Direktur HAM dan Kemanusiaan Kemlu RI Singgung Isu HAM Global dalam Padjadjaran International MUN

0
10
(foto: dokumentasi pribadi)

Warta Kema – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Hima HI) menggelar Padjadjaran Model United Nations (PadMUN) yang ke-9 tahun ini. Acara dibuka dengan Opening Ceremony yang dilaksanakan pada pukul 6 September lalu. Gelaran PadMUN ke-9 ini mengadakan simulasi sidang-sidang organisasi Internasional seperti UNSC, UNCHR, UNFC-A, IAEA, UNDP, dan WFP

Pada kesempatan tersebut, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI Achsanul Habib menjadi salah satu pemateri dengan membawakan sejumlah isu-isu global, terutama hak asasi manusia. Ia memaparkan bahwa setiap lembaga hak asasi manusia setiap negara harus menjalin hubungan yang baik, selain itu diplomasi HAM juga mesti sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

Achsanul menjelaskan saat ini Indonesia sedang menuju perpecahan karena adanya perbedaan pandangan mulai dari pandangan politik, selektivitas, hingga isu rasisme. Achsanul memberikan beberapa hal yang harus diterapkan agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia diantaranya hindari selektivitas dan politisasi, amati sebab akibat dari setiap tindakan, dan politik luar negeri yang independen dan aktif.

“Indonesia seharusnya menjadi negara yang terhindar dari selektivitas, politisasi , serta mengambil sisi yang mengesampingkan eksposisi dan situasi, agar tidak terjadi perpecahan,” kata Achsanul.

Terkait materi yang dibawakan Achsanul, Januar menegaskan bahwa tujuan dari gelaran PadMUN ke-9 ini adalah untuk menyadarkan bahwa hubungan internasional tidak hanya sebatas memikirkan negara masing-masing.

“Tujuan dari PadMUN kali ini ialah untuk menyadarkan para mahasiswa dan juga siswa bahwa dalam hubungan internasional itu kita tidak hanya berfokus pada negara masing-masing tetapi kita juga harus berfokus kepada manusia-manusianya,” jelas Januar.

“Human Aging Security in The Era of Great Power Politics” jadi tema yang diangkat tahun ini. Sekretaris Jenderal PadMUN Januar Pratama mengatakan tema ini diambil karena menurutnya keamanan negara tidak hanya sebatas militer dan politik tetapi juga keamanan manusia.

“Tema ini diangkat karena seperti yang diketahui, kita sekarang masih berada dalam kondisi pandemi. Jadi, keamanan negara tidak hanya bisa berfokus kepada keamanan nasional yang bersifat militer atau politis, tetapi juga keamanan manusianya itu sendiri yang berkaitan dengan kesejahteraan mereka,” ungkap Januar.

Closing Ceremony PadMUN sendiri dilaksanakan pada 9 September lalu. Acara diisi dengan pemberian penghargaan atau awarding dengan berbagai kategori seperti delegasi dengan aksen paling menarik hingga duet delegasi paling dinamis.

Secara keseluruhan Januar menilai gelaran PadMUN kali ini berjalan lancar. Namun ia mengakui sempat mendapat sejumlah kendala yang menghambat mobilisasi panitia. 

“Tentunya kendala terbesar yang kami lewati selama persiapan PadMUN 2021 adalah kondisi pandemi ini, tentunya kita tau pandemi semakin parah dan juga ada kebijakan PPKM dari pemerintah untuk membatasi mobilisasi sehingga kami sangat menghormati kebijakan tersebut dan memutuskan untuk melakukan koordinasi secara full dari rumah masing-masing,” tutup Januar.

Reporter: Fahmy Fauzy

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here