Unpad Pastikan Perkuliahan Hybrid Digelar Mulai Semester Depan

0
12
Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti menjelaskan teknis pelaksanaan pembelajaran hybrid pada Senin (31/5) lalu

Jatinangor, WARTA KEMA – Unpad akan mulai menerapkan sistem pembelajaran hybrid secara terbatas mulai semester depan. Hal itu disampaikan langsung oleh Prof. Rina Indiastuti, Rektor Unpad dalam program ‘Rektor Menyapa: Adaptasi Pembelajaran Hybrid’ yang ditayangkan secara langsung melalui kanal Youtube dan akun Instagram Unpad pada Senin (31/05) pagi kemarin.

“Ciri hybrid university adalah penyelenggaraan universitas guna memenuhi tuntutan kehidupan masa depan yaitu menggabungkan keunggulan eksisting yang dikelola secara konvensional dan dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat,” jelas Rina dalam video perkenalan pembelajaran hybrid.

Pembelajaran tatap muka merupakan salah satu bentuk pembelajaran hybrid yang akan dikombinasikan dengan metode  synchronous dan asynchronous. Pembelajaran asynchronous adalah berupa penyediaan bahan-bahan pembelajaran yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui LMS atau LIVE Unpad, sedangkan synchronous berupa tatap muka virtual dengan fasilitas konferensi video. 

Pelaksanaan pembelajaran hybrid secara tatap muka tetap memperhatikan kesediaan mahasiswa, kesehatan mahasiswa, perizinan orang tua, serta kebutuhan dosen dan mata kuliah. Selain perancangan kegiatan tatap muka untuk pembelajaran hybrid, Unpad juga melakukan beberapa persiapan untuk merealisasikan pembelajaran hybrid.

“Kami sedang bersiap menawarkan dan kami sudah coba kegiatan praktikum di laboratorium yang tidak bisa digantikan dengan digital, maka dilaksanakan di kampus dengan memperhatikan protokol kesehatan. Itu pun bagi mahasiswa yang bersedia dan harus ada izin dari orang tua,” tutur Rina.

“Satu, tentu program studi sudah meng-update kurikulumnya, lalu mengakomodir kampus merdeka. Kedua, kami sudah mengecek fasilitas dan dosen. Saat ini, direktorat pendidikan sedang mendata (dosen dan mata kuliah) yang memenuhi kriteria untuk melakukan kegiatan luring di kampus sampai akhir Juni,” sambungnya.

Ada empat tahapan untuk melakukan pembelajaran hybrid secara tatap muka. Dua tahapan sudah dilakukan, yakni bimbingan tugas akhir dan praktik laboratorium. Tahapan yang akan datang adalah kelas hybrid dan kegiatan kemahasiswaan. 

“Yang akan datang adalah kelas hybrid, kelas itu nanti mahasiswanya kita batasi, sesuai protokol kesehatan. Sesi mata ajarnya kita pilihkan mana yang harus luring di kelas, virtual, atau synchronous. Dan yang paling penting berikutnya, satu dua kegiatan dalam rangka lomba asal mereka minta izin latihan di kampus itu boleh,” tegasnya.

Beliau juga memaparkan bahwa nantinya di akhir Juni akan dirilis daftar prodi dengan mata kuliah yang masuk kriteria pembelajaran tatap muka. Apabila mata kuliah dirasa cukup dilakukan secara online, maka tidak akan dilakukan pembelajaran tatap muka.

Selain terkait pembelajaran hybrid, Beberapa hal lain juga dipaparkan seperti terkait vaksinasi untuk mahasiswa yang tengah diusahakan, acara penerimaan mahasiswa baru yang akan dilakukan secara hybrid, kegiatan mahasiswa di kampus, serta kemungkinan KKN dan wisuda digelar hybrid secara bertahap. 

Reporter: Disma Alfinisa, Ujang Riana

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here