Nasib UKM Tanpa Gor Djati

0
242
Sebuah alat berat berada di lapangan sepak bola Gor Djati Universitas Padjadjaran, Minggu (11/3/2018). (Warta Kema/Rini Ria)

   Alat berat terlihat mengeruk tanah lapangan sepak bola Gor Djati Universitas Padjajaran (Unpad), Jatinangor, beberapa hari ini. Lapangan sepak bola yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi coklat. Di gerbang masuk Gor Djati, sebuah spanduk terpasang, memberi informasi terkait proyek renovasi untuk persiapan Asian Games 2018. Proyek itu berada dalam Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Pusat, Kejaksaan Agung.

Papan keterangan yang dipasang di area Gor Djati Universitas Padjadjaran (11/3/2018), bertuliskan proyek sedang dalam proses pengawalan dan pengamanan oleh Kejaksaan Agung. (Warta Kema/Rini Ria)

  Gor Djati menjadi salah satu venue pertandingan bertaraf internasional, yang nantinya akan digunakan untuk ajang latihan Asian Games 2018. Karena itu, Gor Djati perlu direnovasi.

   Sore hari menjelang pukul 16.00 WIB, pada Selasa (6/3/2018), Edward Henry (Sekretaris Direktorat Sarana dan Prasarana),  Dadan (Staff Direktorat Tata Kelola), dan Kamaludin (Staf Direktorat Sarana Prasarana) berkumpul di tengah ruangan Sarana dan Prasarana dengan dua reporter Warta Kema. Edward menginformasikan bagian yang sedang direnovasi adalah rumput dan pencahayaan. Rumput yang sebelumnya akan diganti dengan rumput yang memenuhi kualifikasi internasional. Pencahayaan pun turut diperbaiki agar lapangan bisa dipakai latihan saat malam hari.

  “Yang memilih Gor Djati itu kan bukan kami, bukan kami yang mengajukan maksudnya. Jadi, itu ada Inpres (Instruksi Presiden) yang dikeluarkan Pak Jokowi bahwa Asian Games itu salah satu kegiatannya dilakukan di Bandung. Nah karena ini melibatkan banyak negara, gor utama seperti Gor Bandung Lautan Api itu menjadi (tempat) ajang pertandingan. Gor yang di kita (Gor Djati) buat latihan. Karena ini event-nya internasional, maka standar latihan pun harus standar internasional. Nah kita ketiban rejeki nih, kepilih, sehingga gor kita dibetulkan sesuai dengan standar internasional,” tuturnya.

  Perbaikan rumput dan pencahayaan Gor Djati berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggunakan dana Asian Games. Perbaikan ini direncanakan selesai pada Agustus, bersamaan dengan dimulainya event itu. Lapangan sepak bola akan dipakai latihan Tim Nasional (Timnas). Terkait Timnas mana yang akan memakai lapangan untuk latihan, Edward mengatakan tidak mengetahui. “Saya nggak tahu. Nunggu jadwal yang bertanding di Bandung nanti siapa, negara mana. Kita nggak tahu. Kita nunggu aja,” ujarnya.

Keadaan Gor Djati Universitas Padjadjaran, Minggu (11/3/2018), dalam tahap renovasi untuk persiapan Asian Games 2018. (Warta Kema/Rini Ria)

  Perbaikan Gor Djati ini juga berdampak pada kegiatan mahasiswa, terutama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga dan bela diri yang menggunakan Gor Djati sebagai tempat latihan. Arya Rizky, Ketua Flag Football 2018, mengaku tidak terlalu mempermasalahkan Gor Djati yang tidak bisa dipakai. Sementara itu, Ketua Flag Football 2017 M. Fauzan Malutfi menambahkan, Flag Football telah memindahkan tempat latihan ke lapangan merah dengan tujuh puluh pemain yang berlatih. Fauzan juga berharap agar selanjutnya lapangan Gor Djati dapat dipinjam oleh mahasiswa. Hal ini karena pihak rektorat mengatakan, setelah renovasi Gor Djati selesai, pemakaian dalam kurun waktu setahun hanya dapat dilakukan sebanyak dua puluh kali.

  Sama halnya dengan UKM Flag Football, Ketua UKM Kempo Unpad 2018 Ketut Widi Artayasa mengatakan, renovasi Gor Djati tidak memberikan perbedaan yang begitu signifikan terhadap latihan UKM Kempo. Widi mengungkapkan, ia telah diberitahu oleh bagian Sarana dan Prasana Rektorat Unpad sejak Januari 2018 mengenai rencana renovasi. ”Kita masih tetap bisa menggunakan lobi Gor Djati untuk pelaksanaan latihan,” katanya. Meski begitu, UKM Kempo harus mencari cara lain untuk mengakali pelaksanaan latihan fisik seperti lari, push-up, dan lainnya. Pasalnya, latihan fisik biasa dilakukan di lapangan rumput Gor Djati. Alternatifnya adalah dengan memanfaatkan area di sekitar Unpad.

  Pria yang tengah mengenyam pendidikan di Prodi Administrasi Bisnis ini berpendapat, renovasi Gor Djati merupakan gebrakan yang baik. Renovasi yang menerapkan standar internasional itu diharapkan dapat membawa dampak baik untuk seluruh civitas akademika Unpad.

   Mahasiswa-mahasiswi yang sering berolahraga di Gor Djati pun cukup maklum dengan perbaikan yang dilakukan. Seperti yang dikatakan Faatin Fauziah, Ketua Cosmic Fikom Unpad, “Setau aku, baru-baru ini Gor Djati memang ditutup gara-gara mau digunain dan diperbaiki buat Asian Games. Aku nerimanya positif aja sih pas ditutup, Gor Djati diperbaiki juga kan untuk kepentingan penggunanya.” Faatin juga menambahkan, lari di sekitar Gor Djati juga nyaman dan bisa menjadi alternatif track selama ditutup.

  Berbeda dengan Faatin, Nila, seorang mahasiswi Ilmu Kelautan, merasa sedih dengan ditutupnya Gor Djati karena tidak bisa berolahraga di sana. Menurut Nila, Gor Djati adalah tempat yang paling nyaman untuk berolahraga. “Jujur belum pernah olahraga lagi semenjak gor ditutup karena belum nemu tempat buat lari yang kayak Gor Djati. Kalau muterin Unpad capek, nanjak turunan bikin nggak maksimal olahraga.”

   Senada dengan Nila, Vivi Tania juga merasa sedih dengan ditutupnya Gor Djati sebagai tempat olahraga yang paling nyaman. “Sekarang olahraga paling keliling Arboretrum atau keliling Unpad juga, kan Unpad luas,” ujar Vivi saat ditanya mengenai tempat alternatif, pengganti Gor Djati.

  Tak hanya menjadi tempat olahraga, Gor Djati juga menjadi tempat dilangsungkannya Penerimaan Mahasiswa Baru (Prabu) Unpad yang biasanya dilaksanakan pada Agustus. Apakah renovasi akan selesai sebelum dilangsungkannya Prabu? Jika belum, akan dipindah ke mana? Derry dari Kemahasiswaan menjawab, terkait tempat Prabu, hal itu diurus oleh panitia. Sampai saat ini, panitia Prabu belum terbentuk sehingga tempat pelaksanakannya masih belum dipastikan, ujarnya.

 

Reporter: Dina Juwita/Rahmatan D. Alif/Nisrina Hanifah/Annisa Rahma

Editor:     Rini Ria Agustiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here