Kuliah Hybrid : Survey Kesiapan Kema Unpad

0
15

Kabar perkuliahan dengan cara hybrid oleh Universitas Padjadjaran semakin santer terdengar bahkan diamini oleh beberapa staf kampus. Wacana ini tentunya menuai beragam reaksi. Ada yang merasa senang karena perkuliahan dari rumah memiliki bebannya tersendiri, namun tak jarang ada pula yang sudah terlalu nyaman dengan kehangatan rumah. Lantas apakah Kema Unpad sudah siap dengan wacana ini?

Beberapa waktu lalu Litbang Warta Kema melakukan sebuah survey sederhana perihal kegiatan perkuliahan yang wacananya akan digelar secara hybrid kepada Kema Unpad dari berbagai fakultas. Banyaknya responden dari survei ini berjumlah 88 orang.

Diagram asal fakultas responden (sumber: Litbang Warta Kema)

Mengenai wacana tentang perkuliahan secara hybrid ini, sebanyak 94.4% responden atau 84 dari 89 Kema Unpad sudah tahu menahu perihal wacana ini. Tentu saja dengan skala kesiapan yang berbeda-beda.

Forms response chart. Question title: Apakah kamu tau mengenai isu kuliah akan diadakan offline kembali?. Number of responses: 89 responses.

Diagram mengenai tahu atau tidaknya Kema Unpad terkait isu kuliah hybrid (sumber: Litbang Warta Kema)

Mengenai kesiapan, sebanyak 6,7%% responden merasa sangat tidak siap. Sementara 21.3% responden merasa tidak siap. Pada variabel siap, terdapat 30,3% responden merasa siap. Untuk variabel cukup siap, diisi oleh sebanyak 19,1% responden. Terakhir, 22,55% responden merasa sangat siap dengan wacana ini.

Forms response chart. Question title: Seberapa siapkah kamu jika kuliah diadakan offline kembali?. Number of responses: 89 responses.

Diagram mengenai kesiapan perkuliahan hybrid Kema Unpad (sumber: Litbang Warta Kema)

Berbicara mengenai Kema Unpad yang setuju dengan adanya wacana ini, terdapat beberapa alasan mengapa perkuliahan secara hybrid harus segera digelar. Paling banyak adalah karena Kema Unpad dirasa butuh berinteraksi dan bersosialisasi. Lalu disusul dengan kesehatan mental Kema Unpad yang merasa perkuliahan secara daring terasa lebih berat. Ada pula Kema Unpad yang membutuhkan laboratorium untuk kegiatan praktikumnya, lalu terakhir adalah situasi rumah yang dirasa tidak kondusif.

Diagram mengenai alasan kesiapan perkuliahan hybrid Kema Unpad (sumber: Litbang Warta Kema)

Tentunya Kema Unpad pun tak ingin mengambil langkah gegabah. Terdapat syarat yang harus dipatuhi oleh Kema Unpad perihal perkuliahan yang rencananya akan diselenggarakan secara hybrid ini. 

Sementara itu, terdapat pula Kema Unpad yang merasa perkuliahan secara hybrid tak perlu untuk buru-buru dilaksanakan. Kasus Covid yang kian meningkat dan belum menemui titik ujung menjadi alasan utamanya. Disusul dengan sulitnya menerapkan protokol kesehatan dan memastikan seluruh orang menaatinya dengan baik.

Diagram alasan ketidaksiapan perkuliahan hybrid Kema Unpad (sumber: Litbang Warta Kema)

Paling banyak dengan hasil survei sebanyak 80,9% menginginkan agar seluruh lapisan civitas akademika tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebanyak 8% responden menginginkan tak banyak interaksi yang dilakukan. Ada pula Kema Unpad yang menginginkan pemberian vaksin terlebih dahulu sebagai langkah preventif.

Forms response chart. Question title: Jika kuliah diadakan offline kembali, menurut kamu, apa syarat atau hal yang harus mahasiswa lakukan nantinya?. Number of responses: 89 responses.

Diagram syarat perkuliahan hybrid (sumber: Litbang Warta Kema)

Tak hanya oleh mahasiswa, terdapat pula syarat yang diajukan bagi pihak penyelenggara perkuliahan dalam kata lain Universitas Padjadjaran. Sebanyak 29,2% responden menginginkan adanya sistem kelas yang bergilir, hal ini jelas masuk akal agar tak terjadi penumpukan atau kerumunan. 

Selanjutnya 27% responden menginginkan adanya pembatasan jam perkuliahan juga menyediakan fasilitas penunjang penyebaran Covid-19 seperti halnya hand sanitizer, tempat cuci tangan juga sabunnya, dan hal pendukung lainnya. Responden pun berharap adanya pembatasan kegiatan organisasi atau kepanitiaan.

Forms response chart. Question title: Jika kuliah diadakan offline kembali, menurut kamu, apa syarat atau hal yang harus pihak kampus lakukan nantinya?. Number of responses: 89 responses.

Diagram syarat untuk pihak kampus (sumber: Litbang Warta Kema)

Terdapat pula beberapa rekomendasi dari Kema Unpad untuk pihak kampus mengenai perkuliahan secara hybrid ini. Seperti halnya penerapan protokol kesehatan dan jaminan kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar, pembatasan jam perkuliahan, prioritas perkuliahan daring bagi mahasiswa yang membutuhkan praktikum, anjuran perkuliahan secara daring bagi dosen dengan risiko terpapar covid tinggi, juga pengaturan jarak dalam odong-odong.

Apabila perkuliahan secara hybrid terlaksana pada semester mendatang, Kema Unpad berharap agar tak terjadi penyebaran virus di dalam kampus dan menjadi cluster baru. Karenanya jelas perlu adanya sinergi yang dilakukan baik pihak kampus maupun mahasiswa sendiri untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah diselenggarakan. 

Survei: Litbang Warta Kema

Penulis: Redaksi Warta Kema

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here