Trik Ajaib Otak dan Hati di Magic Shop

0
198

JudulInto the Magic Shop: A Neurosurgeon’s Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of the Heart

Penulis: James R. Doty

Penerbit: Avery

Tahun terbit: 2016

Genre: Autobiografi

 

What I do know for sure is that I have died many times in this life. We can die a thousand times in this lifetime, and that is one of the greatest gifts of being alive.”

Lancaster, California tahun 1968, sebelum penelitian mengenai otak semaju sekarang, Jim kecil sudah mulai berlatih untuk memanipulasi otaknya sendiri. Dengan bantuan Ruth, trik-trik yang dipraktikkan Jim berhasil mengubah jalan hidupnya. Jim, sekarang Dokter James R. Doty, merangkum pengalaman hidupnya yang luar biasa dalam Into the Magic Shop.

Memiliki ayah seorang pemabuk dan sering keluar masuk penjara serta ibu dengan penyakit mental, kehidupan Jim kecil dihabiskan hanya untuk menutup kuping saat orang tuanya bertengkar atau memanggil ambulans saat ibunya melakukan percobaan bunuh diri. Semua rutinitas itu berubah saat Jim menemukan magic shop yang baru buka di kotanya. Jim yang senang bermain sulap memutuskan melihat-lihat benda apa yang dijual di magic shop.

Di magic shop, Jim kecil bertemu dengan Neil dan ibunya, Ruth. Melihat Jim yang menyukai sulap, Ruth berinisiatif mengajari Jim “trik” sulap spesial, jenis trik yang tidak bisa dibeli di toko sulap manapun, jenis sulap yang bisa membuat apapun yang diinginkan terwujud. Mendengar itu, Jim senang dan terus berlatih dengan Ruth enam minggu lamanya di magic shop milik Neil.

Latihan itu berupa empat jenis trik yang harus dilakukan secara bertahap. Trik seperti merileksasikan tubuh, latihan menjinakkan pikiran, latihan membuka hati, dan latihan mengetahui niat secara jelas. Awalnya Jim bingung karena trik yang diajarkan Ruth tidak seperti trik sulap yang pernah ia lihat, tapi ia tetap melakukannya. Sedikit demi sedikit, karena walaupun kedengarannya mudah, trik-trik itu membutuhkan fokus yang tinggi.

Everything changes. And that change is not only in how we see the world but in how the world sees us. And in how the world responds to us.

Trik-trik yang diajarkan Ruth tersebut membuat Jim menjadi lebih tenang dan bisa mengendalikan cara ia bersikap. Ia menjadi pribadi yang percaya pada diri sendiri, pekerja keras, dan bersemangat mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter. Jim bahkan membuat banyak ketidakmungkinan menjadi mungkin.

Mulai dari nilai yang tidak memenuhi persyaratan untuk sekolah kedokteran hingga biaya selama sekolah kedokteran, semua seolah bisa dilalui berkat trik-trik dan pelajaran hidup dari Ruth. Jim kecil yang rendah diri dan menganggap dia tidak akan bisa melakukan apapun karena terlahir di keluarga yang kacau pada akhirnya bisa menjadi seorang dokter. Ia memilih mengabdikan diri sebagai dokter militer lalu melanjutkan spesialisnya di bidang bedah syaraf.

Trik yang diajarkan Ruth benar-benar membuat apa yang diinginkan Jim terwujud. Menjadi dokter, mempunyai banyak mobil, dan menjadi kaya raya. Namun tidak hanya mengenai kesenangannya, Dokter Doty juga menceritakan kesalahan-kesalahannya. Bagaimana kemampuannya membuat yang diinginkan menjadi nyata membuat Dokter Doty menjadi sombong dan tidak disukai banyak orang. Banyak orang yang ingin ia gagal.

Kesalahan-kesalahannya tidak ia sadari sampai ia bangkrut dan kehilangan semua hartanya. Saat itu Dokter Doty juga merasa kosong dan kesepian. Mengalami itu, Dokter Doty memutuskan untuk pulang ke Lancaster dan mencoba lagi untuk membuka hatinya seperti trik yang diajarkan Ruth. Di Lancaster, Dokter Doty memutuskan kembali mengabdi sebagai seorang dokter. Sejak saat itu, Dokter Doty aktif kembali menjadi seorang dokter dan aktif dalam riset-riset mengenai otak, hati, dan hubungan keduanya. Penelitian Dokter Doty juga didukung dan didanai oleh Dalai Lama.

Yang menarik dari buku ini adalah pengalaman-pengalaman Dokter Doty sebagai seorang dokter. Tidak jarang pula Dokter Doty menjelaskan bagian otak serta fungsinya. Ia juga menghubungkan hal tersebut dengan pengalamannya. Banyak bab yang dibuka dengan berbagai macam kasus kerusakan otak yang pernah ditanganinya. Dari orang-orang yang bisa diselamatkan hingga tidak bisa diselamatkan. Beberapa kasus terasa sangat sedih, contohnya saat Noel yang mengalami mati otak dan Dokter Doty harus mengeluarkan bayi yang sedang dikandung Noel. Ia juga menjelaskan saat-saat berat menjadi dokter, yaitu saat harus mengabarkan anggota keluarga pasien meninggal. “They don’t give you any training in medical school on how to tell a husband and two young children their wife and mother is gone […] That is why  so many doctors will simply say, “I did all I could. I’m sorry.””

Jika kebanyakan buku non-fiksi motivasi terasa seperti bualan semata, berbeda dengan Into the Magic Shop ini. Buku ini tidak bermanis-manis ria. Dokter Doty mengatakan manis dan pahitnya hidup. Ia juga memperlihatkan bahwa apapun mungkin karena takdir kita adalah takdir kita sendiri, bukan warisan dari orang tua. Walaupun memiliki ayah pemabuk dan sering keluar-masuk penjara, ibu yang depresi, bukan berarti hidup dokter juga akan seperti kedua orang tuanya.

Sekarang Dokter Doty adalah kepala Center for Compassion and Altruism Research and Education (CCARE) dan profesor di Department of Neurosurgery, Universitas Stanford.

There’s no perfect life we are born into, and there is no escaping the awful reality and suffering. There is also no escaping the beautiful synchronity of the heart.”

I began my quest to discover the mysteries of the brain and the secrets of the heart in a magic shop, but the truth is, we don’t need to walk into a magic shop to discover them. we need to look into our minds and into our own hearts. Now it ‘s up to you to make your magic. And to teach others. The brain and the heart , working together, can make the most extraordinary magic there is. It has nothing to do with illusions or sleights of hand. This magic is real.”

 

 

Dina Juwita

Editor: Winda Rahma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here