoleh penghargaan dari PBB. 

Mahasiswa yang menjadi mata tombak perubahan pada dasarnya memiliki banyak potensi dan kesempatan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Tidak harus melalui aksi-aksi angkat senjata seperti Kontingen Garuda. Upaya untuk menjaga perdamaian dunia dapat dimulai dengan tindakan-tindakan kecil yang dapat dilakukan sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Walaupun kecil, hal tersebut tentunya ikut berkontribusi dalam mewujudkan dunia kita bersama yang damai.  

Penulis: Zalfaa Arza Fawwaz

Editor: Malika Ade Arintya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here