Abah Iwan: Bermuara Pada Masalah Perilaku

0
208
Ridwan Armansjah Abdulrachman, atau biasa disapa Abah lwan. Sumber: Tribunnews.com

Dewasa ini. Indonesia sedang menuju masa transisi ke arah yang lebih baik. Pemilu 2014 untuk kursi legislatif sudah dilaksanakan dan kini sedang menuju untuk kursi eksekutif pada bulan Juni nanti. Akan tetapi. apakah masalah Indonesia hanyalah pada hal-hal yang ada di atas kertas saja? Masalah yang terjadi, sebenarnya ada pada moral tiap-tiap individu bangsa yang besar ini.

Ridwan Armansjah Abdulrachman, atau biasa disapa Abah lwan, adalah seorang alumni Unpad yang cukup peduli dengan masalah kenegaraan sekarang. Seorang penulis lagu dan salah satu dari anggota Wanadri.

Menanggapi masalah kebangsan dewasa ini. Abah lwan berpendapat bahwa masalah yang harus dihadapi bangsa ini ada di dalam individunya masing-masing. berikut kutipannya.

Lagu Burung Camar berhasil mendapatkan penghargaan Yamaha Prize, seberapa jauh isi lagu itu sendiri?

Lagu itu berhasil menyentuh bukan hanya masalah pribadi; Semua orang pernah jatuh cinta, kita lahir juga karena orang tua kita jatuh cinta.  Okelah Soal Cinta itu hal yang mulia. tapi lagu burung camar bisa menggambarkan  ironi nasib nelayan di luar sana yang tiga hari luntang lantung tidak punya makanan, di sini maupun di negara-negara maju nasib nelayan sama-sama susahnya. Pada saat itu, di Jepang lagu ini sangat dikagumi karena walaupun isinya adalah kritik social, namun dapat dibawakan  dengan mudah sebagai lagu populer.

Apakah hal tersebut bisa merepresentasikan permasalahan yang sedang dialami bangsa Indonesia saat ini?

Sebetulnya masalah bangsa ini banyak, dari ekonomi, politik, dll. Akan tetapi, menurut abah, permasalahan utama bangsa ini bermuara pada masalah perilaku. Perilaku suatu bangsa adalah konfigurasi perilaku individunya, yang menjadi bahaya adalah perilaku tokoh yang buruk memiliki posisi yang strategis di eksekutif, dan legislatif. Bangsa kita ini sebenarnya tidak kekurangan ahli. Dari segi ekonomi maupun politik, Indonesia tidak kekurangan, bahkan disegani di dunia, dulu maupun sekarang.  Contohnya ada ibu Sri Mulyani dan Presiden Soekarno.

Lalu, menurut Anda, kenapa Indonesia bisa seperti sekarang?

Masalah perilaku membuat potensi bangsa yang kita miliki ini tidak efektif utuk kemajuan bangsa ini. lntinya adalah kesesuaian perilaku kita dengan perilaku batin kita tidak sama. lni disemua lini ya, disemua sektor, termasuk di kalangan kampus. Jadi, kita harus memulai dari perubahan perilaku. Maka, saya sering berbicara mengenai pentingnya kajian strategi kebudayaan.

Untuk saat ini, menurut Anda, perubahan apa saja yang terjadi?

Beruntung bagi kita. Beberapa institusi telah menyadari hal ini. Sebagai contoh salah satu perusahaan memiliki motto “Great people Great Company”. Great kan artinya hebat, tapi entah bagaimana Great itu singkatan dari: Integrity, Respect, Antusiasm, Loyalist. lni adalah salah satu contoh strategi perbaikan perilaku.

Bagaimana hal ini, menurut Anda mengarah ke perbaikan Indonesia?

Dengan setiap individu baik perseorangan maupun institusi perilakunya menjadi Great People, sehingga akan tercipta Great Company. Saya yakin suatu saat nanti akan ada benang merah yang mempertemukan tiap Great Company itu menjadi Great Nation. Jadi, dengan memperbaiki perilaku kita akan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa ini.

Contohnya perilaku yang Anda maksud?

Kalau kita berdiskusi dengan orang lain. Kondisi bangsa ini normal-normal saja. “apa yang salah?” meskipun ada kekhawatiran yang tersembunyi. Contohnya budaya korupsi; ini semua berawal dari tidak adanya perilaku disiplin, kehormatan, dan rasa takut atas hukum. Maka kita harus berkaca apa perilaku yang perlu kita tumbuhkan. Misal, apakah kita sudah disiplin? Jika belum. kita harus memperbaikinya terlebih dahulu melalui metode yang ada, dan buat target. Mengenai Indonesia, kedepannya kita perlu untuk membuat kajian taktis tentang hal ini. Hal lainnya yang saya cermati adalah adanya degradasi rasa hormat, respect. Bukan berarti kita harus mengikuti hal-hal yang menyimpang, tapi abah ingatkan penting untuk memiliki respect. Sebab, kebebasan harus diiringi dengan respect, respect pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Bahkan yang mengkhawatirkan mulai hilangnya respect kepada Tuhan. Jadi, penting bagi kita untuk memiliki respect, Karena ketidak respect-an menggiring kepada kebodohan.

(lrsyad Suharyadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here