Expose Unpad Tahun Ini akan Pamerkan Kesenian dari Jatinangor

0
13
(instagram.com/xposeunpad)

Salah satu program kerja Departemen Advokasi Masyarakat BEM Kema Unpad, Expose menggelar edisi keduanya pada tahun ini. Kepala Departemen Advokasi Masyarakat BEM Kema Unpad Fawzen Dava, penyelenggaraan tahun ini akan berfokus pada kesenian, berbeda dengan tahun sebelumnya yang terfokus kepada pameran UMKM di kawasan Jatinangor.

“Pada awalnya Expose itu lebih difokuskan kepada pameran UMKM yang ada di Jatinangor, tetapi pada pengerjaannya untuk melakukan pameran cukup sulit karena keadaan pandemi jadi kita mencari alternatif lain, dan memang kesenian yang menjadi fokus kita saat ini cocok untuk Expose,” ungkap Fawzen.

Selain itu, Expose mempunyai niat untuk melakukan advokasi juga pemberdayaan bagi masyarakat dan pegiat seni yang ada di kawasan Jatinangor dengan cara pengembangan potensi kesenian.

“Expose salah satu program unggulan untuk tahun ini bagi BEM KEMA UNPAD dibawah departemen advokasi masyarakat, dimana program kerja ini sendiri niatnya untuk masyarakat dan ingin mengupayakan langkah-langkah advokasi serta pemberdayaan untuk kalangan pegiat seni di Jatinangor dengan cara pengembangan potensi kesenian serta memperluas kapasitasnya,” jelas Fawzen.

Kesenian yang akan ditampilkan pada Expose 2021 antara lain meliputi pementasan drama, tarian, musik, dan penampilan menarik lainnya. 

“Kesenian yang akan ditampilkan di Expose 2021 sangat banyak, terkhusus di jatinangor ada drama, tarian, musik, dan lain sebagainya yang belum bisa kami beri tahu, yang jelas teman-teman tunggu saja karena ini akan menjadi sesuatu yang menarik bagi kita untuk lebih mengenal dimana tempat kita menuntut ilmu yaitu Jatinangor,” ujar Bagus Rizky, Project Officer Expose.

Expose tahun ini akan digelar pada bulan Oktober dan November yang akan berlangsung pada dua tahap, yakni pra event dan main event

“Acaranya akan berlangsung dalam dua tahap, yakni pra event dan main event. Pada pra event akan diadakan audiensi bersama pegiat seni serta pemerintah, lalu dilanjut dengan perlombaan atau kompetisi. Pada main event, akan ada penampilan dari sanggar, pegiat seni, serta pameran virtual dan penayangan video dokumenter,” tutur Rizky.

Awalnya pihak rektorat sempat meminta penyelenggara Expose untuk mengangkat kesenian Jawa Barat secara keseluruhan, namun dari pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk berfokus pada kesenian di kawasan Jatinangor saja.

“Dari rektorat sendiri menginginkan pengembangan kesenian kita kalau bisa se-Jawa Barat, karena Unpad ini erat identitasnya dengan Jawa Barat, tetapi dari kita sendiri memfokuskan di jatinangor karena kita mau mulai dari yang terdekat terlebih dahulu,” ungkap Fawzen.

Meski tentu harus bergesekan dengan kondisi pandemi, Rizky mengaku persiapan yang dilakukan panitia cukup progresif walaupun terkendala oleh pandemi Covid-19, para panitia Expose 2021 harus menyesuaikan cara kerja dengan kondisi yang ada.

“Persiapan sejauh ini bisa dikatakan cukup progresif dari teman-teman panitia Expose 2021, kendala yang hampir dihadapi seluruh kepanitiaan dimana kita harus menyesuaikan di era pandemi, terkhusus Expose yang dibutuhkan langsung untuk membangun relasi dengan sanggar-sanggar dan penggiat seni yang ada di Jatinangor,” ujar Rizky.

Fawzen berharap Kema Unpad dapat turut serta mendukung penyelenggaraan Expose tahun ini.

“Kita meminta dukungan dari Kema Unpad terhadap Expose 2021 karena tanpa dukungan dari teman-teman, dukungannya bisa dengan ikut meramaikan, menonton, mendukung, dan mengapresiasi kesenian yang ada di Jatinangor,” tutup Fawzen.

Reporter: Fahmy Fauzy

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here