More Know, More Safer: Varian Virus Covid-19

0
28
Ilustrasi Covid (source: Unsplash/Nick Fewings)
Ilustrasi Covid (source: Unsplash/Nick Fewings)

Covid-19 merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Covid-19 ini akan menimbulkan beberapa gejala seperti batuk, sesak nafas disertai dengan tubuh yang lemas.

Varian-varian virus SARS-CoV-2 dibagi oleh WHO menjadi dua golongan, yaitu variants of concern (VOC) atau varian yang mengkhawatirkan dan variants of interest (VOI) yaitu varian yang perlu diperhatikan.

Sebuah varian dapat digolongkan ke dalam VOC apabila varian tersebut memenuhi setidaknya salah satu dari ciri-ciri berikut: menyebar secara lebih cepat dan lebih sulit dikendalikan; bersifat lebih berbahaya terhadap kesehatan; serta lebih sulit untuk ditangani dengan protokol kesehatan, vaksin, dan terapi yang sudah ada.

Di sisi lain, sebuah varian dapat digolongkan menjadi VOI apabila varian tersebut mengalami perubahan genetik yang diketahui atau diprediksi dapat memengaruhi ciri-ciri virus, telah mengakibatkan munculnya penyebaran dalam skala besar di beberapa negara, serta menunjukkan potensi berisiko terhadap kesehatan masyarakat global.

Berikut ini adalah empat jenis VOC menurut WHO :

  1. Varian Alfa (B. 1.1.7)

Deskripsi : Varian ini pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020. Jika dibandingkan dengan varian awal SARS-CoV-2, varian ini lebih berisiko menimbulkan gejala berat pada mereka yang terkena. Namun, masyarakat yang sudah menerima vaksin umumnya akan mengalami gejala yang lebih ringan.

Gejala : Demam, batuk, kesulitan bernapas, hilangnya fungsi pada indera pengecap, dan keluhan pada saluran pencernaan.

Upaya Pencegahan : Menggunakan masker dengan benar, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak

  1. Varian Beta (B. 1.351)

Deskripsi : Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2020. Kemampuan transmisi varian ini cukup tinggi sehingga virus varian ini mudah menyebar. Lalu, varian ini juga kebal terhadap jenis-jenis pengobatan tertentu yang umumnya bersifat efektif apabila diterapkan pada varian lain.

Gejala : Gejala pada varian Beta umumnya hampir sama dengan gejala yang ditimbulkan varian lainnya.

Upaya Pencegahan : membatasi interaksi secara langsung, menggunakan masker dengan benar.

  1. Varian Gama (P. 1)

Deskripsi : Varian ini pertama kali ditemukan di Brazil pada November 2020.

Gejala : Gejala yang ditimbulkan oleh varian Gama diketahui tidak jauh berbeda dengan varian Beta.

Upaya Pencegahan : menerapkan physical distancing, selalu cuci tangan, pakai masker, dan membatasi waktu berkumpul dengan orang-orang.

  1. Varian Delta (B.1.617.2)

Deskripsi : Varian ini pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. Varian ini diketahui memiliki kemampuan penyebaran yang tinggi dan lebih cepat berkembang biak dibandingkan varian lainnya. Selain itu, varian ini juga lebih kuat dan lebih mampu untuk memasuki sel tubuh manusia. Saat ini, varian Delta tengah banyak dijumpai di Indonesia.

Gejala : Gejala yang ditimbulkan oleh varian ini umumnya lebih berat dibandingkan gejala yang ditimbulkan oleh varian lainnya. Risiko munculnya gejala berat akibat varian ini hampir dua kali lipat dibandingkan varian Alfa.

Upaya Pencegahan : Karena varian ini dapat menyebar dengan sangat cepat, perlu diterapkan protokol kesehatan yang lebih ketat daripada sebelumnya.

Tak hanya merilis data tentang berbagai jenis VOC, WHO pun merilis data mengenai VOI. Terdapat setidaknya empat jenis VOI yang hingga kini telah diidentifikasi, berikut adalah deskripsinya:

  1. Varian Eta (B.1.525)

Deskripsi : Varian Eta (B.1.525) merupakan varian yang ditemukan di negara Inggris.

Gejala : Virus ini memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan

Upaya Pencegahan : menjaga jarak, menghindari kerumunan

  1. Varian Iota (B.1.526)

Deskripsi : Varian lota (B.1.526) ini berasal dari New York, Amerika Serikat. Belum diketahui apakah varian ini termasuk sebagai salah satu virus yang dapat menular dibandingkan dengan virus yang lainnya.

Gejala : Demam tinggi, hilangnya penciuman.

Upaya Pencegahan : Selalu cuci tangan, pakai masker, dan patuhi protokol kesehatan.

  1. Varian Kapa (1.617.2)

Deskripsi : Varian Kapa (1.617.2) pertama kali ditemukan di negara India, varian ini disebut mirip dengan penyakit campak karena cara penularannya sama.

Gejala : Muncul ruam di sekujur tubuh.

Upaya Pencegahan : Hindari berpapasan dengan orang secara langsung, karena varian ini cepat sekali menularnya.

  1. Varian Lambda (C. 37)

Deskripsi : Varian Lambda ini berasal dari DNA India, dan telah teridentifikasi di Inggris. Belum terdapat bukti yang menyatakan bahwa  varian ini memiliki penyebab penyakit yang lebih parah.

Gejala : Demam tinggi, batuk, hilangnya indera penciuman/perasa

Upaya Pencegahan : Hindari kontak secara langsung, dan selalu menggunakan protokol kesehatan.

Nah Sobat Warta, sekarang sudah tambah tahu kan mengenai varian Covid-19 yang ada di dunia? Meskipun penat harus mengerjakan segala sesuatu di rumah saja, setidaknya kita sudah membantu untuk menghindari penyebaran Covid ini. Semoga situasi dapat segera membaik. Sobat Warta, jangan lupa tetap menaati protokol kesehatan dan melakukan vaksin, ya!

Referensi :

Adrian, K. (2021, July 13). Kenali Perbedaan COVID-19 Varian Alfa, Beta, Gamma, Delta, Lambda, dan Kappa. Alodokter. Retrieved July 16, 2021, from https://www.alodokter.com/kenali-perbedaan-covid-19-varian-alfa-beta-gamma-dan-delta

Dwianto, A. (2021, Juni Senin). 5 Fakta Virus Corona Varian Lambda, Gejala hingga Bahayanya. varian lambda. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5623601/5-fakta-virus-corona-varian-lambda-gejala-hingga-bahayanya

World Health Organization. (2021, July 6). Tracking SARS-CoV-2 variants. World Health Organization. Retrieved July 13, 2021, from https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/

Tulisan oleh: Litbang Warta Kema

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here