Kata Mereka Tentang Putra Putri Padjadjaran

0
15
(instagram.com/putraputri_padjadjaran)

Ajang Putra Putri Padjadjaran telah rampung pada akhir Agustus kemarin. Setelah melalui sejumlah rangkaian dan seleksi selama beberapa bulan, akhirnya Putra Putri Padjadjaran tahun ini terpilih tahun ini diraih oleh Yudhis Salvania dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Sindy Setiawati dari Fakultas Kedokteran yang diumumkan dalam gelaran Grand Final pada 28 Agustus lalu.

Kepada Warta Kema, Yudhis mengaku bahwa ia pernah aktif dalam sejumlah ajang pendutaan sebelumnya. 

“Kalau untuk ajang pemilihan duta seperti ini, sebelumnya aku udah pernah ikutan Duta Remaja Sumatera Barat 2018 waktu masih SMA, terus juga pernah ikut Duta Wisata kota Bukittinggi, jadi aku ngerasa punya passion di bidang ini,” ujarnya. 

Sementara itu, keinginan untuk menambah relasi dari berbagai fakultas jadi saah satu alasan Sindy mengikuti pemilihan Putra Putri Padjadjaran.

“Aku merasa kalo di Fakultas Kedokteran itu orangnya gitu-gitu aja, Aku belajar non-akademik melalui kegiatan ini. Jadi Putri Padjadjaran itu bonus banget buat aku, ” katanya.

Yudhis dan Sindy mempersiapkan banyak hal dalam mengikuti pemilihan Putra Putri Padjadjaran. Menurut mereka, penilaian pada ajang pendutaan itu tidak hanya dilihat dari beauty (kecantikan) saja, melainkan juga brain dan behaviour

“Tentunya aku mempersiapkan khususnya tentang misi yang aku bawa, terus mendalami materi seputar mental health, isu-isu yang ada di Unpad, aku sendiri mengangkat isu mengenai keadaan teman-teman di PSDKU Pangandaran,” jelas Yudhis. 

Tahun ini  ajang Putra Putri Padjadjaran membawakan tiga tema utama, yakni self improvement, indonesia recovery, dan mental health. Ketiga tema tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi para duta kampus agar bisa mengembangkan diri lebih baik, berkontribusi untuk pemulihan indonesia, dan peka akan isu yang ada di masyarakat. 

Putra Putri Padjadjaran sendiri terdiri dari tiga tahap utama, yakni Karantina, Unjuk Kabisa, dan Grand Final. Pada tahapan karantina, setiap finalis mendapatkan sejumlah manfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga orang lain. Sindy mengatakan pada tahap karantina, ia belajar bagaimana tata krama yang baik, belajar bahasa sunda, juga isu di dalam dan luar kampus, khususnya mental health. 

Selanjutnya, peserta harus mengikuti tahapan unjuk Kabisa. Pada tahapan ini, masing-masing finalis diminta untuk menunjukkan kebolehan bakatnya. Saat itu, Yudhis memilih untuk unjuk bakat dengan bernyanyi, hal itu dipilih karena sejak SMP ia sudah aktif berkecimpung di dunia musik. Sedangkan Sindy memilih untuk menari. 

Dalam prosesnya, terdapat sejumlah tantangan yang mereka hadapi. Bagi Yudhis, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan dalam berbahasa sunda. Hal ini karena tuntutan duta kampus Unpad yang berlandaskan budaya sunda. 

Nantinya, Putra Putri Padjadjaran terpilih akan tergabung dalam sebuah paguyuban. Menurut Yudhis, kedepannya di paguyuban Putra Putri Padjadjaran akan melaksanakan sejumlah program. 

“Nantinya kita akan nyebarin isu-isu soal Unpad, utamanya terkait mental health dan indonesia recovery yang jadi program utama, kalo dari aku sendiri lagi coba membangun campaign di instagram konsennya juga mengenai mental health,” jelas Yudhis.

Sementara itu, Sindy mengatakan fokus Putra Putri Padjadjaran bukan hanya Kema Unpad, tapi juga lapisan masyarakat lain di dalam maupun luar kampus. 

“Kedepannya kita akan berbagi lebih banyak, memberikan edukasi bukan hanya untuk Kema Unpad tapi juga warga Unpad lainnya serta masyarakat sekitar Jatinangor,” tuturnya.

Reporter: Nabila Riskha

Editor: Hatta Muarabagja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here